Kamis, 09 Januari 2014

STUDI FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS ENZIM CHOLINESTERASE DARAH PADA PETANI BAWANG MERAH

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Karya Tulis Ilmiah. Juli 2011

Abstrak
Nana Mulyani (bundana_putra@yahoo.com)
STUDI FAKTOR  FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS ENZIM CHOLINESTERASE DARAH PADA PETANI BAWANG MERAH DI DESA TEGALGANDU KECAMATAN BREBES TAHUN 2011 
ii +  101 halaman : gambar, tabel, lampiran 

Desa Tegalgandu merupakan salah satu daerah pertanian yang ada di Kecamatan Wanasari  Kabupaten Brebes dengan tingkat penggunaan pestisida yang sangat tinggi. Sehingga petani berisiko keracunan pestisida. Untuk itu, perlu dilakukannya pengambilan sampel darah dari setiap petani khususnya petani bawang merah untuk pemeriksaan enzim cholinesterase darah. Hal ini dilakukan berdasarkan tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui aktivitas enzim cholinesterase darah, faktor  faktor yang berhubungan dengan aktivitas enzim cholinesterase darah dan hubungan antara faktor  faktor tersebut dengan aktivitas enzim cholinesterase darah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Waktu penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan April dan dilanjutkan selama bulan Juni tahun 2011. Adapun lokasi penelitian, yaitu di Desa Tegalgandu Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes dengan jumlah responden sebanyak 45 orang. Sedangkan pengumpulan sampel dilakukan dengan Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah petani bawang merah dan instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara frekuensi penyemprotan (p = 0,016) dengan aktivitas enzim cholinesterase darah pada petani bawang merah di Desa Tegalgandu Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Petani bawang merah yang mengalami keracunan pestisida adalah petani yang sering melakukan penyemprotan, yaitu sebanyak ≥ 3 kali dalam seminggunya.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lama kerja, umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap, tindakan, pemakaian APD dan dosis pestisida dengan aktivitas enzim cholinesterase tersebut. Untuk itu, disarankan agar petani lebih berhati  hati dalam mengaplikasikan pestisida serta mengikuti aturan  aturan yang berlaku dalam penggunaan pestisida sehingga dapat mengurangi risiko/dampak keracunan pestisida. 

Daftar bacaan : 1985 - 2008
Kata kunci      : Enzim Cholinesterase darah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar