Selasa, 25 Maret 2014

STUDI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DI BALAI INSTALASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH (IPAL)

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010 


ABSTRAK
Fajar Kurniawan (fkurniawan96@yahoo.co.id)
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DI BALAI INSTALASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH (IPAL) SEWON BANTUL, YOGYAKARTA TAHUN 2010
XIX+ 81 Halaman: Gambar, Tabel, Lampiran

Latar belakang penelitian ini adalah Kota Yogyakarta memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah yang berada di Sewon Bantul. Perkembangan di wilayah perkotaan Yogyakarta dengan pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan tekhnologi berbanding lurus dengan permasalahan lingkungan terutama untuk pengolahan limbah cair domestik. Pengolahan IPAL dapat dikatakan baik jika limbah cair yang masuk setelah diproses menghasilkan effluent yang sesuai dengan baku mutu limbah cair.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sumber limbah cair, tahap pengumpulan dan penyaluran, kuantitas limbah cair, kualitas influent dan effluent (BOD, COD, TSS, dan pH), proses pengolahan limbah cair dan persentase penurunan nilai parameter limbah cair domestik. 
Metode penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data lapangan dan laboratorium yang kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan ketentuan teori dan perundangundangan yang ada.
Hasil penelitian menyebutkan sumber berasal dari limbah rumah tangga, perkantoran, hotel di wilayah seluruh kota Yogyakarta, sebagian wilayah Kabupaten Sleman dan sebagian wilayah Kabupaten Bantul. Pengumpulan dan penyaluran air buangan limbah domestik yang masuk ke IPAL menggunakan sistem gravitasi dengan kemiringan 0,5 % dengan sistem terbuka. Kuantitas limbah cair 9.996,89 m3/hari. Kualitas influent yaitu BOD 78.7 mg/l, COD 236.2 mg/l, TSS 111.6 mg/l dan pH 6.9. Kualitas effluent yaitu BOD 22.1 mg/l, COD 66.3 mg/l, TSS 22.4 mg/l dan pH 7.0. Proses pengolahan limbah yaitu limbah cair masuk ke IPAL→saringan jeruji→pompa angkat→grit chamber→saringan kasar→laguna aerasi fakultatif→kolam pematangan→limbah cair terolah. Presentase penurunan limbah cair di Balai IPAL Sewon Bantul BOD 71.9%, COD 71.9 %, TSS 79.9 %.  Kesimpulan bahwa Balai IPAL Sewon Bantul sudah optimal dalam mengendalikan kualitas limbah cair sesuai dengan baku mutu pembuangan limbah cair ke badan air. Untuk Balai IPAL, disarankan mempertahankan pengawasan pengolahan limbah cairnya. 

Daftar bacaan  : 11 (1998-2009)
Kata kunci       : limbah cair domestic
Klasifikasi       :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar