Selasa, 25 Maret 2014

STUDI EPIDEMIOLOGI DEMAM BERDARAH DENGUE

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010 

Abstrak
Rahma Jayanti (Manis_abiezt@yahoo.co.id)
STUDI EPIDEMIOLOGI DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN TAHUN 2010 
VIII + 56 halaman : gambar, tabel,lampiran. 

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di indonesia yang semakin meluas penyebaranya sejalan dengan meningkatnya arus transportasi dan kepadatan penduduk.Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Banyumas, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Banyumas tahun 2005 yaitu 132 kasus, tahun 2006 yaitu 329 kasus, tahun 2007 sebanyak 241 kasus, tahun 2008 sebanyak 685 kasus dan pada tahun 2009 sebanyak 348 kasus. Di Banyumas jumlah kasus tertinggi pada wilayah kerja Puskesmas Selatan. Tujuan penelitian peyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue berdasarkan waktu penyebaran,tempat penyebaran, penderitanya dan menggambarkan bagaimana cara pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue dari tahun 2005 sampai tahun 2009.
Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Deskriptif yaitu untuk menggambarkan tentang obyek penelitian mendasarkan pada variabel epidemiologi (waktu,tempat dan orang).
Hasil penelitian menunjukan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Purwokerto Selatan pada tahun 2005 sampai tahun 2009 berdasarkan    waktu kejadian tertinggi yaitu pada bulan Mei sejumlah 47 kasus, penyebaran penyakit Demam Berdarah berdasarkan tempat persebaran tertinggi adalah Kelurahan Berkoh yaitu 57 kasus,penyebaran penyakit Demam Berdarah berdasarkan pada penderita yaitu untuk umur kasus tertinggi penderita dengan umur 10-14tahun 47 kasus,jenis kelamin tertinggi yaitu laki–laki dengan 120 kasus, tingkat pendidikan terbanyak SD yaitu 81kasus, tingkat pekerjaan terbanyak  pelajar dengan 82 kasus.untuk cara pemberantasan Demam Berdarah telah dilakukan PSN dan abatisasi 3 bulan sekali, dan dilakukan penyuluhan kesehatan.
Kesimpulan  waktu kejadian tertinggi   kasus Demam Berdarah ada di bulan Mei,tempat persebaran tertinggi di Kelurahan Berkoh. Penderita umumnya berusia 10 sampai 14 tahun dengan jenis kelamin terbanyak laki – laki. Cara pemberantasanya dengan dilakukan PSN dan abatisasi 1bulan sekali. Saranya adalah peningkatan mutu penyuluhan,untuk masyarakat yaitu menjaga kebersihan lingkungan, melakukan kegiatan 3M, segera membawa ke puskesmas terdekat/RS apabila ditemukan tanda–tanda penyakit Demam Berdarah Dengue.

Daftar bacaan : 21 (1992-2008)
Kata kunci      : Penyakit Demam Berdarah Dengue
Klasifikasi      :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar