Senin, 16 Desember 2013

STUDI KADAR MERKURI (Hg) PADA AIR SUNGAI TAJUM SEKITAR PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
 Karya Tulis Ilmiah, Juni 2012

ABSTRAK 
Tri Sofiana (Sofia_lens@yahoo.com)
STUDI KADAR MERKURI (Hg) PADA AIR SUNGAI TAJUM SEKITAR PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DESA PANINGKABAN KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012 
xvi + 96 halaman : halaman, gambar, tabel, lampiran

 Kegiatan penambangan emas di Desa Paningkaban dilakukan dengan
cara tradisional dengan peralatan seadanya, yaitu dengan sistem tambang bawah tanah. Sistem  pengolahannya dengan menggunakan merkuri yang berpotensi untuk menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah hasil penambangan sebagian dibuang ke Sungai Tajum, Sungai tajum merupakan sungai yang mempunyai peranan besar bagi masyarakat Desa Paningkaban.
Tujuan pemelitian ini adalah untuk mengetahui kadar merkuri (Hg) pada air sungai Tajum dan membandingkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Metode penelitian ini adalah deskriptif yaitu menggambarkan kadar merkuri (Hg) yang terdapat pada Air Sungai Tajum dan membandingkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 
Hasil penelitian kadar merkuri (Hg) pada sampel air sungai Tajum pada jarak 50 m sebelum kawasan penambangan adalah 0,00458 ppm, pada titik pembuangan limbah 0,0144 ppm, pada tempat pembuangan limbah (sumber) 0,0438 ppm, pada jarak 50 m setelah kawasan penambangan emas Desa Paningkaban 0,00641 ppm. Dengan jumlah pemakaian merkuri per hari mencapai 1-3 Kg dan limbah yang dibuang 77,52-593,695 liter per hari. Dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, kadar merkuri (Hg) pada air air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut adalah 0,002 mg/l. 
Kesimpulan bahwa kadar merkuri pada ke empat titik sampel sudah melebihi standar baku mutu merkuri (Hg) pada air. Disarankan Pemerintah Desa Paningkaban sebaiknya lebih mengawasi penggunaan merkuri dan pembuangan limbah pada penambangan emas. Penambang membuat tempat penampungan limbah dengan sistem fito remidiasi. 

Daftar Bacaan    : 21 (1991-2011)
Kata Kunci         : Merkuri
Klasifikasi           : -
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar