Senin, 16 Desember 2013

STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN UDARA SEBELUM DAN SESUDAH DIDESINFEKSI DI KAMAR ISOLASI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2012

Abstrak
Ayu Dwi Arini Putri  ( putriayudwiarini@yahoo.co.id )
STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN UDARA SEBELUM DAN SESUDAH DIDESINFEKSI DI KAMAR ISOLASI RUANG DAHLIA RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2012
xii + 69 halaman : gambar, tabel, lampiran

RSUD Prof. Dr .Margono Soekarjo Purwokerto merupakan rumah sakit milik Propinsi Jawa Tengah kelas B pendidikan, terdiri dari 498 kamar tidur dengan nilai BOR  ( Bed Occupancy Rate) 98,95%  ( Maret 2012) . Lingkungan rumah sakit merupakan sumber potensi terjadinya infeksi pada pasien, staf maupun pengunjung, termasuk kamar isolasi dahlia yang merupakan kamar perawatan untuk penyakit dalam perempuan seperti TBC Paru yang berpotensi terjadi infeksi nosokomial melalui udara.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan angka kuman di udara sebelum dan sesudah didesinfeksi di kamar isolasi dahlia.
Metode penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan crosssectional. Jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas  ( desinfeksi ) , variabel terikat  ( angka kuman udara) , variabel pengganggu  ( suhu, kelembaban, pencahayaan, luas ventilasi dan sarana sanitasi ruangan ) . Analisis data dengan tes Walsh.
Hasil pemeriksaan, rata-rata angka kuman udara sebelum desinfeksi 69 CFU/m3, sesudah desinfeksi 11 CFU/m3, menurut KepMenkes RI No 1204/Menkes/SK/X/2004 untuk angka kuman di ruang perawatan 200-300 CFU/m. Prosentase penurunan 83,57%. Rata-rata suhu sebelum desinfeksi 29,1C, sesudah desinfeksi 29,2C. Rata-rata kelembaban sebelum desinfeksi 66,5%, sesudah desinfeksi 66,8%. Rata-rata pencahayaan buatan sebelum desinfeksi 108 lux, sesudah desinfeksi 109 lux. Rata-rata luas ventilasi sebelum dan sesudah desinfeksi 0,9 m2. Sanitasi ruangan kamar isolasi dahlia termasuk katagori baik  ( 83,3% ) . Berdasarkan tes Wals diperoleh d1 ( 11)  > 0 maka H ditolak karena nilai p = 0,062 atau signifikansi.0
Peneliti menyimpulkan proses desinfeksi ruangan dengan bahan Polihexametilen biguanida hidroklorida dapat menurunkan jumlah angka kuman di udara. Peneliti menyarankan agar tetap melakukan desinfeksi ruangan dengan bahan Polihexametilen biguanida hidroklorida, serta untuk peneliti lain dapat menggunakan bahan desinfeksi yang berbeda untuk menurunkan angka kuman dan lebih memperbanyak jumlah sampel.

Kepustakaan : 25  ( 1992-2012)
Kata kunci    : Rumah sakit, kuman udara, desinfeksi
Klasifikasi     : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar