Senin, 16 Desember 2013

FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH PUSKESMAS BANJARNEGARA



Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purweokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2012

Abstrak

 Irna Uswatul Hasanah (dudud_irna@yahoo.com)
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH PUSKESMAS BANJARNEGARA 1 KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012
xvi + 105 halaman: gambar, tabel, lampiran

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan terutama melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Berdasarkan laporan Puskesmas Banjarnegara 1 jumlah kasus DBD pada bulan Januari sampai bulan Mei tahun 2012 tercatat 29 kasus.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran lingkungan fisik rumah dengan kejadian DBD dan mengetahui hubungan antara ruang gelap, kondisi ventilasi rumah, tempat penampungan air dan pemasangan kawat kasa dengan kejadian penyakit DBD di wilayah Puskesmas Banjarnegara 1 tahun 2012. 
Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional desain case control untuk ukuran risiko (OR) dengan memilih kasus yang menderita DBD dengan kontrol yang tidak DBD di wilayah Puskesmas Banjarnegara 1 tahun 2012. Sampel kasus adalah semua penderita DBD di wilayah Puskesmas Banjarnegara 1 (29 penderita). Sampel kontrol adalah tetangga penderita yang tidak menderita DBD (45 responden) dengan jarak rumah radius ±100 m.
Hasil penelitian dari 29 penderita, 24,14% terdapat ruang gelap dalam rumah, 34,48% ventilasi yang memenuhi syarat (≥10% dari luas lantai), 72,41% tempat penampungan air yang memenuhi syarat (berpenutup dan bersih), 13,79% terdapat kawat kasa. Kondisi ruang gelap tidak ada hubungan dengan kejadian DBD dan merupakan faktor risiko. Ada hubungan ventilasi dengan kejadian DBD (X2=7,114; p=0,008; (OR=4,207 CI=1,560-11,348)) dan mempunyai risiko tinggi. Ada hubungan tempat penampungan air dengan kejadian DBD (X2=6,222; p=0,013; (OR=8,190 CI=1,597-42,012)) dan mempunyai risiko tinggi. Kondisi pemasangan kawat kasa tidak ada hubungan dengan kejadian DBD dan merupakan faktor risiko.
Kesimpulan penilitian ini adalah adanya hubungan antara ventilasi rumah dan tempat penampungan air dengan kejadian DBD. Saran kepada masyarakat adalah menambah ventilasi untuk sirkulasi udara agar tidak lembab, selalu membersihkan tempat penampungan air minimal seminggu sekali.

Daftar bacaan
: 24 (2004 - 2011)
Kata kunci
: Lingkungan, Fisik, Rumah, DBD
Klasifikasi
Full text
: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar