Selasa, 25 Maret 2014

STUDI PENERAPAN PRINSIP ERGONOMI TERHADAP MEJA DAN KURSI PEKERJA

 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, 27 Juli 2010  

Abstrak
Suparsono(No2_Scoot@yahoo.co.id)
STUDI PENERAPAN PRINSIP ERGONOMI TERHADAP MEJA DAN KURSI PEKERJA PADA BAGIAN GUNTING DI PT. TIGA PUTRA ABADI PERKASA KABUPATEN PURBALINGGATAHUN 2010 
Xiii + 49 hal : Gambar + Tabel + Lampiran 

Ergonomi merupakan ilmu yang penerapanya berusaha untuk menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap tenaga kerja atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktifitas yang setinggi-tingginya dan jelas, salah satu indikator ergonomi atau tidaknya suatu pekerjaan adalah kursi dan meja yang sesuai dengan ukuran tubuh pekerja yang menggunakannya, sehingga tidak menimbulkan kelelahan atau keluhan fisik bagi pekerja yang menggunakannya.
Tujuan penelitian  mengetahui antropometri pekerja yang bekerjanya menggunakan meja dan kursi, Mengetahui ukuran  meja dan kursi yang dipergunakan, Mengetahui kesesuaian antropometri pekerja dengan meja dan kursi yang dipergunakan, Untuk mengetahui jenis keluhan yang dialami pekerja di PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga
Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan jumlah responden 25 orang perajin biulu mata palsu. Data diperoleh dengan cara observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner serta pengukuran terhadap meja dan kursi perajin khususnya pada bagian gunting yang ada di PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga.
Hasil penelitian antropometri perajin, meja dan kursi perajin, kesesuaian antropometri perajin, bulu mata palsu yang ada di PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga belum memenuhi syarat karena perajin masih mengalami keluhan-keluhan fisik yaitu: sakit pada bagian kaki, merasakan sakit di kedua bagian lengan, sakit pada bagian pinggang, sakit pada leher,dan pada bagian kepala.
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakn meja dan kursi yang ergonomis yang sesuia dengan antropometri perajin, perajin bulu mata palsu harus lebih memperhatikan sikap duduk yang baik dan benar.  

Daftar Bacaan : 51. (9 1989-2009)
Kata Kunci      : Ergonomi Meja dan Kursi Perajain Bulu Mata Palsu
Klasifikasi       :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar