Selasa, 07 Januari 2014

STUDI HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI RUMAH SAKIT

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwoketo
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah,  Juni 2012

Abstrak
Afita Imanika 
STUDI HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA TAHUN 2012.
XVIII+133. Halaman : tabel, gambar, lampiran 

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit. Menurut Permenkes RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004 salah satu persyaratan kesehatan lingkungan di rumah sakit adalah Penyehatan Hygiene dan Sanitasi Makanan dan Minuman.
Tujuan penerlitian mengetahui hygiene sanitasi pengelolaan makanan di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dengan enam prinsip hygiene sanitasi makanan antara lain pengamanan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan, penyimpanan makanan jadi, serta penyajian makanan. 
Metode penelitian deskriptif, data primer diperoleh berdasarkan hasil  observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh berdasarkan gambaran umum rumah sakit, jumlah ruangan atau tempat tidur, tingkat pendidikan penjamah makanan, struktur organisasi instalasi gizi. Cara pengumpulan yang dilakukan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan pemeriksaan kualitas mikrobiologi dan usap alat makan.
Hasil penelitian diperoleh tingkat hygiene penjamah makanan dalam kategori baik. Hasil prosentase enam prinsip hygiene sanitasi makanan antara lain pengamanan bahan makanan  sebesar 97%, penyimpanan bahan makanan sebesar 86%, pengolahan makanan sebesaar 85%, pengangkutan makanan 86%, penyimpanan makanan jadi 80%, dan penyajian makanan sebesar 81%.
Berdasarkan simpulan yang didapat, pengelolaan  makanan di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata sudah baik, namun perlu ditingkatkan lagi untuk kebersihan peralatan dan cara penyimpanan peralatan makan, serta ventilasi pada dapur sebaiknya menggunakan cross ventilation. Sebagai saran sebaiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk karyawan dan penjamah makanan agar meningkatkan produktivitas kerja, serta pentingnya memelihara dan memperbaiki sanitasi yang sudah ada serta pengajuan dana perbaikan  untuk sarana sanitasi dapur dan Instalasi Gizi di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata.  

Daftar bacaan : 14 (1987-2010)
Kata kunci      : HSMM
Klasifikasi       : - 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar