Selasa, 25 Maret 2014

STUDI TENTANG KECELAKAAN KERJA DI UNIT LUBE OIL COMPLEX I ( LOC I ) PT PERTAMINA RU IV CILACAP TAHUN 2010

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010

Abstrak
Edo Aulia Rahman Email: Rahmanedo@yahoo.co.id
STUDI TENTANG KECELAKAAN KERJA DI UNIT LUBE OIL COMPLEX I  ( LOC I ) PT PERTAMINA RU IV CILACAP TAHUN 2010
 ix + 54 halaman: gambar, tabel, lampiran

Unit Lube Oil Complex I PT PERTAMINA RU IV Cilacap merupakan salah satu perusahaan yang dalam proses produksinya berkaitan dengan kecelakaan di tempat kerja baik yang berasal dari peralatan, mesin, bahan, lingkungan yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Perlindungan terhadap tenaga kerja dan lingkungan kerja perlu dilakukan.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Data yang diperoleh di narasi berdasarkan data dari pengamatan dilapangan.
Hasil penelitian menunjukkan area 21 di LOC I merupakan  area proses yang high risk, jenis dan jumlah kecelakaan yang terjadi di unit LOC I sebagian besar masuk dalm kategori Frist Aid, upaya pengendalian kecelakaan kerja berupa Job Safety Analysis  ( JSA ) , jenis Alat Pelindung Diri  ( APD)  yang disediakan telah disesuaikan dengan jenis pekerjaan pekerja.
Proses produksi unit LOC I high unit vakum-hot oil sistem, hasil produksi berupa minyak pelumas, propane, minarex, vaseline dan aspal, kejadian kecelakaan di unit LOC I 14 Unsafe Acttion  ( 27,45 %) dan 16 Unsafe Condition  ( 31,37 % ) . Kecelakaan kerja terjadi 30 kejadian  ( 58,8 %) , sistem JSA  ( Job Safety Analysis ) meliputi Prosedur Kerja Aman, Sistem Kerja Aman, Permit, Tata Kerja Organisasi/ Tata Kerja Individu  ( TKO/ TKI ) , Prosentase APD yang digunakan 46 pekerja : sarung tangan  ( 26,08 %) , masker  ( 30,43 %) , safety helmet  ( 100 %) , ear plug/ ear muff  ( 21,73 %) , safety shoes  ( 100 % ) , cover all/ wearpack  ( 84,78 %) dan jumlah APD yang tidak digunakan pekerja: sarung tangan  ( 77,77 %) , masker  ( 69,56 %) , ear plug/ ear muff  ( 34,78 %) , cover all/ wearpack  ( 15,21 %) .
Saran yang diberikan adalah mengadakan pengaturan frekuensi jam kerja operator di area proses, meningkatkan kesadaran pekerja dari segi K3, meningkatkan pengawasan cara kerja aman dan meningkatakan kedisiplinan dalam memakai Alat Pelindung Diri  ( APD) .

Daftar bacaan : 20  ( 1981-2010 )
Kata Kunci     : Keselamatan dan Kesehatan Kerja  ( K3 )
Klasifikasi      :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar