Rabu, 08 Januari 2014

STUDI KOMPARASI KEMAMPUAN DAYA TANGKAP PERANGKAP HIDUP (CAGE TRAP) DAN PERANGKAP MATI (STEEL TRAP) DALAM PENGENDALIAN TIKUS

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia   
Koliteknik Kesehatan Kemenkes Semarang    
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto   
Program Studi D IV Kesehatan Lingkungan           
Skripsi, Juli 2011 

Abstrak 
Swari Hudiantari (swari_hudiantari@yahoo.com)
STUDI KOMPARASI KEMAMPUAN DAYA TANGKAP PERANGKAP HIDUP (CAGE TRAP) DAN PERANGKAP MATI (STEEL TRAP) DALAM PENGENDALIAN TIKUS DI  RSUD Dr. M. ASHARI PEMALANG TAHUN 2011
xvii + 65 halaman : tabel, gambar, lampiran 

Tikus merupakan hewan yang memiliki kebiasaan hidup jorok. Tikus senang berdiam dan berbiak di tempat yang gelap dan tersembunyi. Alat perangkap  tikus banyak dijual di pasaran dengan berbagai jenis yaitu perangkap hidup (cage trap), perangkap mati (steel trap), tetapi dari dua jenis alat perangkap tersebut belum diketahui kemampuan daya tangkapnya.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan daya tangkap perangkap hidup (cage trap) dan perangkap mati (steel trap) dalam mengendalikan tikus di  RSUD Dr. M. Ashari Pemalang Tahun 2011.
Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan studi komparasi menggunakan desain penelitian pre eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran dengan trapping, sedangkan dalam analisis menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji t_test berpasangan.
Hasil penelitian ini adalah jenis perangkap hidup (cage trap) menangkap tikus sebanyak 6 ekor (75%) dan perangkap mati (steel trap) menangkap tikus sebanyak 2 ekor (25%). Tikus yang tertangkap dalam penelitian ini pada perangkap hidup (cage trap) ada tiga jenis spesies yaitu tikus Bandicota indica (tikus wirok) tertangkap 2 ekor (33,33%), Rattus argentiventer (tikus sawah) tertangkap 3 ekor (50%), Mus caroli (mencit sawah) tertangkap 1 ekor (16,67%), sedangkan yang menggunakan perangkap mati (steel trap) sebanyak 2 ekor, ada 2 jenis spesies yaitu Rattus argentiventer (tikus sawah) tertangkap 1 ekor (50%) dan Mus caroli (mencit sawah) tertangkap 1 ekor  (50%). 
Hasil penelitian adalah tidak ada perbedaan bermakna antara jenis perangkap tikus hidup (cage trap) dan perangkap mati (steel trap) dalam pengendalian tikus di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang Tahun 2011. Penulis menyarankan dalam upaya pengendalian tikus di rumah sakit untuk pemasangan perangkap tikus kurang efektif namun demikian untuk mengurangi keberadaan tikus dapat menggunakan perbaikan sanitasi lingkungan. 

Daftar bacaan : 17 (1992-2010)
Kata kunci      : Perangkap Tikus, Pengendalian Tikus di Rumah Sakit
Klasifikasi       : - 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar