Senin, 24 Maret 2014

HUBUNGAN SANITASI JAMBAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan  Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010 

Abstrak
Debiyanto Wirasetya (adhe_281088@yahoo.com)
HUBUNGAN SANITASI JAMBAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA LEMBUPURWO KECAMATAN MIRIT  KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2010
xviii + 80 halaman : tabel, gambar, lampiran 

Jamban keluarga yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah dan sumber air/ air tanah, serta membawa infeksi bakteri ke manusia. Data dari Puskesmas Mirit  berkaitan dengan jumlah penderita diare pada tahun 2009, dapat diketahui bahwa Desa Lembupurwo merupakan desa dimana terdapat jumlah penderita diare tertinggi yaitu dengan jumlah penderita 88 orang dari 22 desa yang menjadi wilayah kerja dari Puskesmas Mirit.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi dan kepemilikan jamban keluarga dengan kejadian diare di Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen Tahun 2010.
Jenis penelitian ini adalah Analisis Inferensial (uji hipotesa) dengan pendekatan Case Control. Metode penelitian populasi dalam penelitian yaitu populasi kasus (penderita diare di Desa Lembupurwo) dan populasi kontrol (orang sehat/ non diare di Desa Lembupurwo). Sampel penelitian yaitu sampel kasus yaitu 14 orang penderita diare yang berobat di Puskesmas Mirit dari bulan Januari-April 2010 dan sampel kontrol tetangga terdekat dari penderita diare yaitu sebanyak 14 orang. Variabel terikat adalah kejadian diare di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, sedangkan variabel bebas adalah sanitasi dan kepemilikan jamban keluarga. Analisis data menggunakan uji Chi Square (x2) dan Odd Ratio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan penggunaan jamban keluarga masih jauh dari yang ditargetkan Dinas Kesehatan yaitu 56,8 % dari target 80 % pada tahun 2010. Kondisi sanitasi jamban keluarga dari 28 jamban keluarga yang diperiksa, terdapat 14 jamban (50 %) memenuhi syarat dan jamban keluarga yang tidak memenuhi syarat sejumlah 14 jamban (50 %). Terdapat hubungan sanitasi jamban keluarga dengan kejadian diare di Desa Lembupurwo. Sedangkan kepemilikan jamban keluarga tidak terdapat hubungan dengan kejadian diare.  Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat diharapkan dapat mengoptimalkan penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat terutama berkaitan dengan PHBS dan jamban sehat.. Selain itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan spesifik untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tingginya angka kejadian diare di Desa Lembupurwo, khususnya berkaitan dengan kejadian diare karena infeksi bakteri.

Daftar Bacaan : 21 (1981 – 2010)
Kata Kunci      : jamban, diare, kesehatan lingkungan
Klasifikasi       : - 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar