Kamis, 09 Januari 2014

STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN UDARA SEBELUM DAN SESUDAH DESINFEKSI DENGAN BAHAN Didecyldimethylammonium Chloride

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan  
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011

Abstrak
Siti Laela Qomariyah
STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN UDARA SEBELUM DAN SESUDAH DESINFEKSI DENGAN BAHAN Didecyldimethylammonium Chloride DI KAMAR ISOLASI RUANG SOKA RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO  
XVI+73 halaman : tabel, gambar, lampiran

RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto adalah rumah sakit daerah tipe B yang memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis terbatas. Kapasitas tempat tidur sebanyak 497 dan angka BOR 85,06%. Rumah sakit selain menjadi tempat pelayanan orang sakit, dapat juga sebagai tempat penularan penyakit termasuk kamar isolasi soka yang merupakan kamar perawatan untuk penyakit dalam pria seperti TB Paru yang berpotensi terjadinya infeksi nosokomial melalui perantara udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan angka kuman di udara sebelum dan sesudah desinfeksi pada kamar isolasi soka RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. 
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas (desinfeksi), variabel terikat (angka kuman udara), variabel pengganggu (suhu, kelembaban, pencahayaan, sanitasi ruangan). Analisis data menggunakan uji Paired T Test (pre-post).  Berdasarkan hasil pemeriksaan, rata-rata angka kuman udara sebelum desinfeksi adalah 148 CFU/m3, sesudah desinfeksi adalah 0 CFU/m. Prosentase penurunan angka kuman di udara mencapai 100%. Rata-rata suhu sebelum desinfeksi 26,2ºC, sedangkan sesudah desinfeksi 26,6ºC. Rata-rata kelembaban sebelum desinfeksi 62,9%, sedangkan sesudah desinfeksi 61,9%. Rata-rata besar pencahayaan sebelum desinfeksi 109 Lux, sedangkan sesudah desinfeksi 110 Lux. Untuk sanitasi ruangan kamar isolasi soka dikategorikan baik (91,89%).
Peneliti menyimpulkan pemberian desinfektan dengan bahan  aktif Didecyldimethylammonium Chloride dapat mengurangi angka kuman di udara. Peneliti menyarankan untuk melakukan proses desinfeksi sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang benar, serta untuk peneliti lain dapat menggunakan bahan desinfektan atau metode yang berbeda untuk mengetahui penurunan angka kuman di udara. 

Kepustakaan : 21(1982-2011)
Kata Kunci   : Rumah Sakit, kuman udara, desinfeksi
Klasifikasi    : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar