Selasa, 07 Januari 2014

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU BTA (+)



Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011

Abstrak
ARISTATIKA NUR PRATIWI
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU BTA (+) DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS MREBET KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2011
Xiii + 67 halaman : gambar, tabel, lampiran

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular menahun akibat mycrobakterium tuberkulosis yang berhubungan erat dengan kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga terdapat 3 Kecamatan yang memiliki kasus Tuberkulosis paru tinggi yaitu Kecamatan Mrebet 30,Kecamatan Bobotsari 48 kasus dan Kecamatan Serayularangan 13 kasus. Puskesmas Mrebet merupakan salah satu wilayah dengan kasus tuberkulosis paru tinggi karena terdapat peningkatan kasus dari 30 menjadi 48 dengan kasus TB paru BTA (+) sebanyak 34 orang.
Tujuan penelitian ini untuk mengukur keadaan lingkungan fisik rumah, mengetahui hubungan dan besarnya resiko antara keadaan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA (+)
metode penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan metode case control. Sampel sebanyak 68 orang, terdiri dari 34 kasus dan 34 kontrol. Variabel yang diteliti meliputi pencahayaan, ventilasi, kelembaban, kepadatan penghuni lantai dan dinding rumah. Analisis univariat dan bivariat menggunakan SPSS menggunakan SPSS menggunakan uji Chi Square dan OR dengan CI 95 % dan α 0,05.
Hasi penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA (+) yaitu pencahayaan (ρ = 0,029 (ρ < 0,05) dan OR = 3,361), ventilasi ( p = 0,008 (ρ < 0,05) dan OR 3,833 ) , kelembaban (p =0,004 ( ρ < 0,05) dan OR 4,400 ), kepadatan penghuni(p = 0,014 (ρ < 0,05) dan OR 3,519 ) , lantai rumah(p = 0,008 (ρ < 0,05)  dan OR 3,833), dinding rumah (p = 0,015 (ρ < 0,05) dan OR 3,378). 
Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan fisik rumah yang meliputi pencahayaan, ventilasi, kelembaban, kepadatan penghuni, lantai dan dinding rumah dengan kejadian TB Paru BTA (+) di Wilayah Kerja Puskesmas Mrebet Kabupaten Purbalingga. Disarankan penderita selalu membuka jendela, pemasangan genting kaca pada rumahnya.

Daftar bacaan  : 15 ( 1985 – 2009 )
Kata kunci       : Faktor Lingkungan Fisik Rumah, TB
Klasifikasi        :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar