Selasa, 24 Desember 2013

STUDI DESKRIPTIF KEADAAN SANITASI RUMAH PENDERITA PENYAKIT TB PARU BTA (+) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang  
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2012

Abstrak
Elita Rokhmatun Naeli Email: eronnaeli@yahoo.com
STUDI DESKRIPTIF KEADAAN SANITASI RUMAH PENDERITA PENYAKIT TB PARU BTA (+) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012
 xviii + 55 halaman: gambar, tabel, lampiran  

Berdasarkan Laporan Triwulan Penemuan Kasus Baru BTA (+) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas jumlah kasus TB Paru terbanyak adalah di Kecamatan Kembaran khususnya di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran. Oleh karena itu perlu dilakukan observasi agar mengetahui penyebab timbulnya penyakit TB Paru yang meliputi luas ventilasi, pencahayaan, kelembaban, suhu, kondisi dinding, kondisi lantai, serta kepadatan hunian ruang tidur. 
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional yaitu dengan mendeskripsikan variabel-variabel penelitian dengan cara melakukan observasional pada kondisi sanitasi rumah penderita TB Paru BTA (+). Variabelvariabel penelitian yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi kemudian dibandingkan dengan standar dan peraturan yang berlaku yaitu KEPMENKES No. 829 Tahun 1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 45 rumah Penderita TB Paru BTA (+) di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran memiliki kondisi yang kurang baik karena kurangnya kesadaran penghuni akan pentingnya rumah sehat, dan pola hidup sehat yang tidak diterapkan oleh warga masyarakat.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada 45 rumah penderita TB Paru BTA (+) di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran dikategorikan sebagai rumah tidak sehat dengan kriteria rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan. Saran yang dapat diberikan untuk responden yaitu sebaiknya untuk lebih memperhatikan sirkulasi udara, pencahayaan, kelembaban dan suhu ruangan serta dengan menjalin kerjasama dengan pihak Puskesmas wilayah tersebut dalam hal menjaga lingkungan dan perilaku hidup sehat agar penyebaran penyakit TB Paru tidak semakin meluas. 

Daftar Bacaan : 24 (1984-2012)
Kata Kunci     : Sanitasi Rumah-TB Paru
Klasifikasi       :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar