Minggu, 30 Januari 2022

TINJAUAN KEBERADAAN FOR MALIN DAN BORAKS PADA BAKSO YANG DIJUAL DI DESA SUMBANG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga
Tugas Akhir, Mei 2021


Abstrak


Niken Nur Cahyani (nikennurcahyani25@gmail.com)
TINJAUAN KEBERADAAN FOR MALIN DAN BORAKS PADA BAKSO YANG DIJUAL DI DESA SUMBANG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
TAHUN 2021
XV + 77 halaman : gambar, tabel, lampiran


Bakso adalah makanan khas Indonesia yang sangat digemari oleh masyarakat. Bakso merupakan makanan yang tidak tahan lama dan mudah rusak, sehingga beberapa penjual menggunakan bahan tambahan (kimia atau alami) untuk mengawetkan atau menambah daya tarik konsumen . Beberapa produsen masih menambahkan bahan-bahan yang berbahaya, seperti formalin dan boraks. Formalin dan boraks yang digunakan untuk mengawetkan bakso dapat membahayakan kesehatan manusia seperti merah pada kulit,iritasi pada mata, iritasi pada saluran respirasi ,mengganggu kesuburan kandungan dan janin, reaksi alergi,bahaya pada ginjal dan bahaya kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kadar formalin dan boraks pada bakso yang dijual di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan formalin dan boraks pada bakso yang dijual di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, dan mengetahui pengetahuan penjual dan pembeli mengenai bahan tambahan makanan (formalin dan boraks).
Hasil laboratorium pada pemeriksaan kandungan formalin dan boraks pada bakso semua sampel dinyatakan negatif mengandung formalin dan boraks. Sedangkan berdasarkan pemeriksaan secara organoleptik yang dilakukan mahasiswa D III Sanitasi menunjukan bahwa 2 sampel bakso menunjukan ciri-ciri bakso mengandung formalin dan boraks.
Sebaiknya penjual bakso di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas tetap tidak menggunakan bahan berbahaya sebagai pengenyal dan pengawet bakso, sehingga tidak membahayakan kesehatan konsumen. untuk mengatasi lalat hinggap pada bakso pedagang seharusnya menambahkan tirai atau menggunakan lemari penyimpanan bakso yang mempunyai pintu agar bakso terhindar dari bakteri lalat yang dapat membahyakan kesehatan konsumen. Serta semua penjual seharusnya menggunakan celmek dan penutup kepala supaya bakso tersebut tidak terkontaminasi kuman atau bakteri dari penjamah makanan.


Daftar Bacaan : 13 (2002 - 2019)
Kata Kunci : Formalin, Boraks
Klasifikasi :

fulltext

Tidak ada komentar:

Posting Komentar