Senin, 31 Oktober 2016

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2016

Abstrak
Ulfah Kusuma Wardhani (ulfahkusumawardhani@yahoo.com)
DESKRIPSI BIONOMIK NYAMUK Anopheles SppDI WILAYAH KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016
xvii + 92 halaman: gambar, tabel, lampiran

Kondisi Desa Cibenda yang berada di dataran rendah dan berbatasan langsung dengan pantai yang menjadi muara sungai dan perairan Samudera Indonesia memungkinkan nyamuk Anopheles Spp untuk berkembangbiak, karakteristik umum habitat yang ditemukan adalah berupa rawa-rawa, kolam bekas tambak udang, lahan pertanian atau persawahan yang mendominasi juga habitat ideal bagi beberapa nyamuk Anopheles lain. Tujuan penelitian ini ialah Mendeskripsikanbionomik nyamuk Anopheles Sppdi wilayah Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran tahun 2016.
Metode penelitian menggunakan metodeobservasional dengan menggambarkan atau mengamati bionomik nyamuk Anopheles Spp di wilayah Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pengamatan nyamukyang dilakukan mulai pukul 18.00-24.00 WIB dengan metode penangkapan nyamuk hinggap HLC (Human landing Collection) di dalam dan di luar rumah oleh 6 orang kolektor. Penangkapan dilakukan selama 40 menit, dilanjutkan dengan penangkapan nyamuk yang istirahat di dinding dalam rumah dan di sekitar kandang ternak (kerbau atau sapi) selama 10 menit.
Hasil penelitian mengenai deskripsi bionomik nyamuk Anopheles Spp di wilayah Kecamatan Parigi yaitu di temukan 3 spesies nyamuk diantaranya An.vagus, An.barbirostris dan An.subpictus. Setiap habitat didominasi oleh kolam bekas tambak udang, muara sungai, persawahan tadah hujan, yang kondisinya sangat ideal untuk tempat perindukan.
Menurut penelitian dapat disimpulkanbahwakarakteristik lingkungan Desa Cibenda Kecamatan Parigi merupakan habitat yang ideal bagi perkembangbiakan Anopheles Sppdan fauna yang ditemukan diantaranya An.vagus 42 ekor (85,7%), An.barbirostris 6 ekor (12,3%) dan An.subpictus 1 ekor (2%). Oleh sebab itu disarankan bagi pemerintah hendaknya lebih meningkatkan kewaspadaan dini dan program kesehatan dalam mengendalikan penyakit malaria baik melalui penyuluhan kepada masyarakat maupun pengelola lingkungan yang dapat menjadi tempat perkembangan vektor malaria.

Daftar Bacaan : 32 (1979 – 2015)
Kata Kunci     : Nyamuk Anopheles Spp, Malaria
Klasifikasi       : -
Full Text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar