Minggu, 30 Januari 2022

ANALISIS TREN PERKEMBANGAN NYAMUK Aedes sp MENJADI NYAMUK DEWASA DI DESA PEUSING KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2021

 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021


Abstrak


Popy Ardila Putri (ardilapopy@gmail.com)
ANALISIS TREN PERKEMBANGAN NYAMUK Aedes sp MENJADI NYAMUK DEWASA DI DESA PEUSING KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2021
XVII + 96 Halaman : tabel, gambar, lampiran


Kabupaten Kuningan merupakan daerah endemis DBD, vector utama penyakit DBD adalah nyamuk Aedes aegypti, perkembangan nyamuk Aedes aegypti dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik yang dimiliki oleh Kabupaten Kuningan terutama di Desa Peusing dengan kelembaban tinggi, suhu yang rendah dan pencahayaan yang rendah. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui perkembangan telur nyamuk Aedes aegypti yang menetas hingga menjadi nyamuk dewasa yang dikaitkan dengan efektivitas fogging focus yang harus dilakukan di Kabupaten Kuningan agar tidak terjadi kenaikan angka kesakitan DBD.Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dan dilakukan analisis kuantitatif pada jumlah penetasan telur nyamuk Aedes aegypti di Desa Peusing Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Tahun 2021. Hasil Penelitian perkembangan telur nyamuk Aedes aegypti menjadi nyamuk dewasa dibutuhkan waktu selama 11-15 hari dengan penetasan telur sebanyak 111 telur dengan persentase 74% terjadi pada siklus akuatik ke-1 dengan jumlah penetasan ke-1 53 butir dan pada penetasan ke-2 58 butir. Pada perkembangan dari telur menjadi nyamuk dewas terjadi kematian 4% dan yang tumbuh menjadi nyamuk dewasa sebanyak 70% dan telur yang tidak menetas sebanyak 26%. Hasil pengukuran suhu udara 21-28oC, suhu air perindukkan memiliki rentang suhu 21-24oC, pencahayaan di dalam ruangan penelitian 12-75 lux, pH 6 dan waktu penyimpanan telur nyamuk Aedes aegypti selama 8 hari. Simpulan dari penelitian ini tren perkembangan telur nyamuk Aedes aegypti membutuhkan waktu 2 siklus akuatik lebih 1 hari, hal itu berkaitan dengan pengendalian vektor DBD berupa fogging focus tidak cukup dilakukan 1 x yang seharusnya sebanyak lebih dari 2x agar terjadinya efektivitas dari pengendalian vector Demam Berdarah Dengue.


Daftar Bacaan : 34 ( 2011-2020)
Kata Kunci : DBD, fogging focus, Aedes aegypti
Klasifikasi :

fulltext

Tidak ada komentar:

Posting Komentar