Senin, 11 November 2013

KAJIAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PT. ARUMBAI KASEMBADAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2013


Abstrak
Amrizal Nur Fahmi (amriee_freeakz@yahoo.com)
KAJIAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PT. ARUMBAI  KASEMBADAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS
XV+15 Halaman : Gambar, Tabel, Lampiran

PT. Arumbai Kasembadan adalah sebuah pabrik kayu olahan dengan produk laminated board dan barecore dari kayu bulat dan gergajian sengon (kayu rakyat) dengan pasar ekspor ke Jepang. PT Arumbai Kasembadan Somagede sebagai salah satu industri yang tidak terlepas dari aktivitas yang melibatkan tenaga kerja, alat, metode, biaya, dan material serta waktu yang cukup besar. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai dengan PP No. 50 tahun 2012.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan SMK3 pada PT Arumbai Kasembadan Somagede yang meliputi penerapan pembangunan dan pemeliharaan komitmen, strategi pendokumentasian , peninjauan ulang desain dan kontrak, pengendalian dokumen, pembelian, keamanan bekerja berdasarkan SMK3, standar pemantauan K3, pelaporan dan perbaikan, pengelolaan material dan perpindahannya, pengumpulan dan penggunaan data, audit SMK3 Menganalisis, pengembangan ketrampilan dan kemampuan karyawan yang disesuaikan dengan PP No. 50 tahun 2012
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data lapangan dengan checklist dan di sesuiakan dengan PP No. 50 tahun 2012.
Hasil penelitian menunjukan PT. Arumbai Kasembadan termasuk dalam kategori baik dengan hasil 68,67 %. PT. Arumbai secara umum sudah menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, 68,67 % masalah yang terjadi adalah pelaksanaan dan pemantauan yang kurang efektif. Kesimpulan dari penelitian ini, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan pada PT. Arumbai 68,67 % sudah diterapkan dan termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan PP No. 50 tahun 2012 PT. Arumbai Kasembadan disarankan agar mempunyai ahli keselamatan dan kesehatan kerja agar pelaksanaan dan pemantauan dapat berjalan lebih efektif.

Daftar bacaan   : 13 (1997-2012)
Kata kunci        : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN       KESEHATAN KERJA

STUDI SANITASI RUMAH KOS DAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) PENGHUNI KOS DI KELURAHAN GRENDENG KEC. PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2013

Abstrak
Nirma Septyani (nirma.septyani@yahoo.com)
STUDI SANITASI RUMAH KOS DAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) PENGHUNI KOS DI KELURAHAN GRENDENG KEC. PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013
xvi+59 halaman : Lampiran, tabel, gambar  

Rumah kos adalah suatu rumah/kamar yang disewakan oleh pemiliknya, agar tidak terjadi penularan penyakit dan menurunnya kualitas lingkungan maka diperlukan sanitasi di rumah kos. Sedangkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) penghuni kos harus baik agar penghuni kos sehat.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sanitasi rumah kos dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) penghuni kos di Kelurahan Grendeng Kec. Purwokerto Utara. 
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara observasi, pengukuran dan wawancara. Subyek penelitian ini adalah rumah kos di Kelurahan Grendeng Kec. Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas dengan sampel sebanyak 32 rumah kos beserta penghuninya 225 orang. 
Hasil penelitian secara umum kondisi sanitasi rumah kos di Kelurahan Grendeng Kec. Purwokerto Utara termasuk dalam kategori memenuhi syarat yaitu dengan nilai rata-rata 92,95%, Sedangkan untuk penilaian Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) penghuni kos termasuk dalam kategori memenuhi syarat yaitu dengan hasil nilai rata-rata 98,22%. 
Simpulan penelitian adalah secara umum kondisi sanitasi rumah kos dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) penghuni kos memenuhi syarat, namun ada beberapa aspek yang belum sesuai dengan standar kesehatan yaitu ventilasi yang 100% belum memenuhi syarat serta beberapa penghuni kos yang belum berperilaku hidup bersih sehat. Disarankan untuk pemilik kos memasang exhouster pada kamar kos agar sirkulasi udara lancar, memasang genteng kaca agar cahaya dapat masuk, mengganti tempat sampah dengan yang berpenutup dan kedap air, serta penyuluhan tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) penghuni kos oleh dinas terkait. 

Daftar Bacaan : 18 (1999-2013)
Kata Kunci      : Sanitasi, rumah kos, perilaku hidup bersih sehat

STUDI PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA HS DI FOC I (FUEL OIL COMPLEX) I PT. PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT IV CILACAP 2013


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program D III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, 25 Juni 2013

Abstrak
Dian Amrina (dianamrina34@yahoo.co.id) 
STUDI PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA HS DI FOC I (FUEL OIL COMPLEX) I PT. PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT IV CILACAP 2013 
xvii + 79 halaman, tabel, gambar, lampiran 

Industri perminyakan berpotensi menimbulkan bahaya paparan gas HS dan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko di PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap merupakan hal yang wajib dilaksanakan sesuai ketentuan dari OHSAS 18001 untuk meminimalisir kecelakaan kerja. 
Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko bahan kimia berbahaya HS yang ada di unit FOC I PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2012. Subyek penelitian ini adalah identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko paparan gas H
S di Unit FOC I PT. Pertamina RU IV Cilacap. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data disajikan dalam bentuk tabel, gambar, diagram dan narasi
Hasil penelitian ini yaitu potensi bahaya yang ada berasal dari bahan, alat atau mesin, cara kerja, proses produksi, dan lingkungan kerja (lingkungan kimia) berupa konsentrasi gas HS. Penilaian risiko tinggi apabila nilai risikonya 15-25 adalah kebakaran dan ledakan dengan nilai 25 dan 20, risiko sedang 6-12 adalah paparan gas dan kebocoran gas dengan nilai 12 dan 6, risiko rendah apabila nilai risikonya 1-5 adalah korosi dan bau gas dengan nilai 4. Upaya pengendalian risiko yang diterapkan adalah dengan teknis, administratif, dan APD
Peneliti menyimpulkan potensi bahaya yang ada berasal dari bahan, alat atau mesin, cara kerja, proses produksi, dan lingkungan kerja (lingkungan kimia). Upaya pengendalian risiko yang sudah diterapkan adalah pengendalian teknis, administratif, dan APD pada pekerja. Disarankan melakukan perbaikan dan perawatan pada mesin dan pipa yang korosif minimal 1 bulan sekali, peralatan yang tidak memenuhi syarat segera diperbaiki, diadakan penyuluhan tentang kesehatan dan pentingnya APD setiap bulannnya.   

Daftar bacaan : 1971-2013 (14) 
Kata kunci      : HIRARC, HS 
Klasifikasi       : -
Full text

STUDI HYGIENE SANITASI MAKANAN INDUSTRI SOHUN PT. NAGA SAKTI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program D III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2013

Abstrak
Farah Tifani
STUDI HYGIENE SANITASI MAKANAN INDUSTRI SOHUN PT. NAGA SAKTI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
xvi + 75 halaman : gambar, tabel, lampiran     

Sohun merupakan makanan sejenis mi yang biasanya digunakan dalam campuran pembuatan bakso atau soto serta makanan lainnya. Makanan ini sangat digemari orang Indonesia. Sanitasi di industri sohun PT. Naga Sakti tempat pengolahan masih kurang baik. Selain itu juga personal hygiene penjamah kurang baik dan pembuatan sohun diduga menggunakan kaporit sebagai pemutih tepung (pati). Lazimnya kaporit berfungsi sebagai desinfektan untuk air. 
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hygiene sanitasi  pembuatan sohun pada Industri Sohun PT. Naga Sakti, Mengetahui penerapan enam prinsip hygiene pembuatan sohun, Untuk mengetahui penambahan zat kaporit pada pembuatan sohun.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan dengan cara melakukan penelitian di laboratorium untuk mengetahui kadar kaporit pada sohun
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene penjamah kurang memenuhi syarat, secara umum pengelolaan sohun sudah memenuhi syarat tetapi pada sohun masih terdapat sisa kaporit, sehingga kualitas makanan secara kimia tidak memenuhi syarat.
Kesimpulannya secara umum pengelolaan sohun sudah memenuhi syarat tetapi personal hygiene penjamah belum memenuhi syarat dan masih terdapat sisa kaporit pada sohun.  Penulis menyarankan agar personal hygiene penjamah diperbaiki dan dalam pembuatan sohun jangan menggunakan kaporit sebagai pemutih tetapi menggunakan bahan pemutih yang diperbolehkan menurut SNI 01-0222-1995 bahan pemutih yang diperbolehkan  antara lain Asam Akorbat, Azodikarbonamida dan Kalsium Stearoil-2-laktilat.

Daftar bacaan  : 17 (1998 - 2012)
Kata kunci      : HSMM
Klasifikasi       : -

TINJAUAN SANITASI SEKOLAH PENDIDIKAN MENENGAH DI KECAMATAN KEBUMEN TAHUN 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Purwokerto Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2013 

Abstrak
Faela Anisatun Nufus (dhapa22@gmail.com)
TINJAUAN SANITASI SEKOLAH PENDIDIKAN MENENGAH DI KECAMATAN KEBUMEN TAHUN 2013
xvii + 92 halaman : Gambar, Tabel, Lampiran 

Sekolah Pendidikan Menengah yang ada di Kecamatan Kebumen yaitu SMK sebanyak 18 sekolah, MA sebanyak 5, SMA sebanyak 6 sekolah. Sekolah yang kurang baik sanitasinya dapat berpengaruh pada proses belajar mengajar, hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan misalnya menurunkan konsentrasi belajar, meningkatkan resiko penularan penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, diare dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi sanitasi Sekolah Pendidikan Menengah di Kecamatan Kebumen yang meliputi kondisi lingkungan dan bangunan sekolah, kondisi ruang kelas, sarana sanitasi dan pengendalian vektor.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu menggambarkan kondisi sanitasi sekolah Pendidikan Menengah di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Cara pengumpulan data yaitu observasi langsung dilapangan, wawancara serta dilakukan pengukuran, meliputi pengukuran pencahayaan, suhu, kelembaban dan ventilasi. 
Hasil penilaian pemenuhan persyaratan kesehatan secara umum yang mencakup seluruh aspek pada empat sekolah yang diamati belum memenuhi syarat Kepmenkes/RI/No 1429/MENKES/SK/XII/2006 yaitu meliputi kondisi lingkungan dan bangunan sekolah, kondisi ruang kelas, sarana sanitasi dan pengendalian vektor. Di dapatkan hasil pada SMK Nawa Bhakti Kebumen 73%(TMSK), SMK N 2 Kebumen 83,45%(MS), MAN 1 Kebumen 76,6%(MSK), SMA Muhammadiyah Kebumen 55,45%(TMSK).
Simpulan yang diambil terdapat 2 sekolah yang belum memenuhi persyaratan kesehatan yaitu SMK Nawa Bhakti Kebumen dan SMA Muhammadiyah Kebumen. 2 sekolah yang memenuhi persyaratan kesehatan yaitu SMK N 2 Kebumen dan MAN 1 Kebumen. Saran yang dapat di berikan adalah pengelola sekolah perlu menyediakan tempat sampah berpenutup, menambah luas lubang ventilasi, menambah penyediaan kamar mandi/jamban dan peturasan, menyediakan alat pemadam kebakaran.

Daftar bacaan  : 17 (1990-2012)
Kata kunci       : sanitasi 

EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOALAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2013

Abstrak 
Dian Endia Warni ( endiadian@yahoo.co.id)
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOALAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2013
xvi + 76 halaman : gambar, Tabel, Lampiran

RSUD Gunung Jati Kota Cirebon yang beroperasi sejak tahun 1921 dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 305 buah dengan Nilai BOR (Bed Occupancy Ratio) atau angka penggunaan tempat tidur mencapai 66,69% yang termasuk ideal. Pengolahan air limbah pada IPAL ditemukan beberapa parameter yang masih melebihi nilai baku mutu air limbah rumah sakit. Sehingga ingin diketahui bagaimana kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Debit air limbah yang dihasilkan dari hasil kegiatan setiao harinya rata-rata 126,3 m3/hari.
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja Instalasi Pengolahan air limbah (IPAL) di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah penelitian obsevasional dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan, wawancara terhadap pihak pengelola IPAL, dan perhitungan kinerja IPAL. 
Hasil penelitian menunjukan bahwa unit-unit pengolahan air limbah adalah pemisah lemak/minyak (fat/grease separator), bak kontrol, bak handget, bak communitor, bak summersible, bak aerasi, bak klorinasi, bak flokulasi, serta kolam indikator. Debit air limbah yang diolah adalah 126,3 m
/hari. Kualitas effluent pada air limbah seperti pH, suhu, BOD, COD, TSS sudah memenuhi syarat baku mutu air limbah rumah sakit menurut Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep.58/MENLH/12/1995, kecuali PO 43 2,90 mg/lt dan NH 0,18 mg/lt yang masih belum memenuhi syarat. Permasalahan yang terdapat pada IPAL yaitu kurangnya petugas pengoperasian terutama untuk malam hari, brlum terdapatnya bak pengolahan pendahuluan (Pre treatmen) pada ruangan Loundry, OK (Kamar Operasi), laboratorium, bak communitor yang tidak berfungsi, kurangnya dana untuk pengoperasian IPAL, dan belum optimalnya pengoperasian IPAL yang baru dioperasiakan hanya selama 12 jam/hari. Perhitungan kinerja IPAL yaitu dengan hasil Efisiensi penurunan BOD
65,52%, efisiensi penurunan SS 72,83%, F/M Ratio 0,01094 kg BOD/kg, kebutuhan Oksigen 82,36 m3/m3, dan SVI 30 ml/g. 
Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada RSUD Gunung Jati Kota Cirebon belum memuaskan/kurang baik. Saran untuk penelitian ini yaitu menambahkan petugas pengoperasian IPAL dan melakukan pengoperasian selama 24 jam/hari. 

Daftar bacaan : 17 ( 1995-2012)
Kata Kunci     : Limbah, IPAL, Rumah Sakit
Klasifikasi       : -  
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KESETAN LINGKUNGAN
KARYA TULIS ILMIAH, JULI 2013
 
ABSTRAK   
Eka Riyanti (Ekariyanti95@ymail.com)
TINJAUAN SANITASI DASAR PERMUKIMAN DI DESA PRIGI KECAMATAN SIGALUH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013
xvi+71 halaman: gambar, tabel, lampiran 

Masalah yang timbul akibat tingginya penyakit yang berbasis lingkungan di Indonesia pada umumnya adalah tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih, pemanfaatan jamban yang rendah, tercemarnya tanah, air dan udara karena limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian. Studi awal yang dilakukan di Desa Prigi Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara diperoleh data jumlah rumah sebanyak 992 rumah, rumah permanen 952 rumah, tidak permanen 18 rumah dan semi permanen 21 rumah. Kondisi pembuangan sampah di Desa Prigi sebagian masyarakat masih membuang sampah di kebun karena Desa Prigi belum mempunyai TPS, dan air bersih masih memanfaatkan sumber mata air pegunungan yang di tampung di bak penampungan air kemudian di alirkan kerumah-rumah dengan selang air tetapi masih ada yang
menggunakan sumur gali untuk kebutuhan sehari-hari. Tujuan peneliti adalah mendeskripsikan sanitasi dasar permukiman di Desa Prigi Kecamatan Sigaluh
Kabupaten Banjarnegara. Jenis  penelitian bersifat deskriptif dengan observasi langsung di lokasi penelitian.  Subjek penelitian ini adalah sanitasi dasar permukiman di Desa Prigi Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara. Jumlah sampel yang diteliti dibagi berdasarkan kelompok RW sebanyak 91 responden.
Hasil penelitian menunjukan penyediaan air bersih yaitu kualitas air bersih rumah tangga tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa (100,0%). Jarak sumber air bersih dari tempat pembuangan tinja lebih dari 15 m (2 rumah). Kondisi sarana air bersih tidak mempunyai risiko rendah (100,0%). Kondisi jamban keluarga seluruhnya kondisinya utuh dan berfungsi baik (100,0%). Jamban tidak mencemari sumber air minum (100,0%), tidak menjadi sumber penularan penyakit (100,0%), tidak menimbulkan bau busuk (100,0%), tidak merusak keindahan (100,0%) dan tidak menjadi makanan dan sarang vektor penyakit (100,0%). Kondisi fisik sarana pembuangan sampah utuh dan berfungsi baik serta terawat (100,0%). Sampah terwadahi, tidak ada sampah yang berserakan di lantai (28 rumah) dan yang mencukupi (35 rumah). Pembuangan tempat sampah yang tertutup (56 rumah), kedap air (84 rumah) dan yang mudah dibersihkan (85 rumah). Kebersihan rumah dan pekarangan yang tidak terdapat sampah berserakan di halaman (58 rumah). Kondisi fisik pembuangan air limbah utuh dan berfungsi dengan baik (100,0%). Saluran air limbah yang tertutup (15 rumah). Pembuangan akhir dari air limbah di septictank dan sumur peresapan (10 rumah). Menurut penilaian Suharsimi Arikunto kondisi sanitasi dasar permukiman di desa Prigi yaitu 80,17 % katagori Baik. 
Peneliti menyimpulkan sanitasi dasar permukiman di Desa Prigi Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara sudah Baik, hanya untuk pembuangan air limbah masih banyak yang tidak di buang di septictank dan sumur perespan, perlu adanya meningkatan penyuluhan persyaratan sanitasi dasar permukiman yang memenuhi persyaratan kesehatan.

Daftar Bacaan  :  11 (1985 – 2005)
Kata kunci       :  Sanitasi Dasar, Pemukiman
Klasifikasi        :   -