Kementerian kesehatan repubulik indonesia
Politeknik kesehatan kemenkes semarang
Jurusan kesehatan lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011 Jurusan kesehatan lingkungan
Abstrak
Aris Setiawan
STUDI PENGGUNAAN ZAT PEWARNA SINTETIS RHODAMIN B DAN METANILYELLOW PADA JAJANAN YANG DIJUAL SEKITAR SEKOLAH DASAR NEGERI WILAYAH KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2011
XVII+60 halaman: gambar, lampiran
Makanan jajanan cukup potensial terjadinya gangguan kesehatan akibat penyelenggaraan dan pengawasan yang masih jauh dari syarat kesehatan sehingga perlu adanya upaya untuk pembinaan dan pengawasan dalam rangka meningkatkan pengamanan makanan jajanan. Es Lilin dan makaroni merupakan contoh jenis jajanan yang biasa dijual dengan beraneka bentuk dan warna yang menarik. Pewarna yang digunakan yaitu pewarna sintetik makanan, akan tetapi saat ini masih ada produsen makanan yang menggunakan zat pewarna berbahaya seperti Rhodamin B dan Metanil Yellow sebagai zat pewarna makanan. Hal ini sangat berbahaya karena pewarna tersebut dapat menyebabkan kangker pada manusia yang mengkonsumsinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan Rhodanin B dan Metanil Yelow pada jajanan yang dijual sekitar SD Negeri Kecamatan Kaligondang dan mengetahui faktor yang mempengaruhi pedagang menggunakan zat pewarna sintetik tersebut.
Metode Penelitian ini menggunakan metode Diskriptif dengan cara melakukan pemeriksaan di laboratrium dengan jumlah dua puluh sampel, es lilin yang berwana kuning sepuluh buah dan makaroni yang berwarna merah sepuluh buah. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan pemeriksaan laboraturium kandungan Rhodamin B pada makaroni dan Metanil Yellow pada es lilin dilakukan dengan metode Kromatography Lapis Tipis (KLT).
Hasil Pemeriksaan menunjukkan bahwa sepuluh sampel es lilin berwarna kuning negatif mengandung Metanil Yellow dan sepuluh sempel makaroni berwarna merah negatif mengandung Rhodamin B. Sehingga jajanan tersebut aman untuk digunakan dikonsumsi.
Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sepuluh es lilin yang diambil sebagai sampel 0% mengandung Metanil Yellow dan Makaroni yang diambil sebagai sampel juga 0% mengandung Rhodamin B. Agar Para pedagang tidak menggunakan zat pewarna yang berbahaya untuk bahan tambahan makanan disarankan setiap institusi pendidikan untuk melakukan penyuluhan pada pedagang, sedangkan untuk puskesmas disarankan melakukan pemeriksaan rutin pada jajanan yang dijual di institusi pendidikan sehingga tidak terjadi penyalah gunaan zat pewarna dalam makanan dan minuman.
Daftar bacaan : 13 (2005-2007)
Kata kunci : bahan Tambahan Makanan
Klasifikasi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar