Minggu, 30 Januari 2022

IDENTIFIKASI KADAR FORMALIN PADA IKAN TERI ASIN YANG DIJUAL DI PASAR WAGE KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021


Abstrak


Sagita Nur Khasanah (Sgita8113@gmail.com)
IDENTIFIKASI KADAR FORMALIN PADA IKAN TERI ASIN YANG DIJUAL DI PASAR WAGE KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021
xvii + 64 halaman : tabel, gambar, lampiran


Ikan teri asin adalah ikan paling diminati oleh konsumen domestik. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 033 Tahun 2012 melarang formalin sebagai bahan tambahan pangan. Sri Hastuti (2010) menyatakan sampel ikan asin di pasar tradisonal madura mengandung formalin dengan kadar beragam. Tujuan penelitian ini melakukan pemeriksaan organoleptik, mengetahui kadar formalin ikan teri asin, mengetahui metode penyimpanan dan penyajian ikan teri asin di pasar serta mengetahui pengetahuan pedagang dan pembeli tentang formalin. Pemeriksaan uji organoleptik oleh 7 panelis terhadap 7 sampel ikan teri asin. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif.Pemeriksaan kadar formalin di laboratorium Fakultas MIPA Universitas Jendral Soederman dengan metode kualitatif menggunakan alat kompor listrik, timbangan digital, erlemeyer, mortar, pipet, tabung reaksi, beaker glass, corong gelas dan gelas ukur sedangkan metode kuantitatif menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 579 nm. Penilaian penyimpanan dan penyajian menggunakan checklist. Penilaian pengetahuan pedagang dan pembeli tentang formalin menggunakan kuesioner. Hasil uji organoleptik menunjukkan spesifikasi kenampakan 3 sampel memenuhi syarat, spesifikasi bau 4 sampel memenuhi syarat, spesifikasi rasa dan tekstur 6 sampel memenuhi syarat, spesifikasi jamur 7 sampel memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan formalin menyatakan 7 sampel positif formalin dengan kadar tertinggi 24.752 mg/kg dan terendah 512 mg/kg. Rerata penyimpanan 78,5% dan penyajian ikan teri asin 67%. Rerata pengetahuan formalin pada pedagang 50% dan pembeli 73%. Disimpulkan 77% sampel ikan teri asin memenuhi syarat organoleptik, 7 sampel ikan teri asin positif mengandung formalin, penyimpanan dan penyajian ikan teri asin memenuhi syarat, pengetahuan pedagang dan pembeli dalam kategori cukup. Disarankan perlu penyuluhan dan pengawasan rutin oleh dinas kesehatan terhadap penyalahgunaan formalin di ikan teri asin.


Daftar bacaan : 38 (1994-2020)
Kata kunci : ikan teri asin, formalin, organoleptik, penyimpanan, penyajian, pengetahuan
Klasifikasi :-

fulltext

2 komentar: