Selasa, 06 Oktober 2020

HYGIENE SANITASI PEMBUATAN KETUPAT IBU “S” DESA BUKATEJA KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Tugas Akhir, Mei 2020

Abstrak
Ega Puspita Audiyana (egapuspita627@gmail.com)
HYGIENE SANITASI PEMBUATAN KETUPAT IBU “S” DESA BUKATEJA KECAMATAN
BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA
TAHUN 2020
xviii + 75 halaman :gambar, tabel, lampiran.

Latar belakang masalah makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk dapat melangsungkan kehidupan selain kebutuhan sandang dan perumahan. Makanan selain mengandung milai gizi juga merupakan media untuk berkembangbiaknya mikroba atau kuman terutama makanan yang mudah membusuk yaitu makanan yang banyak mengandung kadar air serta nilai protein yang tinggi. (Depkes RI, 2006, h.58). Kasus penyakit bawaan makanan (foodborne disease) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain kebiasaan mengolah makanan secara tradisional, penyimpanan dan penyajian yang tidak bersih dan tidak memenuhi persyaratan hygiene (Fathonah S, 2005) (Fajriansyah, 2017, h.14). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hygiene sanitasi pembuatan ketupat Ibu “S” di Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data dengan data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada pemilik industry ketupat serta uji laboratorium terhadap hasil produksi ketupat di Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Purbalingga, serta data sekunder diperoleh dari pemilik industry ketupat di Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan penilaian sanitasi pada proses pemilihan bahan makanan, penyimpanan makanan, pengangkutan makanan, bahan makanan, kualitas makanan secara organoleptic, biologis, maupun kimia secara formalin dan boraks memenuhi syarat karena memperoleh skor ≥60%. Hygiene sanitasi, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penjamah makanan, peralatan pengolah makanan, tempat pengolahan makanan, fasilitas sanitasi tidak memenuhi syarat karena memperoleh skor <60%. Kesimpulan penelitian ini yaitu pembuatan ketupat Ibu “S” di Desa Bukateja Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga tidak memenuhi syarat. Permasalahan hygiene sanitasidapat diatasi dengan Menyediakan pakaian kerja, menyediakan wadah bahan makanan yang tertutup sehingga tidak terjadi potensi pencemaran terhadap beras, lantai sebaiknya dipasang keramik, disediakan tempat sampah yang tertutup dan kedap air, pencucian menggunakan air mengalir dan memenuhi persyaratan air bersih, mengikutsertakan penjamah dalam pelatihan hygiene sanitasi makanan, menyediakan wastafel pada tempat yang tidak jauh dari pengolahan ketupat, kondisi fisik bangunan diperbaiki untuk menghindari potensi pencemaran.

Daftar bacaan : 23 (2003-2020)
Kata Kunci     : hygiene sanitasi, Ketupat, Kesehatan Lingkungan
Klasifikasi      : -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar