Senin, 24 Maret 2014

STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI RUMAH SAKIT

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010

Abstrak 
Diah Imaniar ( diah_imaniar89@yahoo.com  )
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2010 
xii+halaman : 3 gambar, 10 tabel, 9 lampiran  

Rumah Sakit sebagai tempat untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi penderita, dimana banyak orang berkumpul melakukan aktifitas yang berarti juga akan menghasilkan banyak sampah. Khusus di Rumah Sakit, sampah yang dihasilkan beraneka ragam yaitu sampah medis dan non medis. Rumah Sakit Islam Purwokerto Kabupaten Banyumas adalah Rumah Sakit milik YARSI bertipe “D” dengan kapasitas tempat tidur 70 unit. Jumlah rata-rata kunjungan rawat inap perhari 12 orang, jumlah rata-rata kunjungan rawat jalan per hari 31 orang. Dengan angka Bed Occupancy Rate (BOR) pada tahun 2009 sebesar 78%.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengelolaan sampah di Rumah Sakit Islam Purwokerto Kabupaten Banyumas.  Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan pengumpulan data dengan cara observasi, pengukuran dan wawancara. Penilaian pengelolaan sampah di Rumah Sakit Islam Purwokerto Kabupaten Banyumas berdasarkan check list
Hasil penelitian nilai sampah medis benda tajam sebesar 87%, sampah medis basah sebesar 91%, sampah medis kering sebesar 91% dan sampah non medis sebesar 83%. Maka pengelolaan sampah medis dan non medis di Rumah Sakit Islam Purwokerto Kabupaten Banyumas dapat digolongkan baik karena masuk dalam interval 76-100%.  Pengelolaan sampah di Rumah Sakit Islam Purwokerto Kabupaten Banyumas ditangani oleh pihak IPL Rumah Sakit Islam Purwokerto itu sendiri. Berdasarkan hasil pengukuran sampah yang dilakukan enam tahap pada tanggal 20-27 April 2010 di Rumah Sakit Islam Purwokerto Kabupaten Banyumas ratarata per hari sampah medis adalah 105,961 liter dan sampah non medis sebesar 416,450 liter. Untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih baik, khususnya saat mengangkut sampah disarankan selalu menggunakan kereta dorong dan para tenaga pelaksana pengelolaan sampah harus menggunakan wearpack, masker, sarung tangan, sepatu boot secara lengkap untuk menghindari terjadinya infeksi nosokomial. 

Daftar bacaan  : 12 (1986-2010)
Kata kunci       : Sampah, BOR 78%
Klasifikasi       : 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar