Senin, 11 November 2013

Studi Pelaksanaan HACCP Minuman Ringan Coca-Cola di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia-Semarang Plant Tahun 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2013


Abstrak
Nurika Siti Istikomah (ika15_cluster@yahoo.com)
Studi Pelaksanaan HACCP Minuman Ringan Coca-Cola di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia-Semarang Plant Tahun 2013
XVI + 146 halaman : gambar, tabel, lampiran

Seiring persaingan antar industri yang berkembang  masyarakat menginginkan pangan tidak hanya enak dan bergizi, namun juga aman dikonsumsi dari segi fisik, kimia, dan biologi. Sistem pengendalian dan pengawasan mutu serta keamanan pangan disebut Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Saat ini PT. Coca-Cola telah melaksanakan HACCP terhadap semua produknya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan HACCP pada minuman ringan Coca-Cola.
Metode yang digunakan adalah deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi tempat penelitian, wawancara dengan yang bertanggungjawab terhadap produksi, dan review dokumen pemeriksaan laboratorium Quality Assurance perusahaan.

Pelaksanaan HACCP dimulai dari pembuatan diagram alir proses produksi minuman ringan Coca-Cola. Kemudian menganalisis bahaya potensial setiap tahap untuk mendapatkan Titik Kendali Kritis (CCP). Titik Kendali Kritis (CCP) ditetapkan pada tahap Post Inspection dan Filling. Batas kritis pada Post Inspection di tetapkan dengan produk bebas dari kontamainan mikrobiologi akibat chipped finish sedangkan pada filling adalah produk bebas dari glass fragment. Tindakan perbaikan dilakukan dengan menganalisis adanya produk chipped finish yang lolos, verifikasi fungsi EBI, dan menganalisis glass  fragment. Pencatatan pelaksanaan HACCP terdapat pada Food Safety Manual – Semarang Plant yang disusun oleh Tim Food Safety.

Pelaksanaan HACCP di PT. CCBI-Jawa Tengah khususnya produk CocaCola sudah berdasarkan peraturan The Coca-Cola Company dan sesuai dengan SNI tentang HACCP tahun 1998. Diperlukan peninjauan kembali terhadap pelaksanaan HACCP agar tidak ada tahap yang terlewati untuk menjadi CCP.

Daftar bacaan : 25 (1981 – 2012)
Kata kunci      : HACCP, Coca-Cola
Klasifikasi       : -
Full text

STUDI EPIDEMIOLOGI KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOBOTSARI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III
Purwokerto,  Juli 2013

Abstrak
Nofianti (nofikupubiru@gmail.com)
STUDI EPIDEMIOLOGI KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS BOBOTSARI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013
xvii + 80 halaman: gambar, tabel, lampiran 

Angka CDR kasus TB Paru di Kabupaten Purbalingga  tahun 2011 mencapai 56,30 % dari 901.369 penduduk. Tahun 2012 s/d triwulan III ditemukan 964 kasus BTA +, nilai CDR tertinggi di Puskesmas Bobotsari yaitu 82% dari 52.717 penduduk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi penderita TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Bobotsari Kabupaten Purbalingga Tahun 2012.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu untuk menggambarkan obyek penelitian berdasarkan pada variabel epidemiologi (orang, tempat dan waktu).
Hasil penelitian menggambarkan bahwa penderita TB Paru berdasarkan variabel orang paling banyak terjadi pada: umur 15-45 tahun (72,73 %); jenis kelamin laki-laki (56,82 %); jenis pekerjaan buruh (52,27 %); tingkat pendidikan SD (56,82 %); tingkat ekonomi rendah (72,73 %); tingkat perilaku tidak baik (100 %) dan tingkat kepadatan hunian rendah (72,73 %), variabel tempat paling banyak terjadi pada: desa Karangmalang, Majapura dan Karangduren (11,36 %); dan rumah yang kurang sehat (45,45 %), dan variabel waktu kejadian tertinggi pada bulan Maret tahun 2012 (18,18 %).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah penderita umumnya berusia produktif, berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan buruh, tingkat pendidikan dan ekonomi rendah, tingkat perilaku tidak baik, menempati rumah yang kurang sehat, dan kejadian tertinggi terjadi di desa Karangmalang, Majapura dan Karangduren, serta waktu kejadian tertinggi adalah bulan Maret 2012. Peneliti menyarankan agar masyarakat selalu berperilaku hidup bersih dan sehat, serta dilakukan penyuluhan dari pihak Puskesmas tentang lingkungan sehat dan penyakit TB Paru. 

Daftar bacaan  : 39 (1999-2012)
Kata Kunci      : Tuberkulosis Paru, Epidemilogi
Klasifikasi        : -
Full text

STUDI PENERAPAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. DHARMAPALA USAHA SUKSES CILACAP TAHUN 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi D-III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2013
Abstrak 

Chely Ogri Fitrya (Chelyogrifitrya@rocketmail.com)
STUDI PENERAPAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. DHARMAPALA USAHA SUKSES CILACAP TAHUN 2013
 XII + 89 halaman : gambar, tabel, lampiran

Salah satu pengendalian bahaya di tempat kerja adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang menjadi suatu keharusan untuk melengkapi tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, khususnya pasal 9,12 dan 14 yang mengatur penyediaan dan penggunaan APD di tempat kerja, baik pengusaha maupun tenaga kerja. APD merupakan peralatan keselamatan yang harus digunakan oleh tenaga kerja apabila berada dalam lingkungan kerja yang berbahaya.
Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana penggunaan APD pada pekerja bagian produksi PT. Dharmapala Usaha Sukses Cilacap Tahun 2013.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif.  Subyek penelitian ini adalah pekerja bagian produksi PT. Dharmapala Usaha Sukses Cilacap berjumlah 108 orang. Penelitian ini dengan melakukan observasi dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan jenis bahaya dan resiko kecelakaan kerja adalah terpeleset, tergelincir, kejatuhan benda tajam, terkena cairan gula panas, terjepit, kebisingan dan terpapar debu. Jenis APD yang digunakan adalah helm, sepatu kerja, masker, sarung tangan dan ear plug. Kondisi APD yang digunakan adalah 100% dalam keadaan baik.Jenis dan kesesuaian 100% sesuai dan pengawasan penggunaan APD dilakukan setiap hari oleh mandor.
Kesimpulan penelitian adalah adanya pengawasan penggunaan APD setiap hari dan jenis ADP yang digunakan pekerja adalah helm, sepatu kerja, masker, sarung tangan dan ear plug. Disarankan sebaiknya perusahaan di ruangan poduksi yang beresiko kecelakaan kerja memasang plakat-plakat berisi tentang resiko kecelakaan kerja karena tidak menggunakan APD.

Daftar bacaan : 15 (1981 – 2012)
Kata Kunci     : Bahaya, resiko kecelakaan kerja dan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)

STUDI HYGIENE DAGING AYAM YANG DIJUAL PEDAGANG DI PASAR WAGE PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesai
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi D III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah,     Agustus 2013

ABSTRAK 
Priyo Wardhanu (persisamsamarinda986@yahoo.co.id) 
STUDI HYGIENE DAGING AYAM YANG DIJUAL PEDAGANG DI PASAR WAGE PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013
XII + 97 halaman: gambar,tabel,lampiran 

Daging ayam merupakan salah satu bahan makanan yang dalam pencampurannya sering ditemukan bahan kimia berbahaya salah satu contohnya bahan kimia berbahaya adalah formalin.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin pada daging ayam yang dijual pedagang di Pasar Wage Purwokerto Kabupaten Banyumas tahun 2013.
Metode penelitian ini adalah deskriptif, yaitu untuk mengetahui hygiene daging ayam, personal hygiene pedagang dan kandungan formalin yang terdapat pada daging ayam yang dijual oleh pedagang di Pasar Wage Purwokerto Kabupaten Banyumas tahun 2013.
Hasil pemeriksaan pada 10 sampel hygiene daging ayam yang dijual pedagang seluruhnya mempunyai kriteria baik, personal hygiene pedagangnya mempunyai kriteria cukup baik dan kandungan formalin pada 10 sampel daging ayam yang diperiksa memiliki hasil negatif (tidak terdapat formalin).
Simpulan dalam penelitian adalah hygiene daging ayam yang dijual pedagang di Pasar Wage termasuk dalam kategori baik, personal hygiene pedagangnya termasuk dalam kategori cukup baik, dan keseluruhan daging ayam yang diperiksa 100% bebas dan aman dari bahan kimia berbahaya (formalin). Disarankan agar seluruh pedagang tetap menjaga kebersihan dan mempertahankan kualitas daging ayam tersebut sehingga tetap terjamin kebersihan dan kesehatannya.   

Daftar Bacaan  : 12 (1993-2013)
Kata Kunci      :  Hygiene, Personal Hygiene, Formalin
Klarifikasi        :  

STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA (APD) PEKERJA DI INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU U.D BUMI RAYA KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi D III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah,  September 2013

Abstrak

AnggiNurkomalasari (anggiolaloy@ymail.com) 
STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA (APD) PEKERJA DI INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU U.D BUMI RAYA KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS
Xvii+70 halaman : gambar, table, lampiran   

U.D Bumi Raya Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas adalah industri yang bergerak dalam bidang penggergajian kayu, industri dibangun pada tahun 1990, diatas luas lahan 200 M². mempunyai tenaga kerja sejumlah 30 orang dan mesin pemotong kayu sejumlah 5 buah . Dengan pekerjaan yang menggunakan mesin terdapat suatu kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya hal tersebut salah satunya adalah dengan alat pelindung diri bagi pekerja.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penggunaan APD serta mendeskripsikan jenis, jumlah, kondisi, kesesuaian APD dan mendeskripsikan pelaksanaan pengawasan penggunaan APD. 
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, penelitian ini dilakukan selama 3 hari, Dari 30 responden pekerja disertai pengisian kuesioner dan checklist tentang APD. Data yang didapat adalah sekunder dari U.D Bumi Raya Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas dan data prime pekerja atau mandor pada bagian produksi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden pekerja yang diteliti semua penggunaan alat pelindung diri 100% untuk masker dan sepatu boot, jenis alat pelindung diri ada 2 jenis yang disediakan masker dan sepatu boot, jumlah APD 39, kondisi APD 100%, kesesuaian APD 100% untuk masker dan sepatu boot, dan pengawasan penggunaan APD dilakukan setiap hari pada jam kerja oleh mandor. Bagi U.D Bumi Raya diharapkan selalu membersihkan atau menjaga APD setelah digunakan. 
Peneliti menyimpulkan bahwa APD yang digunakan atau yang disediakan kurang baik, jumlahnya APD tidak sesuai dengan pekerja dan kurang memenuhi persyaratan. Perlu adanya pengawasan secara rutin dan pekerja mempertahankan penggunaan APD yang sudah berjalan dengan baik.  

Daftar Bacaan  : 16 (1980-2010)
Kata Kunci      : Alat Pelindung Diri, Penggergajian Kayu
Klasifikasi        :  -

EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI PT WANA MAKMUR SEJAHTERA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah,     September 2013


Abstrak 

Alvian Yuneko Legowo (yunekoalvian@yahoo.com)
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI PT WANA MAKMUR SEJAHTERA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013
XV + 81 halaman: gambar, tabel, lampiran 

PT.Wana Makmur Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan kayu lapis. Industri tersebut memiliki instalasi pengolahan air limbah yang dalam pengolahannya masih menghasilkan BOD, COD, pH, Amonia  yang tidak memenuhi syarat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada. Dengan mengetahui kinerja dari Instalasi Pengolahan Air Limbah maka dapat diketahui apakah IPAL yang ada berfungsi dengan baik dan kualitas dari air limbah yang dibuang ke badan air memenuhi syarat atau tidak berdasarkan Perda Prop. Jateng No. 05 tahun 2012 Tentang Baku Mutu Air Limbah.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data lapangan dan laboratorium yang dianalisis kemudian dibandingkan dengan peraturan yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah hanya mengalirkan air limbah dari bak satu ke bak berikutnya. Debit air limbah yang diolah adalah 2,25 m 3/hari. Kualitas effluent yaitu Suhu 25,4 °C, Warna 29 TCU, Bau air limbah berbau, Kekeruhan 1,68 NTU, BOD 231,94 mg/l, COD 400 mg/l, pH 7,5, Amonia 9,59 mg/l. Kadar BOD, COD, dan Amonia belum memenuhi Perda Prop. Jateng No. 05 tahun 2012 Tentang Baku Mutu Air Limbah dengan nilai maksimal BOD 75 mg/l, COD 125 mg/l, Amonia 4 mg/l. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilaksanakan, bahwa pengolahan air limbah belum memenuhi syarat, karena BOD, COD dan Amonia melebihi baku mutu air limbah. Disarankan agar dibangun IPAL baru yang sesuai dengan kriteria industri pengolahan kayu lapis.

Daftar bacaan   : 11 (1994-2012)
Kata kunci         : INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL)
Klasifikasi           : -  

Tinjauan Sanitasi Kereta Api Progo Kelas Ekonomi DAOP VI Yogyakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi D III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah,    Agustus 2013


Abstrak 
Adhitya Dwi Pangesti
Tinjauan Sanitasi Kereta Api Progo Kelas Ekonomi DAOP VI Yogyakarta
Xvii+83halaman : gambar, tabel, lampiran 

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Peningkatan dan Pembanguanan sanitasi tempat-tempat umum mendorongpeningkatan mobilitas manusia sehingga akan mendorong peningkatan penyelenggara dan pengelolaan beberapa jasa usaha.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keadaan sanitasi yang meliputi keadaan fasilitas fisik, pengukuran parameter fisik, jumlah penumpang, perilaku penumpang, penanganan sampah, kualitas air bersih, pengendalian vektor dan hygiene sanitasi makanan di Kereta Api Progo Kelas Ekonomi AC Progo Daop VI Yogyakarta Tahun 2013.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan hanya untuk menggambarkan keadaan sanitasi di Kereta Api Progo Kelas Ekonomi Progo Daop VI Yogyakarta Tahun 2013.Subyek penelitian ini adalah keadaan sanitasi di Kereta Api Progo Kelas Ekonomi AC Progo Daop VI Yogyakarta. Cara pengumpulan datanya yaitu wawancara dengan menggunakan kuesioner dan checklist. Sanitasi yang ada di dalam kereta api adalah fasilitas fisik, penanganan sampah,pengendalian vektor, hasil pengukuran parameter fisik. Kondisi sanitasi sudah memenuhi syarat dengan nilai 68,53%. Berdasarkan hasil uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa keadaan sanitasi di Kereta Api Kelas Ekonomi AC Progo sudah memenuhi syarat. Namun masih ada beberapa indikator yang belum memenuhi syarat nutuk penyedian tempat sampah dan kotak PPPK di dalam gerbong. Disarankan kepada petugas PT. KAI agar lebih meningkatkan kinerjanya dan menyediakan fasilitas-fasilitas yang kurang mencukupi.

Daftarbacaan  : 22 (1983 – 2013)
Daftarkunci     : Keadaan Sanitasi Kereta Api