Kamis, 09 Januari 2014

HUBUNGAN KADAR DEBU DAN LAMA PAPARAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA PETUGAS SAT LANTAS

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma IV kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Skripsi, Juli 2011

ABSTRAK  
Jaenuri ( jay_zaen@yahoo.co.id )
HUBUNGAN KADAR DEBU DAN LAMA PAPARAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA PETUGAS SAT LANTAS POLRES PURBALINGGA DI POS LANTAS KOTA PURBALINGGA TAHUN 2011
 xvii + 81 halaman ; gambar, tabel, lampiran  

Jumlah kendaraan bermotor yang melintasi kota Purbalingga pada saat pengamanan Lebaran tahun 2010 Polres Purbalingga sebanyak 23.500 unit. Anggota sat lantas Polres Purbalingga yang menderita ISPA menurut data dari Poliklinik Polres Purbalingga tahun 2010 sejumlah 325 orang.
Tujuan penelitian ingin mengetahui hubungan antara kadar debu dan lama paparan dengan kejadian ISPA pada petugas pos lantas sat lantas Polres Purbalingga. 
Jenis penelitian yang digunakan yaitu explanatory riset dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang dipakai adalah regresi logistik. Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner kepada responden dan pengukuran kadar debu, suhu dan kelembaban.   Pengukuran kadar debu di 6 pos lantas kota Purbalingga rata – rata adalah 721 µg/Nm2 . Hasil tersebut melebihi NAB ( 230 µg/Nm2 ) sesuai PP no. 41 tahun1999. Lama paparan petugas 6 - 10 jam per hari. Hasil uji statistik kadar debu dan lama paparan dengan kejadian ISPA pada petugas diperoleh nilai Sign 0,098 (> 0,05) untuk kadar debu dan 0,537 (> 0,05) untuk lama paparan sehingga hipotesa diterima.  Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kadar debu dan lama paparan dengan kejadian ISPA pada petugas pos lantas di kota Purbalingga. Disarankan kepada petugas agar mengurangi paparan dengan pemakaian masker.  

Daftar bacaan  :  20 ( 1982 – 2010 )
Kata kunci  :  Kadar debu, lama paparan, ISPA
Klasifikasi  :  -
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar