Kamis, 09 Januari 2014

STUDI SANITASI GOR GOENTOER DARJONO

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011 

Abstrak
Watirah 
STUDI SANITASI GOR GOENTOER DARJONO KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2011 
xvii + 96 halaman : tabel, gambar, lampiran  

Gelanggang olahraga merupakan salah satu sarana penunjang kegiatan olahraga dan penting pengadaannya untuk kelangsungan kegiatan olahraga. GOR Goentoer Darjono merupakan gelanggang olahraga yang terdapat di kabupaten Purbalingga. Pengawasan sanitasi GOR yang meliputi bagian luar dan dalam serta fasilitas sanitasi dan pendukung disesuaikan dengan persyaratan kesehatan tempat- tempat umum untuk mencegah penularan penyakit dan gangguan lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi bagian luar dan dalam, kondisi fasilitas sanitasi dan pendukung GOR serta kualitas air bersih secara mikrobiologi, kondisi pencahayaan, suhu dan kelembaban di mess atlet GOR Goentoer Darjono Kabupaten Purbalingga. 
Jenis Penelitian adalah deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran keadaan sanitasi GOR Goentoer Darjono Kabupaten Purbalingga. Cara pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dengan pengelola dan karyawan GOR, observasi langsung pada obyek yang diteliti serta dilakukan pengukuran, meliputi pengukuran pencahayaan, suhu dan kelembaban serta pemeriksaan kualitas air secara mikrobiologis.  Hasil pemeriksaan secara keseluruhan untuk sanitasi Gelanggang Olahraga memenuhi syarat sesuai dengan Keputusan Dirjen PPM & PLP yang meliputi persyaratan kesehatan lingkungan dan bangunan GOR dari bagian luar dan dalam gedung, fasilitas sanitasi dan pendukung. Sesuai hasil penilaian keseluruhan dengan menggunakan standar penilaian, prosentase yang diperoleh untuk GOR Goentoer Darjono sebesar 66,05% dan tergolong dalam kategori cukup.  Komponen sanitasi yang belum memenuhi syarat antara lain pada fasilitas sanitasi yang meliputi sarana pengolahan limbah, jamban, pengelolaan sampah serta sistem pencegahan vektor dan binatang pengganggu kemudian fasilitas pendukung yang meliputi alat pemadam kebakaran serta PPPK. Penulis menyarankan, limbah seharusnya ada pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air, kebersihan jamban perlu ditingkatkan lagi, tahap akhir pengolahan sampah perlu diperbaiki, sebab pemusnahan sampah dengan cara dibakar di lahan kosong dapat mencemari lingkungan sekitar serta berakibat sebagai tempat perkembangbiakan vektor, dan melengkapi paling tidak satu alat pemadam kebakaran dan perlengkapan PPPK.   

Daftar bacaan : 20 buah ( 1978 – 2009 )
Kata kunci      : Sanitasi
Klasifikasi      : - 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar