Senin, 16 Desember 2013

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkunga
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2012

Abstrak 
Aghnia Izzatul Laili (izza_funny92@yahoo.com)
DESKRIPSI HYGIENE SANITASI PEMBUATAN BAKSO PADA PEDAGANG BAKSO DI PASAR INDUK BREBES DI KECAMATAN BREBES TAHUN 2012,
 XVI + 69 halaman : gambar, tabel, Lampiran 

Makanan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kesehatan masyarakat. Makanan yang menarik, nikmat dan tinggi gizinya akan menjadi tidak berarti sama sekali jika tidak aman untuk dikonsumsi, ini dapat disebabkan karena makanan dapat sebagai perantara untuk pertumbuhan mikrorganisme patogenik dan organisme lain penyebab penyakit. Keadaan sanitasi pembuatan bakso pada pedagang bakso di Pasar Induk Brebes terdapat permasalahan dalam personal hygiene penjamah makanan pada saat pengolahan bakso. Dari keenam prinsip hygiene sanitasi makanan dan peran penjamah makanan tersebut, ditujukan untuk mencapai tujuan tersedianya makanan yang sehat bagi masyarakat.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hygiene sanitasi pembuatan bakso pada pedagang bakso dan mengukur jumlah mikroba ALT (Angka Lempeng Total).
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu untuk memperoleh gambaran secara objektif tentang sanitasi tempat pembuatan bakso pada pedagang bakso di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes dengan cara pengambilan data menggunakan instrument ceklist, dafar pertanyaan dan uji laboratorium. 
Hasil inspeksi hygiene sanitasi pembuatan bakso dari 10 pedagang bakso seluruhnya masuk dalam kategori memenuhi syarat (≥76%). Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) dari 10 sampel yang diambil seluruhnya memenuhi syarat Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia Dalam Makanan untuk jenis makanan Daging olahan dan Daging ayam olahan (bakso, sosis, naget, burger) bahwa Angka Lempeng Total batas maksimum makanan adalah 1 x 105 koloni/g.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah hygiene sanitasi pembuatan bakso rata-rata memenuhi syarat 82,68 %, kualitas makanan secara organoleptik sudah memenuhi syarat 100% dan kualitas makanan secara mikrobiologi ratarata sudah memenuhi syarat. Saran yang dapat diberikan bagi pemilik yaitu disediakan celemek, tempat khusus penyimpanan bahan, tempat pengolahan yang bersih, alat pengangkutan berpenutup, pencucian menggunakan air yang mengalir. Saran bagi Dinas Kesehatan mengadakan penyuluhan tentang hygiene sanitasi makanan dan pemeriksaan kesehatan setiap 3 bulan sekali.

Daftar Bacaan : (1995-2010)
Kata Kunci      : Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman
Klasifikasi        :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar