Senin, 31 Oktober 2016

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Purwokerto Karya Tulis Ilmiah, 13 Juli 2016 

Abstrak 
Lulu Nuryani (lulu.nuryani1474@gmail.com)
INTENSITAS PENCAHAYAAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2016 
XIV + 108 halaman: gambar, tabel, lampiran

Pencahayaan merupakan salah satu faktor lingkungan fisik yang ada di rumah sakit. Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati merupakan rumah sakit rujukan yang ada di Jawa Barat bagian Timur dan merupakan rumah sakit kelas B (Pendidikan).Visi RSUD Gunung Jati adalah menjadi rumah sakit kelas A tahun 2018. Maka diperlukannya pengukuran intensitas pencahayaan sebagai salah satu kegiatan untuk akreditasi rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui intensitas pencahayaan di ruang perawatan RSUD Gunung Jati tahun 2016. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan pengukuran. 
Hasil pengumpulan data diolah dengan metode deskriptif. Data dianalisis secara univariat dengan cara menganalisis data dalam tabel. Penelitian ini didapatkan hasil yaitu ada 10 ruang perawatan yang dilakukan pengukuran, yaitu : Ruang Cakrabuana, Ruang Nyimas Gandasari, Ruang Pakungwati, Ruang Kian Santang, Ruang Prabu Siliwangi, Ruang Mawar, Ruang Soka, Ruang Melati, Ruang Anyelir, dan Ruang Kemuning. Hasil pengukuran saat tidak tidur nilai tertinggi terdapat di Ruang Prabu Siliwangi sebesar 169 lux, dan hasil terendah terdapat di Ruang Melati sebesar 70 lux. Pada pengukuran saat tidur nilai tertinggi terdapat di Ruang Prabu Siliwangi sebesar 114 lux dan nilai terendah terdapat di Ruang Melati sebesar 40 lux. Menurut PERMENKES 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Lingkungan Fisik Rumah Sakit untuk pengukuran di ruang perawatan pada saat tidur adalah 100-200 lux dan pada saat tidur adalah 100 - 200 lux dan pada saat tidur adalah
Full Text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar