Senin, 16 Desember 2013

STUDI EFEKTIFITAS PROSES STERILISASI DALAM MENURUNKAN ANGKA KUMAN ALAT SET MEDIKASI DI RUMAH SAKIT

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2012

Abstrak 
Catur Wahyuni Agus Rintina (t_yn422@yahoo.co.id)
STUDI EFEKTIFITAS PROSES STERILISASI DALAM MENURUNKAN ANGKA KUMAN ALAT SET MEDIKASI DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG TAHUN 2012 
XV + 61 halaman: gambar, tabel, lampiran

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong adalah rumah sakit Swasta Madya Type C yang memberikan pelayanan medis 24 jam. Kapasitas tempat tidur sebanyak 186 dengan angka BOR (Bed Occupancy Rate) 74,75%. Upaya  mencegah terjadinya infeksi nosokomial dari alat medis salah satunya yaitu dengan proses sterilisasi yang di dalamnya terdapat proses desinfeksi cara kimia dan pemanasan panas kering.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas proses sterilisasi untuk menurunkan angka kuman alat set medikasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong. 
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas (desinfeksi dengan cara kimia, pemanasan menggunakan oven), variabel terikat (angka kuman alat medis), variabel pengganggu (desinfeksi: lamanya perendaman, dosis desinfektan dan kualitas desinfektan, pemanasan menggunakan oven: lamanya di oven, suhu oven dan kualitas oven). Sampel yang diambil yaitu alat set medikasi yang terdiri dari lima alat medis. Analisis data menggunakan uji Paired T test (pre-post).  
Berdasarkan hasil pemeriksaan, rata-rata angka kuman alat set medikasi sebelum desinfeksi 49 koloni/m2, sesudah desinfeksi 0 koloni/m dan sesudah pengovenan 0 koloni/m2. Analisis data statistik dengan uji paired T test sebelum desinfeksi dan sesudah desinfeksi menghasilkan nilai signifikasi 0,00, dimana sig < 0,05 sehingga Ho ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan. Sebelum desinfeksi dan sesudah pengovenan nilai signifikasi 0,00, dimana sig < 0,05 sehingga Ho ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan. Proses sterilisasi alat set medikasi di RS PKU Muhammadiyah Gombong setelah mendapat perlakuan desinfeksi  menggunakan desinfektan X dan pemanasan kering menggunakan oven mengalami penurunan, dikatakan efektif karena efektifitasnya mencapai 100%. 
Peneliti menyimpulkan pemberian desinfektan dengan bahan aktif Hidrokhlorida dan proses pengovenan terjadi efisiensi penurunan angka kuman sampai 100 %. Peneliti menyarankan untuk tetap menggunakannya tetapi harus selalu mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang benar dan pemeriksaan angka kuman secara berkala. 

Kepustakaan  : 29 (1992-2012)
Kata Kunci     : Rumah Sakit, Kuman, Desinfeksi, Sterilisasi
Klasifikasi       : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar