Selasa, 25 Maret 2014

TINJAUAN PENGELOLAAN SAMPAH DI OBJEK WISATA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2010 

Abstrak 
Pramita Made Resti Anapuri (made.puri@yahoo.co.id)
TINJAUAN PENGELOLAAN SAMPAH DI OBJEK WISATA OWABONG WATER PARK BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA
XVII + 73 halaman : gambar, tabel, lampiran  

Obek Wisata Owabong Water Park merupakan tempat umum yang banyak dikunjungi orang-orang. Sehingga banyak dihasilkan sampah karena, adanya kebiasaan pengunjung jika ke suatu daerah tujuan dengan membawa bekal berupa makanan. Berdasarkan data dari Objek Wisata Owabong Water Park pada tahun 2007 data pengunjung 947.222 orang, sedangkan tahun 2008 data pengunjung sebanyak 1.147.540 orang. Tujuan penelitian adalah mengetahui penimbulan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemanfaatan, pembuangan akhir, dan manajemen pengelolaan sampah.  Metode penelitian yang digunakan adalah dekkriptif yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas dan nyata tentang pengelolaan sampah. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan pengukuran. 
Hasil penelitian yang dilakukan, pengelolaan sampah di objek wisata dilakukan oleh petugas kebersihan setempat. Penimbulan sampah yang dihasilkan bersumber dari aktifitas pengunjung, pedagang, kantor, dan aktifitas alam. Tempat sampah yang yang terdapat di objek wisata berjumlah 250 buah antara lain tempat sampah drum, fiber, logam, keranjang plastik, dan tempat sampah plastik. Volume rata-rata timbulan sampah adalah 2350,14 lt/hr. Tahap pengumpulan di objek wisata dari tiap sumber di masukkan ke dalam gerobak yang kemudian diangkut ke TPS. Pengangkutan sampah diangkut dua kali dalam sehari pagi dan siang. Tidak ada tahap pengolahan dan pemanfaatan sampah. Tahap pembuangan akhir di luar objek wisata yaitu sampah tersebut diangkut ke TPA Banjaran Kecamatan Bojongsari.  Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah pengelolaan sampah di objek wisata belum memenuhi syarat terutama dalam hal pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan akhir. Peneliti menyarankan petugas pengelola sampah sebaiknya menggunakan APD (helm/topi, pakaian kerja khusus, masker, sarung tangan, dan sepatu boot) dan menyarankan agar pemberian penutup pada alat (tempat sampah, gerobak sampah, dan mobil pengangkut sampah).  

Daftar bacaan  : 27 (1982-2010)
Kata kunci       : Pengelolaan Sampah di Objek Wisata
Klasifikasi       : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar