Selasa, 17 Desember 2013

STUDI HUBUNGAN PEMANFAATAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN DIARE

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan  Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2012 

Abstrak 
Raswati (rasy.wati@yahoo.co.id)
STUDI HUBUNGAN PEMANFAATAN JAMBAN   DENGAN KEJADIAN DIARE  DI DESA KARANGJAMBE KECAMATAN PADAMARA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2012
XVI + 87 halaman, tabel, lampiran gambar.

Diare adalah buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya, lebih dari tiga kali sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan jamban, mendeskripsikan kasus diare, mengetahui hubungan pemanfaatan jamban dengan kejadian diare di Desa Karangjambe Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga.
Jenis penelitian yang digunakan  adalah observasional analitik dengan Chi  square dengan rancangan Case  control. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 kasus diare dan 20 kontrol diare dari data bulan Febuari  Maret. Analisis data digunkan analisis Univariat dan Bivariat.
Hasil penelitian berdasarkan Univariat menunjukkan bahwa faktor kepemilikan  jamban responden kelompok kasus 45% tidak memilik jamban, dari kelompok kontrol 85% memiliki jamban. Pada faktor pemanfaatan jamban responden kasus 60% tidak memanfaatkan jamban, dan dari kelompok kontrol 75% memanfatkan jamban. Pada faktor perilaku membuang air besar dari kelompok kasus 60% buang air besar di sungai, dan dari kelompok kontrol 70% buang air besar di jamban. Hasil Bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare, berdasarkan perhitungan diperoleh nilai X2 hitung = 5,013 dan p ( Assymp. Sign) = 0,025 ( p < α 0,05 ) uji  =0,354 nilai OR = 4,500.(95% CI= 1,166  17,373).
Kesimpulan dari penelitian  didapatkan hasil responden dari kelompok kasus diare 60% tidak memanfaatkan jamban, 40% memanfaatkan jamban, dari kelompok kontrol 25% tidak memanfaatkan jamban, 75% memanfaatkan jamban. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan jamban dengan kejadian diare. Disarankan masyarakat membuat jamban sendiri atau berkelompok dengan tetangga sebagai sarana buang air besar sesuai dengan persyaratan jamban sehat, diharapkan masyarakat memanfaatkan jamban tersebut sebagai sarana buang air besar, sebaiknya masyarakat merawat jamban secara berkala. Pemerintah diharapkan memberi dorongan kepada warganya untuk membangun WC sediri dan memanfaatkan jamban sebagai sarana buang air besar, meningkatkan frekuensi penyuluhan yang berhubungan dengan diare dan pentingnya memanfaatkan jamban.

Daftar bacaan  : 30 (1991  2012
Kata kunci       : Pemanfaatan jamban
Klasifikasi        : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar