Minggu, 30 Januari 2022

PEMERIKSAAN KUALITATIF RHODAMIN B PADA KERUPUK YANG DIJUAL DI PASAR UMUM PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Puwokerto
Program Studi Diploma III Sanitasi
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021


Abstrak


Mutiara Try Astuti ( mutiaratrya24@gmail.com )
PEMERIKSAAN KUALITATIF RHODAMIN B PADA KERUPUK YANG DIJUAL DI PASAR UMUM PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2021
xvi + 54 Halaman : tabel, gambar, lampiran


Kerupuk tidak lepas dari masalah keamanan pangan. Kerupuk merupakan makanan ringan yang banyak digemari masyarakat. Jenis kerupuk yang beredar di masyarakat, contohnya kerupuk bawang, kerupuk taro dan kerupuk uyel. Bentuk kerupuk beraneka ragam, ada yang bulat melingkar, kotak hingga silinder berlubang. Kerupuk memiliki rasa, aroma dan warna berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh bahan tambahan yang digunakan. Rhodamin B merupakan zat warna tambahan yang dilarang penggunaannya dalam pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Rhodamin B pada kerupuk yang dijual di Pasar Umum Purwodadi. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan menggambarkan ada tidaknya Rhodamin B yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel kemudian dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 33 tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan. Sampel yang diteliti kerupuk sebanyak 7 sampel. Responden pada penelitian ini yaitu pedagang kerupuk di Pasar Umum Purwodadi. Pemeriksaan kualitatif Rhodamin B pada kerupuk menggunakan metode kromatografi di Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan Rhodamin B pada kerupuk di Pasar Umum Purwodadi dari 7 sampel kerupuk berwarna merah sebanyak 5 sampel negatif (71,4%) dan 2 sampel positif (28,6%). Hasil uji organoleptik yang dilakukan oleh 3 orang panelis mahasiswa bahwa kode sampel 7 terindikasi mengandung Rhodamin B. Hasil tingkat pengetahuan pedagang tentang Rhodamin B pada pangan didapat nilai 53,33% dengan kategori kurang. Simpulan penelitian ini yaitu masih adanya kerupuk yang mengandung zat pewarna Rhodamin B dengan prosentase pengetahuan pedangang <55% dikategorikan kurang. Kerupuk tersebut ditandai dengan warna merah muda mencolok, cenderung bependar dan pahit. Saran untuk masyarakat yaitu lebih teliti dalam memilih kerupuk yang akan dikonsumsi, sebaiknya mencermati label atau merk yang tertera dan pastikan produk telah memiliki izin BPOM.


Daftar bacaan : 25 ( 1992- 2020 )
Kata kunci : Kerupuk, Rhodamin B, Kromatografi
Klasifikasi :

fulltext

Tidak ada komentar:

Posting Komentar