Rabu, 16 April 2014

STUDI KEADAAN SANITASI RUMAH PENDERITA PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI DESA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi D III Kesehatan Lingkungan
                                                                                                                 Karya Tulis Ilmiah,   Juli 2010 

Abstrak 
TRI ARIYATI (aryyati@yahoo.co.id)

STUDI KEADAAN SANITASI RUMAH PENDERITA PENYAKIT ISPA 
PADA BALITA DI DESA GEMBONG KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI TAHUN 2010.

xii + 58 halaman: lampiran, tabel  

Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal dan berkesinambungan terus digalakkan, salah satunya adalah untuk menurunkan angka kesakitan. ISPA merupakan penyakit yang banyak dijumpai didaerah atau Negara seperti Indonesia. Hai ini didukung karena kondisi kesehatan lingkungan yang kurang baik. Desa Gembong merupakan wilayah yang angka kesakitan penyakit ISPA cukup tinggi mencapai 158 penderita. Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui aspek kesehatan lingkungan yang mempengaruhi terjadinya penyakit ISPA di Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan mengambil subyek sampel penelitian sebanyak 32 rumah dari 158 sampel,  diperoleh dari 20% dari subyek sampel penelitian dan menganalisis hasil menggunakan analisis tabel. 
Hasil penelitian menunjuk terhadap penderita penyakit ISPA yang ada di Desa Gembong, diketahui kelembaban memenuhi syarat (0%), pencahayaan alami yang memenuhi syarat (43,75%), kondisi ventilasi yang memenuhi syarat adalah (37,5%), suhu yang memenuhi syarat sebanyak (100%), kepadatan penghuni yang memenuhi syarat (68,75%), lantai yang memenuhi syarat  (87,5%). Hal tersebut menunjukkan tingginya angka kesakitan penyakit ISPA di Desa Gembong dipengaruhi oleh aspek-aspek kesehatan lingkungan.  Kesimpulan pemeriksaan sanitasi rumah penderita ISPA dikategorikan belum memenuhi syrat dalam aspek kesehatan lingkungannya, peneliti menyarankan agar pihak puskesmas lebih giat dalam melakukan penyuluhan kesehatan lingkungan dan melakukan pengawasan aspek physiologis rumah dan PHBS. Masyarakat harus ikut berpartisipasi aktif untuk meningkatkan kesehatan lingkungan desanya sendiri.  

Daftar bacaan : 20 (1986 – 2010)
Kata Kunci     : ISPA
Klasifikasi      :     - 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar