Selasa, 25 Maret 2014

STUDI KASUS MALARIA BERDASARKAN PENDEKATAN VARIABEL EPIDEMIOLOGI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan  
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010

Abstrak
Pristian Nusagraheni (nusagrahenip@yahoo.com)
STUDI  KASUS MALARIA BERDASARKAN PENDEKATAN VARIABEL EPIDEMIOLOGI DI WILAYAH PUSKESMAS BANYUASIN KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2009
xviii + 69 halaman : tabel + gambar + lampiran 


Malaria merupakan salah satu penyakit yang turut memberikan kontribusi besar kematian terhadap penderitanya. Wilayah Puskesmas Banyuasin merupakan daerah tertinggi kasus malaria di Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah kasus malaria berdasarkan pendekatan variabel epidemiologi yang meliputi time, place, and person..
Metode penelitian adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan selama 4 hari. Kasus malaria didapatkan berdasarkan data yang terdapat di Wilayah Puskesmas. Setiap data yang didapatkan kemudian diolah berdasarkan Variabel Epidemiologi yang meliputi time, place, and person.    

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus malaria tertinggi terdapat pada Desa Separe sebanyak 30 kasus dengan proporsi penderita terbanyak menurut golongan umur 15-45 tahun yang berjenis kelamin laki-laki serta berprofesi sebagai petani/ buruh dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Kasus malaria tertinggi pada bulan April tahun 2009 sebanyak 74 kasus.  
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah setiap tahunnya khususnya dari tahun 2005-2009 kasusnya selalu meningkat. Dari hasil tersebut maka diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan Puskesmas Banyuasin bersama masyarakat untuk lebih aktif untuk menjaga sanitasi lingkungan. 

Daftar bacaan  : 20 (1984 – 2008)
Kata Kunci      : Epidemiologi, malaria
Klasifikasi       : 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar