Selasa, 01 Februari 2022

UJI BAKTERIOLOGIS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga

Karya tulis ilmiah, Mei 2021

Abstrak

Rosyiatul Nur Afifah (rosyiatulnur24@gmail.com)

UJI BAKTERIOLOGIS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021

xvii+100 : Tabel, Gambar, Lampiran Latar Belakang

 Depot Air Minum merupakan usaha yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum dalam bentuk curah dan menjual langsung kepada konsumen. Air minum yang sehat dan layak dikonsumsi yaitu memenuhi syarat secara fisik, mikrobiologis, kimiawi dan radioaktif. Untuk mengetahui kualitas air minum secara mikrobiologis bakteri coliform dan Escherichia coli maka perlu dilakukan uji laboratorium dengan metode Most Probable Number(MPN) sesuai dengan Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010 setiap 100 ml sampel tidak boleh mengandung bakteri coliform dan Escherichia coli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas bakteriologis pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang dimaksud yaitu melakukan pemeriksaan laboratorium parameter mikrobiologis pada 6 DAMIU yang diteliti dan melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses pengolahan DAMIU dan sarana sanitasi pada 6 DAMIU yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 6 DAMIU didapatkan bahwa sumber air baku berasal dari PDAM 4(66,6%), mata air 1(16,7%) dan sumur gali 1(16,7%) DAMIU. Jenis Pengolahan menggunakan UV sebanyak 5(83,3%) dan menggunakan UV dan RO sebanyak 1(16,7%) DAMIU. Sarana Sanitasi yang memenuhi persyaratan 5(83,3%) dan yang tidak memenuhi persyaratan sebanyak 1(16,7%) DAMIU. Simpulan dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa 6 DAMIU didapatkan hasil Nilai Most Probable Number(MPN) bakteri coliform dan Escherichia coli 5(83,3%) DAMIU memenuhi persyaratan mikrobiologis dan 1(16,7%) DAMIU tidak memenuhi persyaratan mikrobiologis menurut Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Saran yang dapat diberikan kepada pengelola DAMIU yaitu rutin memeriksakan air minum yang diproduksinya ke puskesmas atau laboratorium setempat dan mengganti lampu ultraviolet secara rutin agar menghasilkan air minum yang memenuhi syarat kesehatan.

Daftar Bacaan : 30 (2001-2021)

Kata Kunci : Depot Air Minum, Air Minum, Mikrobiologis

Klarifikasi : -

fulltext

PENERAPAN HYGIENE SANITASI MAKANAN PADA PEDAGANG NASI RAMES DI PUSAT KULINER PRATISTHA HARSA PURWOKERTO TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Sanitasi Program Diploma III

Karya Tulis Ilmiah 02 Juni 2021

Abstrak

Listy Amanda (listyamanda1407@gmail.com)

PENERAPAN HYGIENE SANITASI MAKANAN PADA PEDAGANG NASI RAMES DI PUSAT KULINER PRATISTHA HARSA PURWOKERTO TAHUN 2021

XIX + 96 halaman, gambar, tabel, lampiran

Hygiene sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi. makanan jajanan termasuk nasi rames sangat mungkin terkontaminasi disebabkan proses penyimpanan yang salah, pengolahan makanan yang kurang baik, serta penyajian yang tidak hygienis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan hygiene sanitasi makanan pada pedagang nasi rames di Pusat Kuliner Pratistha Harsa Purwokerto Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode crossectional yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penerapan hygiene sanitasi pada pedagang nasi rames di Pusat Kuliner Pratistha Harsa Purwokerto Tahun 2021. Hasil penelitian pada hygiene sanitasi peralatan di Pedagang A 63%, Pedagang B 75%, dan Pedagang C 87%, hygiene sanitasi bahan makanan di Pedagang A 100%, Pedagang B dan Pedagang C 90%, hygiene sanitasi penyajian makanan Pedagang A, Pedagang B, dan Pedagang C 80%, hygiene sanitasi sarana penjaja Pedagang A 87%, Pedagang B dan Pedagang C 75%, hygiene sanitasi sentra Pedagang A, Pedagang B, dan Pedagang C 66%, hygiene perorangan Pedagang A 88%, Pedagang B dan Pedagang C 77%. Pada uji organ oleptik pemeriksaan telur di Pedagang A dan Pedagang B 65%, serta Pedagang C 95%, pemeriksaan kentang pada Pedagang A 95%, Pedagang B 60%, dan Pedagang C 95%, pemeriksaan tahu pada Pedagang A 60%, Pedagang B 35%, dan Pedagang C 65%. Pemeriksaan kualitas mikrobiologis (ALT) pada telur di Pedagang A 3 koloni/gr, Pedagang B 6 koloni/gr, dan Pedagang C 22 koloni/gr. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu hygiene sanitasi peralatan yang dikategorikan cukup baik sebanyak 2 pedagang dan kategori baik sebanyak 1 pedagang, hygiene sanitasi bahan makanan ke-3 pedagang dengan kategori baik, hygiene sanitasi penyajian ke-3 pedagang dengan kategori baik, hygiene sanitasi sarana penjaja yang dikategorikan baik sebanyak 1 pedagang dan kategori cukup baik sebanyak 2 pedagang, hygiene sanitasi sentra pedagang dengan kategori cukup baik, hygiene perorangan ke-3 pedagang dengan kategori baik. pemeriksaan uji organoleptik telur yang dikategorikan cukup baik sebanyak 2 pedagang dan kategori baik sebanyak 1 pedagang, pemeriksaan kentang yang dikategorikan kurang baik sebanyak 2 pedagang dan kategori baik sebanyak 1 pedagang, pemeriksaan tahu yang dikaegorikan cukup baik sebanyak 2 pedagang dan kategori tidak baik sebanyak 1 pedagang. Hasil pemeriksaan kualitas mikrobiologi (ALT) pada telur di Pedagangg A, B, dan C masih memenuhi syarat.

 Daftar Bacaan : 14 (1998-2019)

Kata Kunci : Hygiene Sanitasi Makanan, Uji Organoleptik, ALT

Klasifikasi : -

fulltext

PENGARUH METODE PERENDAMAN MENGGUNAKAN NaCl JENUH TERHADAP KADAR MIKROPLASTIK PADA KERANG TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Sanitasi Program Diploma III

Tugas Akhir, Mei 2021

Abstrak

Ahmad Mu’amar (ahmadmuamar4848@gmail.com)

PENGARUH METODE PERENDAMAN MENGGUNAKAN NaCl JENUH TERHADAP KADAR MIKROPLASTIK PADA KERANG TAHUN 2021

XIX + 70 halaman: gambar, tabel, lampiran

Latar belakang: badan air dapat tercemar oleh sampah plastik, Sampah plastik yang berada di perairan akan terdegradasi menjadi mikroplastik. Mikroplastik diperairan terdapat pada sedimen, air laut dan biota laut. Pada sedimen laut terdapat hewan akuatik salah satunya kerang, mikroplastik dengan ukuran <5 mm dapat masuk kedalam tubuh kerang, karena sifat kerang yang filter fider. Kerang merupakan salah satu seafood yang digemari oleh masyarakat, ketika masyarakat mengkonsumsi kerang yang terdapat mikroplastik bisa mengalami gangguan kesehatan. Perlu adanya treatmen untuk mengurangi kadar mikroplastik pada kerang sebelum dikonsumsi. Perendaman menggunakan NaCl Jenuh dapat mengapungkan partikel kecil. Tujuan: menganalisis pengaruh metode perendaman menggunakan NaCl Jenuh terhadap kadar mikroplastik. Metode penelitian: jenis penelitian menggunakan pra eksperimen “Pretest-Posttest Group Design”. Variabel bebas penelitian yaitu perendaman menggunakan NaCl Jenuh. Sedangkan variabel terikat kadar mikroplastik pada kerang. Jumlah sampel 1 dengan 16 replikasi jenis sampel kerang hijau dari cirebon. Perlakuan perendaman menggunakan NaCl Jenuh selama 30 menit. Menghitung efektivitas dengan rumus efektivitas. Analisis perbedaan kadar mikroplastik menggunakan Uji Paried T Test. Identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop jenis binoluker. Hasil: Rerata kadar mikroplastik sebelum dilakukan perendaman 25,6 mikroplastik/50gr dan setelah dilakukan perendaman 17,6 mikroplastik/50gr. Rerata efektivitas penurunan kadar mikroplastik sebelum dan setelah perendaman menggunakan NaCl jenuh adalah 22,35%. Bentuk mikroplastik yang ditemukan yaitu Film, Fiber dan Fragmen. Terdapat perbedaan antara sebelum dan setelah perlakuan dengan nilai p 0,022 (<0,050).Kesimpulan: adanya perbedaan kadar mikroplastik sebelum dan setelah dilakukan perendaman menggunakan NaCl Jenuh selama 30 menit.

Daftar bacaan 39 (1995-2021)

Kata kunci Perendaman, NaCl Jenuh, kadar mikroplastik, kerang.

Klasifikasi -

fulltext

PEMERIKSAAN BAKTERI Salmonella sp PADA ES KRIM YANG DIJUAL DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Sanitasi Program Diploma III

Tugas Akhir Mei 2021

Abstrak

Irma Andriani ( andrianiirma703@gmail.com )

PEMERIKSAAN BAKTERI Salmonella sp PADA ES KRIM YANG DIJUAL DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR TAHUN 2021

XVII + 75 halaman, tabel, lampiran

Makanan dan minuman yang tidak aman ditandai dengan kontaminasi oleh bakteri , virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya. Bakteri yang sering dijumpai salah satunya bakteri Salmonella sp dapat menjadi penyebab keracunan. Es krim merupakan salah satu makanan yang berisiko terdapat kontaminasi bakteri Salmonella sp.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi lingkungan tempat pembuatan es krim, mengetahui personal hygiene penjamah es krim, mengetahui ada atau tidaknya kandugan bakteri samonella sp pada es krim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan pembuatan es kirm,mengetahui personal hygiene penjamah di Kecamatan Purwokerto Timur dengan menggunakan cheklist dan kuisioner. Hasil penelitian kondisi lingkungan tempat pembuaan es krim dengan kode sampel 01 dan 03 dalam kategori cukup baik, dan kode sampel 02 masuk dalam kategori baik. Personal hygiene dari ketiga tempat pembuatan es krim dalam kategori baik tidak sempurna karena penjamah masih belum menggunakan celemek, dan hasil uji laboratorium menunjukan hasil 2 sampel dengan kode 01 dan 02 Negatif atau tidak mengandung bakteri Salmonella sp, sedangkan sampel dengan kode 03 Positif yang berarti terdapat bakteri salmonella sp dengan jumlah 1 koloni/25 gr. Kesimpulan kondisi lingkungan dan personal hygiene sudah baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan seperti penggunaan celemek, memperbaiki fasilitas sanitasi yang kurang memadahi, mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Disarankan kepada masyarakat agar lebih berhati hati dan selektif dalam memilh makanan jajanan yang dijual pinggir jalan.

Daftar bacaan : 26 ( 1995-2020 ) 

Kata Kunci : Es Krim, Salmonella

Klasifikasi : -

fulltext

PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU MENJADI AIR BERSIH DENGAN METODE NETRALISASI KOAGULASI DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN PARAMETER KEKERUHAN WARNA TDS DAN SUHU DI DESA KUTA KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga

Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021

Abstrak

Widiya Asri Astuti (widiaasri23@gmail.com)

PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU MENJADI AIR BERSIH DENGAN METODE NETRALISASI KOAGULASI DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN PARAMETER KEKERUHAN WARNA TDS DAN SUHU DI DESA KUTA KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2021

XVII + 59 halaman : gambar, tabel, lampiran

Industri tahu merupakan salah satu industri yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku. Sebagian besar dan termasuk di Industri tahu yang berada di Desa Belik Kabupaten Pemalang limbah tahu dialirkan langsung ke saluran-saluran pembuangan sungai ataupun badan air penerima lainnya tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga limbah cair yang dikeluarkan seringkali menjadi masalah bagi lingkungan. Tujuan Penelitian ini yaitu menguji pengolahan air limbah tahu menjadi air bersih dengan metode netralisasi koagulasi dan filtrasi dalam mengurangi parameter kekeruhan warna TDS dan suhu. Metode penelitian ini yaitu pre eksperimental design dengan bentuk rancangan One- Group Pretest-Postest, sedangkan dalam menganalisis hasil dideskripsikan dalam bentuk bentuk tabel dan Uji Wilcoxon Signetest menggunakan SPSS. Subjek penelitian ini yaitu air limbah tahu, data diambil dengan metode pengukuran, analisis laboratorium dan wawancara. Hasil pengukuran air limbah tahu sebelum perlakuan yaitu rata-rata kadar kekeruhan sebesar 34 NTU, rata-rata kadar warna sebesar 294 TCU, rata-rata kadar TDS sebesar 2218,7 mg/L dan rata-rata suhu air limbah tahu sebesar 31,30C. Hasil pengukuran air limbah tahu setelah perlakuan yaitu rata-rata kadar kekeruhan sebesar 6,57 NTU, rata-rata kadar warna sebesar 17,7 TCU, rata-rata kadar TDS sebesar 137 mg/L dan suhu air limbah tahu sebesar 260C. Hasil perhitungan efesiensi air limbah tahu sebesar 80,67%, efesiensi warna sebesar 93,97%, efesiensi TDS sebesar 93,81% dan efesiensi suhu sebesar 16,93%. Berdasarkan uji wilcoxon signetest didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,102 maka, 0,102 > 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan berdasarkan Permenkes No 32 Tahun 2017 telah memenuhi syarat namun tidak ada pengaruh pengolahan air limbah tahu menjadi air bersih. 

Daftar Bacaan: 24 (1990-2020)

Kata Kunci : air limbah tahu, pengolahan air limbah, air bersih

Klasifikasi : -

fulltext

DESKRIPSI TINGKAT KEPADATAN LALAT DI PASAR SRAGO KECAMATAN KLATEN TENGAH KABUPATEN KLATEN TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Sanitasi Program Diploma III

Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021

 Abstrak

Farah Isnaini Novia Putri (farah.isnaini77@gmail.com)

DESKRIPSI TINGKAT KEPADATAN LALAT DI PASAR SRAGO KECAMATAN KLATEN TENGAH KABUPATEN KLATEN TAHUN 2021

xvi + 67 halaman : gambar, tabel, lampiran

Keberadaan lalat yang ada di pasar dapat menyebabkan ketidaknyamanan interaksi antara penjual dan pembeli pada saat melakukan transaksi, serta berisiko menimbulkan berbagai penyakit. Penyakit-penyakit yang ditularkan oleh lalat antara lain disentri, kolera, typhus perut, diare dan lain–lain. Penelitian dilakukan di Pasar Srago karena ditemukan keberadaan lalat yang cukup banyak pada beberapa tempat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepadatan lalat di Pasar Srago Kecamatan Klaten Tengah Kabupaten Klaten tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan di tempat penjualan buah, daging, sayur, jajanan, TPS dan tempat pemotongan unggas. Fly grill dilemparkan ke lantai kemudian hitung jumlah lalat yang hinggap dalam waktu 30 detik pada setiap lokasi sedikitnya 10 kali perhitungan (10 x 30 detik) dan 5 perhitungan yang tertinggi dibuat rata-rata. Pengukuran kepadatan lalat didapatkan hasil tertinggi pada TPS, yaitu sebesar 125 ekor/blok grill, dan kepadatan lalat terendah pada kios buah, yaitu 0 ekor / blok grill. Rata–rata kepadatan lalat di Pasar Srago yaitu sebesar 31 ekor/blok grill. Hasil tersebut termasuk dalam kategori populasi sangat padat sehingga berisiko menimbulkan berbagai penyakit. Penilaian sanitasi Pasar Srago didapatkan hasil sebesar 57,5%. Hasil tersebut termasuk dalam kategori kurang, sehingga dapat menimbulkan tempat perindukan lalat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepadatan lalat di Pasar Srago termasuk dalam kategori populasi sangat padat, sehingga perlu dilakukan pengamanan terhadap tempat–tempat berkembangbiaknya lalat dan tindakan pengendalian lalat. Sarannya yaitu melakukan perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan untuk mengeliminasi tempat–tempat perindukan lalat.

Daftar bacaan : 1991-2020

Kata kunci : Kepadatan lalat, Pasar

Klasifikasi : -

fulltext

PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP PENURUNAN KANDUNGAN BESI (Fe) DAN KEKERUHAN AIR SUNGAI DI DESA PURWONEGORO KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Diploma III Sanitasi

Tugas Akhir, Mei 2020

Abstrak

Zulaikha Reza Zulkarnaen (zulaikhareza@gmail.com)

PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP PENURUNAN KANDUNGAN BESI (Fe) DAN KEKERUHAN AIR SUNGAI DI DESA PURWONEGORO KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2021

xiv + 53 halaman : Tabel, Gambar, Lampiran

Permasalahan lingkungan yang menjadi perhatian utama pada saat ini adalah menurunnya kualitas perairan oleh masuknya bahan pencemar yang berasal dari berbagai kegiatan manusia. Permasalahan tersebut terjadi pula di aliran sungai di Desa Purwonegoro sehingga kondisi sungai menjadi keruh.Kulit pisang dijadikan sebagai salah satu alternatif yang digunakan untuk menurunkan kandungan besi dan kekeruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kulit pisang sebagai adsorben dengan dosis 60 gram, 70 gram dan 80 gram dalam mengurangi kadar besi dan kekeruhan pada air sungai di Desa Purwonegoro. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rancangan pre test dan post test control design, data-data dikumpulkan dengan cara observasi, pengukuran parameter lapangan dan pengukuran parameter laboratorium. Subyek penelitian ini adalah tingkat kekeruhan dan kandungan besi (Fe) pada air sungai setelah diberi perlakuan adsorpsi oleh kulit pisang. Adsorben kulit pisang 60 gram merupakan dosis terbaik untuk menurunkan kandungan besi(Fe) dengan rata-rata 0,88 mg/l dan kekeruhan dengan rata-rata 30 NTU. Penulis menyarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan dosis adsorben kulit pisang tidak lebih dari 60 gram untuk kapasitas 250 ml air sampel dan waktu kontak saat perlakuan tidak lebih dari 20 menit.

 Daftar bacaan : 27

Kata kunci : Kekeruhan, Besi (Fe), Kulit Pisang

Klasifikasi : -

fulltext

DESKRIPSI KUALITAS KADAR COD LIMBAH CAIR HOME INDUSTRY RAJASAMAS BATIK DI DESA MAOS KIDUL KECAMATAN MAOS KABUPATEN CILACAP TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Sanitasi Program Diploma III

Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021 

Abstrak 

Annisa Putri Irananda (apirananda@gmail.com)

DESKRIPSI KUALITAS KADAR COD LIMBAH CAIR HOME INDUSTRY RAJASAMAS BATIK DI DESA MAOS KIDUL KECAMATAN MAOS KABUPATEN CILACAP TAHUN 2021

XIV + 53 halaman, tabel, gambar, lampiran

Batik merupakan hasil produksi yang hampir setiap proses pembuatannya menggunakan bahan kimia. Limbah cair batik jika di buang langsung ke lingkungan dapat mencemari lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber kualitas kadar COD, pH dan suhu pada limbah cair home industry Rajasamas batik di Desa Maos Kidul. Jenis penilitian ini adalah deskriptif dengan mengamati proses pembuatan dan mengukur parametere suhu dan pH serta pemeriksaan sampel air limbah di laboratorium. Data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil yang di dapatkan bahwa sumber lmbah cair batik yaitu pada proses perendaman, pewarnaan, perebusan dan pencucian. Air limbah batik tersebut di buang langsung ke tanah tanpa melalui proses pengolahan yang berisiko pencemaran lingkungan. Hasil pengukuran pada sumber limbah cair batik menunjukan bahwa kadar COD 250 mg/l, 310 mg/l, 340 mg/l, 650 mg/l, 550 mg/l, 610 mg/l yang artinya semua proses tidak memenuhi syarat, suhu 30°C, 32°C, 32°C, 35°C, 35°C, 32°C yang masih dalam keadaan baik, dan pH 7,1 ; 5,2 ; 9,8 ; 5,5 ; 9,4 ; 9,6 artinya hanya proses perendaman yang memenuhi syarat dan proses lainnya tidak memenuhi syarat. Dapat disimpulkan bahwa air limbah batik yang dihasilkan langsung di buang ke lingkungan tanpa melalui pengolahan yang tepat dan kualitas kadar COD, pH serta suhu sebagian tidak memenuhi syarat. Saran untuk pemilik usaha agar mengolah air limbah batik tersebut dengan baik sebelum di buang ke lingkungan agar tidak mencemari lingkungan dan melakukan pemeriksaan kualitas air limbah tersebut.

Daftar bacaan : (1994-2019)

Kata kunci : air limbah, batik, COD

Klasifikasi : -

fulltext

PENERAPAN HYGIENE SANITASI MAKANAN PADA SOTO AYAM DI DESA KEDUNGPUJI KECAMATAN GOMBONG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan

Program Studi Sanitasi Program Diploma III

Karya Tulis Ilmiah, Juni 2021

Abstrak

Jihan Fadhilah Khoerunnisa (jihanfadhilah474@gmail.com)

PENERAPAN HYGIENE SANITASI MAKANAN PADA SOTO AYAM DI DESA KEDUNGPUJI KECAMATAN GOMBONG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2021

 XVIII + 83 halaman : tabel, gambar, diagram, lampiran

Makanan merupakan hal yang penting bagi kesehatan manusia. Salah satu akibat dari penyediaan makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan adalah keracunan makanan. Laporan Tahunan BPOM Pusat Tahun 2019 menunjukkan bahwa makanan merupakan penyebab keracunan tertinggi keempat sebesar 7,63% setelah binatang (47,34%), minuman (13,19%), dan Obat (9,92%). Kasus keracunan pangan juga termasuk urutan ke dua yang masuk di laporan Public Health Emergency Operation Center (PHEOC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan hygiene sanitasi makanan pada soto ayam di Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang menggambarkan hygiene sanitasi makanan pada soto ayam dengan sampel penelitian sebanyak 6 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian mengenai hygiene sanitasi makanan di Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong menunjukkan bahwa pedagang soto ayam seluruhnya tidak memenuhi syarat karena pada kelima variabel penilaian masih terdapat item pemeriksaan yang belum terpenuhi yaitu hygiene penjamah makanan (83%), sanitasi peralatan makanan (33%), sanitasi bahan makanan (17%), sanitasi penyajian makanan (67%), dan sanitasi sarana penjaja (100%). Disimpulkan bahwa pedagang soto ayam di Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong secara umum belum menerapkan hygiene sanitasi makanan dengan baik dan perlu dilakukan perbaikan pada pemakaian celemek, penutup kepala, penutup mulut/masker, alas tangan, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan peralatan, pencucian peralatan dengan air bersih dan sabun, pengeringan peralatan menggunakan lap bersih, penyimpanan bahan makanan dalam keadaan bersih dan tertutup, penyajian makanan secara tertutup, kebersihan konstruksi sarana penjaja, penyediaan tempat cuci peralatan, cuci tangan, tempat sampah, serta lokasi penjualan yang bebas dari pencemar.

Daftar bacaan : 31 (2003-2020)

Kata kunci : Hygiene Sanitasi Makanan, Soto Ayam

Klasifikasi :

fulltext

STUDI KEBERADAAN BAKTERI Salmonella sp PADA JAMU TRADISIONAL STMJ (SUSU TELUR MADU JAHE) YANG DIJUAL DI KECAMATAN BATANG KABUPATEN BATANG TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan 

Program Studi Sanitasi Program Diploma III 

Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021 

ABSTRAK 

Yuliana Mileniawati (yulianamileniawati@gmail.com) 

STUDI KEBERADAAN BAKTERI Salmonella sp PADA JAMU TRADISIONAL STMJ (SUSU TELUR MADU JAHE) YANG DIJUAL DI KECAMATAN BATANG KABUPATEN BATANG TAHUN 2021

xvii + 98 halaman : tabel, gambar, lampiran 

Makanan dan minuman yang tercemar merupakan media pertumbuhan mikroorganisme (bakteri) penyebab penyakit, salah satunya adalah Salmonella sp penyebab Salmonellosis. Kemungkinan terinfeksi oleh Salmonella sp apabila penjamah makanan tidak memperhatikan kondisi higiene dan sanitasi pengelolaan makanan, serta konsumen yang mengkonsumsi makanan mentah. Jamu tradisional STMJ menggunakan bahan pangan produk nabati dan hewani, apabila proses pengelolaan makanan tidak memperhatikan kondisi higiene sanitasi makanan dikhawatirkan bakteri patogen masih terdapat didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keberadaan bakteri Salmonella sp, mendeskripsikan penerapan prinsip Higiene Sanitasi Makanan Minuman, mengukur suhu dan pH pada jamu tradisional STMJ. Design yang digunakan adalah metode deskriptif untuk mengetahui keberadaan bakteri Salmonella sp pada jamu tradisional STMJ yang dijual di Kecamatan Batang Kabupaten Batang melalui analisa laboratorium di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Tegal, serta menggunakan data primer yang diperoleh dengan cara observasi langsung. Pemeriksaan keberadaan bakteri Salmonella sp pada jamu tradisional STMJ dengan jumlah sampel sebanyak 2 yaitu SMJ (Susu Madu Jahe) dan TMJ (Telur Madu Jahe) dengan besar sampel sebanyak 8, menunjukkan hasil negatif sesuai dengan PBPOM No.HK.00.06.1.52.4011 Tahun 2009 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan adalah negatif/25ml. Hasil observasi penerapan prinsip Higiene Sanitasi Makanan Minuman menunjukkan hasil memenuhi syarat dengan skor sebesar 89,9%. Hasil pengukuran suhu dan pH sebesar 55,50C dan 9,7 dengan kategori memenuhi syarat. Berdasarkan hasil yang menyatakan bahwa keseluruhan sampel sudah memenuhi syarat, namun masih memungkinkan terjadinya kontaminasi bakteri Salmonella sp melalui bahan makanan, penjamah makanan, sanitasi lingkungan, dan sanitasi alat. Sehingga perlunya menerapkan prinsip Higiene Sanitasi Makanan Minuman. 

Daftar bacaan : 24 

Kata Kunci : Salmonella sp, Jamu Tradisional STMJ, Kesehatan Lingkungan 

Klasifikasi : -

fulltext

Minggu, 30 Januari 2022

“ STUDI PAPARAN DEBU PM2,5 PADA PEKERJA PEMBUATAN PERAHU KAYAK DI CV. RANDOAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2021 “

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2021
Abstrak


Shafly Wafiqi ( shaflywafiqi@gmail.com )
“ STUDI PAPARAN DEBU PM2,5 PADA PEKERJA PEMBUATAN PERAHU KAYAK DI
CV. RANDOAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2021 “
xvi + 66 halaman : lampiran, tabel, gambar


Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukannya zat, energi dan atau
komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien
turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak memenuhi
fungsinya. Debu merupakan partikel benda padar yang terjadi karena proses mekanisme
(pemecahan dan reduksi) terhadap masa padat, dimana masih dipengaruhi oleh gravitasi.
Dampak dari pencemaran udara dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, yang
berdampak negatif terhadap kesehatan paru-paru. Salah satu industri perahu menghasilkan
debu yang berasal dari bahan dasar pembuatan perahu yaitu fiberglass, fiberglass atau
dikenal sebagai serat kaca dan serat gelas merupakan kaca cair yang ditarik menjadi serat
tipis sekitar 0,005 sampai dengan 0,01 mm. Dampak negatif produksi perahu adalah
paparan debu akibat proses pembuatan perahu. Tujuan penelitian ini adalah mengukur
paparan debu pekerja pembuatan perahu kayak. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini berfifar deskriptif, yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu
keadaan secara objektif, dilakukan secara observasional. Hasil penelitian menunjuakan
paparan debu pekerja pembuatan perahu kayak, sebanyak 5 pekerja yang diukur pada
proses penggerindaan perahu kayak dengan rerata hasil pengukuran 1,56 mg/m3, 1,1
mg/m3, 1,64 mg/m3, 1,59 mg/m3, 1,52 mg/m3. Suhu dan kelembaban ruangan dengan rerata
31,5 oC, 31,4 0C, 31,7 OC, dan 51 %, 51 %, 49%. Arah angin bergerak dari arah selatan
menuju ke arah utara. Kecepatan angin dengan rerata 0,37 m/dtk, 0,3 m/dtk, 0,34 m/dtk.
Dari hasil diatas dapat disimpulkan paparan debu pekerja pembuatan perahu kayak masih
dibawah Nilai Ambang Batas yaitu 3 mg/m3. Saran kepada pekerja, diharuskan memakai alat
pelindung diri seperti masker saat melakukan pekerjaan penggerindaan.


Daftar bacaan : 17 ( 1970 – 2019 )
Kata Kunci : Paparan Debu, Suhu, Kelembaban, Kecepatan Angin, dan Arah Angin
Klasifikasi :

fulltext

TINJAUAN ANGKA KUMAN PADA JAMU YANG DICAMPUR TELUR MENTAH DI KECAMATAN SLAWI TAHUN 2021

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021


Abstrak
Shafa Salsabila Afifah (shafasalsabila600@gmail.com)
TINJAUAN ANGKA KUMAN PADA JAMU YANG DICAMPUR TELUR MENTAH DI KECAMATAN SLAWI TAHUN 2021
XVI+ 76 halaman: gambar, tabel, lampiran


Jamu adalah obat tradisional yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, perlu pencegahan beredarnya obat tradisional yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. Salah satu campuran jamu pegal linu adalah telur mentah. Telur mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, akan tetapi jika mengkonsumsi telur mentah, telur mentah ini lebih sulit dicerna oleh tubuh daripada telur matang. Selain itu telur berisiko tinggi terhadap cemaran mikroba yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian adalah menghitung angka kuman jamu yang dicampur telur mentah dan tidak dicampur telur mentah serta mendeskripsikan sanitasi dan personal hygiene penjual jamu di Kecamatan Slawi.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan melakukan observasi penerapan sanitasi dan personal hygiene serta pemeriksaan di Laboratorium untuk mengetahui angka kuman pada jamu yang dicampur telur mentah di Kecamatan Slawi. Penelitian ini menggunakan 3 lokasi penelitian di Kecamatan Slawi. Pengumpulan data umum dan data khusus dilakukan dengan observasi dan wawancara.Hasil pemeriksaan angka kuman pada jamu yang dicampur telur mentah dan tidak dicampur telur mentah dari 6 sampel yang diperiksa seluruhnya memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan No. 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Mutu dan Keamanan Obat Tradisional. Dimana persyaratan untuk parameter Angka Lempeng Total (ALT) bentuk sediaan obat dalam tidak melebihi 105 koloni/mL. Untuk sanitasi dan personal hygiene dari ketiga penjual jamu semuanya sudah cukup baik.Simpulan dari pemeriksaan angka kuman pada jamu yang dicampur telur mentah dan tidak dicampur telur mentah di Kecamatan Slawi adalah memenuhi syarat karena tidak melebihi batas yang ditetapkan dalam PBOM No 32 Tahun 2019 tentang persyaratan mutu dan keamanan obat tradisional. Kemudian untuk sanitasi dan personal hygiene dari ketiga penjual jamu semuanya sudah cukup baik. Dengan hasil tersebut diharapkan para penjual jamu mempertahankan dan menjaga hygiene sanitasi.


Daftar Bacaan : 20 (2011-2020)
Kata Kunci : Angka Kuman, Jamu, Telur mentah
Klarifikasi : - 

fulltext

IDENTIFIKASI KADAR FORMALIN PADA IKAN TERI ASIN YANG DIJUAL DI PASAR WAGE KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021


Abstrak


Sagita Nur Khasanah (Sgita8113@gmail.com)
IDENTIFIKASI KADAR FORMALIN PADA IKAN TERI ASIN YANG DIJUAL DI PASAR WAGE KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021
xvii + 64 halaman : tabel, gambar, lampiran


Ikan teri asin adalah ikan paling diminati oleh konsumen domestik. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 033 Tahun 2012 melarang formalin sebagai bahan tambahan pangan. Sri Hastuti (2010) menyatakan sampel ikan asin di pasar tradisonal madura mengandung formalin dengan kadar beragam. Tujuan penelitian ini melakukan pemeriksaan organoleptik, mengetahui kadar formalin ikan teri asin, mengetahui metode penyimpanan dan penyajian ikan teri asin di pasar serta mengetahui pengetahuan pedagang dan pembeli tentang formalin. Pemeriksaan uji organoleptik oleh 7 panelis terhadap 7 sampel ikan teri asin. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif.Pemeriksaan kadar formalin di laboratorium Fakultas MIPA Universitas Jendral Soederman dengan metode kualitatif menggunakan alat kompor listrik, timbangan digital, erlemeyer, mortar, pipet, tabung reaksi, beaker glass, corong gelas dan gelas ukur sedangkan metode kuantitatif menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 579 nm. Penilaian penyimpanan dan penyajian menggunakan checklist. Penilaian pengetahuan pedagang dan pembeli tentang formalin menggunakan kuesioner. Hasil uji organoleptik menunjukkan spesifikasi kenampakan 3 sampel memenuhi syarat, spesifikasi bau 4 sampel memenuhi syarat, spesifikasi rasa dan tekstur 6 sampel memenuhi syarat, spesifikasi jamur 7 sampel memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan formalin menyatakan 7 sampel positif formalin dengan kadar tertinggi 24.752 mg/kg dan terendah 512 mg/kg. Rerata penyimpanan 78,5% dan penyajian ikan teri asin 67%. Rerata pengetahuan formalin pada pedagang 50% dan pembeli 73%. Disimpulkan 77% sampel ikan teri asin memenuhi syarat organoleptik, 7 sampel ikan teri asin positif mengandung formalin, penyimpanan dan penyajian ikan teri asin memenuhi syarat, pengetahuan pedagang dan pembeli dalam kategori cukup. Disarankan perlu penyuluhan dan pengawasan rutin oleh dinas kesehatan terhadap penyalahgunaan formalin di ikan teri asin.


Daftar bacaan : 38 (1994-2020)
Kata kunci : ikan teri asin, formalin, organoleptik, penyimpanan, penyajian, pengetahuan
Klasifikasi :-

fulltext

HIGIENE SANITASI MAKANAN PADA PEDAGANG AYAM GORENG KRISPI DI SEKITAR PASAR WANGON TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021


Abstrak


Khusnul Khotimah (khusnulkhotimah181198@gmail.com)
HIGIENE SANITASI MAKANAN PADA PEDAGANG AYAM GORENG KRISPI DI SEKITAR PASAR WANGON TAHUN 2021
Xv + 109 halaman: tabel, gambar, lampiran


Higiene sanitasi makanan merupakan upaya untuk mengendalikan faktor tempat, peralatan, orang dan bahan makanan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Ayam goreng krispi memiliki kemungkinan untuk terkontaminasi dikarenakan proses penyimpanan yang salah, pengolahan makanan yang kurang baik dan penyajian yang tidak higienis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui higiene sanitasi makanan pada pedagang ayam goreng krispi di sekitar Pasar Wangon tahun 2021.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek yang diteliti sebanyak 5 pedagang ayam goreng krispi. Cara pengumpulan data dengan observasi dan wawancara menggunakan checklist, kuesioner, dan form uji organoleptik.
Hasil penelitian pada higiene sanitasi makanan 5 pedagang ayam goreng krispi yaitu sebanyak 3 pedagang tidak memenuhi syarat higiene perorangan, 5 pedagang tidak memenuhi syarat higiene sanitasi peralatan makanan, 5 pedagang memenuhi syarat higiene sanitasi bahan makanan, 5 pedagang telah memenuhi syarat higiene sanitasi penyajian makanan, dan 5 pedagang tidak memenuhi syarat higiene sanitasi sarana penjaja makanan. Hasil penilaian uji organoleptik pada warna ayam goreng krispi sebanyak 2 pedagang tidak memenuhi syarat, penilaian rasa ayam goreng krispi sebanyak 3 pedagang tidak memenuhi syarat, penilaian aroma ayam goreng krispi sebanyak 5 pedagang telah memenuhi syarat, dan penilaian tekstur ayam goreng krispi sebanyak 3 pedagang tidak memenuhi syarat.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebanyak 3 pedagang hanya menerapkan 40% higiene sanitasi makanan dari 5 persyaratan higiene sanitasi makanan yang ada. Sebanyak 2 pedagang telah menerapkan 60% higiene sanitasi makanan yang sesuai persyaratan. Hasil uji organoleptik 5 ayam goreng krispi yang belum memenuhi syarat yaitu pada warna, rasa dan tekstur ayam goreng krispi.


Daftar bacaan: 36 (2003-2020)
Kata kunci: Higiene Sanitasi Makanan, Ayam Goreng Krispi

fulltext

STUDI DESKRIPTIF PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP KABUPATEN CILACAP TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto

Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga

Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021

Abstrak


Rizal Setya Munawar (rizalsmunawar12@gmail.com)

 STUDI DESKRIPTIF PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP KABUPATEN CILACAP TAHUN 2021

(XVII+69 halaman: tabel, gambar, dan lampiran)

 Rumah Sakit merupakan suatu institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan secara paripurna. Pada kegiatannya sehari-hari rumah sakit hampir setiap hari menghasilkan sampah medis. Salah satunya yaitu Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap yang merupakan rumah sakit milik swasta yang setiap harinya menghasilkan sampah medis dari setiap kegiatannya di dalam rumah sakit. Jika sampah medis tersebut tidak dikelola dengan baik, maka dapat menimbulkan lingkungan yang tidak sehat dan bisa menjadi sumber penyakit. Berkaitan dengan hal tersebut, maka tujuan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sampah medis di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif yang menggambarkan pengelolaan sampah medis di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap. Penelitian dilakukan secara observasi dengan checklist serta wawancara dengan kuesioner terkait dengan pengelolaan sampah medis di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap. Pada tahap penimbulan sampah medis udah memenuhi syarat yaitu sampah medis sudah dipilah sesuai dengan jenisnya serta terdapat poster tentang anjuran membuang sampah sesuai jenisnya. Pada tahap pewadahan, di Rumah Sakit Islam Fatimah terdapat total 58 tempat sampah medis yang memiliki volume 120 liter, 10 liter serta 5 liter yang tersebar diseluruh ruangan rumah sakit, dan dilakukan pencucian tempat sampah setiap hari serta di desinfektan, namun untuk wadah sampah benda tajam tidak menggunakan safety box. Pada tahap pengumpulan, yaitu pengumpulan sampah medis dari ruangan ke TPS dilakukan setiap hari di waktu pagi hari, serta pengumpulan menggunakan troli yag tertutup. Pada tahap pengangkutan sampah medis, ada jadwal pengangkutan yang jelas dari TPS rumah sakit menuju TPA, pengangkutan sampah medis dan non medis berbeda, namun pengangkutan dari TPS ke TPA hanya dilakukan 2 kali dalam seminggu. Pada tahap pemusnahan dan pembuangan akhir, Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu PT Jabarlaju Transindo. Pengelolaan sampah medis di Rumah Sakit Islam Fatimah secara keseluruhan sudah memenuhi persyaratan, namun masih ada beberapa item yang belum memenuhi per-syaratan yaitu pewadahan sampah benda tajam tidak menggunakan safety box serta pengangkutan dari TPS ke TPA hanya 2 kali dalam seminggu. 

Daftar bacaan : 16 bacaan (2004-2020)

Kata kunci : pengelolaan, sampah medis, rumah sakit 

Klasifikasi : -

fulltext

SANITASI PASAR TRAYEMAN KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2021


Abstrak


Rizal Ananta Subhakti (rizalananta10@gmail.com)
SANITASI PASAR TRAYEMAN KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2021
XV+68 halaman : gambar, tabel, lampiran


Pasar merupakan salah satu tempat umum bagi berbagai macam orang untuk
melakukan aktivitas jual beli. Sanitasi pasar yang kurang baik dapat menimbulkan dampak
yang tidak baik bagi kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sanitasi Pasar
Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan
yaitu deskriptif dengan cara observasi dan wawancara. Variabel yang diteliti dalam penelitian
ini mencakup lokasi, bangunan, sanitasi, fasilitas penunjang, PHBS, dan protokol kesehatan
di Pasar Trayeman. Penilaian menggunakan ceklis dan kuisioner yang berpedoman dengan
PMK No 17 Tahun 2020 Tentang Pasar Sehat. Variabel yang memenuhi syarat yaitu lokasi,
penyediaan air bersih, pembuangan air limbah, fasilitas penunjang, PHBS dan protokol
kesehatan. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat kondisi bangunan, ruang pengelola,
pengelolaan sampah, toilet dan pengendalian vektor. Kesimpulan hasil penelitian adalah
Pasar Trayeman dikategorikan sebagai Pasar Sehat Dasar dengan presentase 74,1 %
berdasarkan PMK No 17 Tahun 2020 Tentang Pasar Sehat. Saran dari peneliti untuk
pengelola pasar yaitu memperbaiki kondisi yang masih belum memenuhi persyaratan sesuai
peraturan.


Daftar Bacaan : 16 (2000-2020)
Kata kunci : Sanitasi, Pasar sehat, Tempat-Tempat Umum
Klasifikasi : -

fulltext

ANALISIS TREN PERKEMBANGAN TELUR NYAMUK AEDES SP DI DESA BULUROTO KABUPATEN BLORA TAHUN 2021

 Kementerian Keseatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Prodi Sanitasi Program Studi Diploma Tiga
Karya Tulis Ilmiah, 10 Juni 2021


Abstrak


Riska Wafiq Azizah (riskawafiq@gmail.com)
ANALISIS TREN PERKEMBANGAN TELUR NYAMUK AEDES SP DI DESA BULUROTO KABUPATEN BLORA TAHUN 2021
XVIII + 74 halaman: gambar, tabel, lampiran


World Health Organization (WHO), badan kesehatan dunia menjuluki nyamuk sebagai musuh publik nomor satu. Penyakit tular vektor akibat nyamuk di negara tropis dan subtropis di seluruh dunia menyerang 2,5 miliar orang dengan 40% populasi dunia terkena infeksi, terdiri dari 50-100 juta infeksi setiap tahun dan sekitar 2,5% dari orang yang terkena dampak meninggal. Ketinggian tersebut merupakan batas bagi penyebaran Aedes aegypti. Wilayah kabupaten Blora terdiri atas daratan rendah dan perbukitan dengan ketinggian antara 25 - 50 meter di atas permukaan laut. Peringkat Demam Berdarah di tingkat Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Blora konsisten berada pada peringkat 16 dari 35 Kabupaten di Jawa Tengah pada periode tahun 2015 hingga 2019.
Metode penelitian dilakukan secara deskriptif observasional. Penelitian tidak memberikan modifikasi khusus terhadap lingkungan. Lokasi penelitian berada di Desa Buluroto Kabupaten Blora. Materi penelitian berupa pengamatan siklus hidup nyamuk Aedes sp spesies Aedes aegypti dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa. Sumber data berupa data sekunder dan data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan instrument penelitian setiap harinya. Pengolahan data berupa editing, coding, tabulating, dan saving. Etika penelitian yaitu anonymity dan confidentiality.
Hasil pengamatan penelitian menunjukkan waktu yang dibutuhkan oleh telur nyamuk untuk menjadi nyamuk dewasa adalah 2-3 siklus aquatic. Keberhasilan penetasan telur nyamuk sampel 1 sebesar 92%. Pada sampel 2 sebesar 12%. Keberhasilan perkembangan kehidupan sampel 1 sebesar 95,7% (183 ekor), sedangkan sampel 2 sebesar 83% (25 ekor) Parameter lingkungan selama penelitian untuk suhu udara rata-rata adalah 29°C. Kelembapan udara rata-rata 77%. Intensitas pencahayaan 38 lux. Suhu air rata-rata sampel 1 sebesar 28,08°C, sedangkan suhu air sampel 2 27,81°C. Rata-rata pH sampel 1 dan sampel 2 sebesar 6,13.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keadaan topografi wilayah berpengaruh terhadap prosentase penetasan dan kehidupan nyamuk Aedes aegypti. Proses evaluasi pemberantasan nyamuk di lingkungan oleh pemerintah harus dilakukan, masyarakat harus menjadi agen perubahan dengan gerakan 3M plus. Penelitian mengenai siklus perkembangan nyamuk yang dilakukan akan lebih baik lagi jika menggunakan telur hasil pemasangan ovitrap di lingkungan.


Daftar Bacaan: 30 (2010-2021)
Kata Kunci:Nyamuk, Kesehatan Lingkungan
Klasifikasi:Vektor

fulltext

JUMLAH LARVA NYAMUK YANG TERTANGKAP DANN LARVITRAP INDEX PADA PEMASANGAN LARVITRAP DI DESA PANDAK KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, 9 Juni 2021


Abstrak


Reviana Tri Bowo Mukti (revianat@gmail.com)
JUMLAH LARVA NYAMUK YANG TERTANGKAP DANN LARVITRAP INDEX PADA PEMASANGAN LARVITRAP DI DESA PANDAK KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS
XII + 54 Halaman: gambar, table, lampiran


Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan permasalahan yang serius di Provinsi Jawa Tengah. Di wilayah kerja Puskesmas Baturraden 2 ditemukan angka kejadian terbanyak di Desa Pandak. Peningkatan kasus dan kondisi endemis DBD pada suatu tempat dapat dikarenakan adanya banyak faktor, salah satunya pola pikir masyarakat dalam pengendalian vektor DBD yang dilakukan masih mengutamakan metode fogging yang mana dapat menyebabkan vektor DBD menjadi resisten. Sehingga perlu dilakukannya pengendalian tanpa insektisida seperti penggunaan larvitrap. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jumlah larva nyamuk yang tertangkap dan larvitrap index pada pemasangan larvitrap di Desa Pandak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data kasus DBD pada tahun 2017-2019 di Desa Pandak, pengukuran kondisi lingkungan fisik udara, dan pemasangan larvitrap pada rumah penderita dan rumah masyarakat sekitar penderita dengan radius 100 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 54 kasus terjadi pada tahun 2019 (50 kasus bulan Januari, 2 kasus bulan Februari-Maret, 2 kasus bulan Mei). Menurut jenis kelamin diketahui pada jenis kelamin perempuan sebesar 65% dan jenis kelamin laki-laki sebesar 35%. Dan menurut umur ditemukan 9 penderita umur 0-14 tahun, 31 penderita umur 15-49 tahun, dan 14 penderita umur ≥50 tahun. Pengukuran kondisi lingkungan fisik udara didapatkan hasil kondisi curah hujan mencapai 342 mm, suhu 27-280C, kelembapan udara 69-76%. Selanjutnya dari pemasangan 30 buah larvitrap terdapat 18 buah larvitrap positif larva nyamuk dengan 832 ekor larva nyamuk yang terperangkap. Simpulan dari penelitian ini adalah sebanyak 54 kasus DBD terdapat angka kejadian tertinggi pada bulan Januari 2019 dengan penderita terbanyak pada jenis kelamin perempuan sebesar 65% dan pada umur 15-49 tahun sebanyak 31 penderita. Pada kondisi lingkungan fisik udara tersebut mendapat indeks larvitrap sebesar 60% dan 832 ekor larva nyamuk yang terperangkap dalam larvitrap. Sarannya adalah penggunaan larvitrap sebagai alternatif pengendalian vektor DBD.


Daftar Bacaan : 30 (2010 – 2020)
Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue (DBD), larvitrap
Klasifikasi : - 

fulltext

ANALISIS TREN PERKEMBANGAN NYAMUK Aedes sp MENJADI NYAMUK DEWASA DI DESA PEUSING KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2021

 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021


Abstrak


Popy Ardila Putri (ardilapopy@gmail.com)
ANALISIS TREN PERKEMBANGAN NYAMUK Aedes sp MENJADI NYAMUK DEWASA DI DESA PEUSING KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2021
XVII + 96 Halaman : tabel, gambar, lampiran


Kabupaten Kuningan merupakan daerah endemis DBD, vector utama penyakit DBD adalah nyamuk Aedes aegypti, perkembangan nyamuk Aedes aegypti dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik yang dimiliki oleh Kabupaten Kuningan terutama di Desa Peusing dengan kelembaban tinggi, suhu yang rendah dan pencahayaan yang rendah. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui perkembangan telur nyamuk Aedes aegypti yang menetas hingga menjadi nyamuk dewasa yang dikaitkan dengan efektivitas fogging focus yang harus dilakukan di Kabupaten Kuningan agar tidak terjadi kenaikan angka kesakitan DBD.Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dan dilakukan analisis kuantitatif pada jumlah penetasan telur nyamuk Aedes aegypti di Desa Peusing Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Tahun 2021. Hasil Penelitian perkembangan telur nyamuk Aedes aegypti menjadi nyamuk dewasa dibutuhkan waktu selama 11-15 hari dengan penetasan telur sebanyak 111 telur dengan persentase 74% terjadi pada siklus akuatik ke-1 dengan jumlah penetasan ke-1 53 butir dan pada penetasan ke-2 58 butir. Pada perkembangan dari telur menjadi nyamuk dewas terjadi kematian 4% dan yang tumbuh menjadi nyamuk dewasa sebanyak 70% dan telur yang tidak menetas sebanyak 26%. Hasil pengukuran suhu udara 21-28oC, suhu air perindukkan memiliki rentang suhu 21-24oC, pencahayaan di dalam ruangan penelitian 12-75 lux, pH 6 dan waktu penyimpanan telur nyamuk Aedes aegypti selama 8 hari. Simpulan dari penelitian ini tren perkembangan telur nyamuk Aedes aegypti membutuhkan waktu 2 siklus akuatik lebih 1 hari, hal itu berkaitan dengan pengendalian vektor DBD berupa fogging focus tidak cukup dilakukan 1 x yang seharusnya sebanyak lebih dari 2x agar terjadinya efektivitas dari pengendalian vector Demam Berdarah Dengue.


Daftar Bacaan : 34 ( 2011-2020)
Kata Kunci : DBD, fogging focus, Aedes aegypti
Klasifikasi :

fulltext

TINJAUAN KONDISI SANITASI DAN KANDUNGAN BAKTERI COLIFORM PADA SUMUR GALI DI KELURAHAN TEGALKAMULYAN KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2021

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2021


Abstrak


Noviana Suci Dewayanti (anavia425@gmail.com )
TINJAUAN KONDISI SANITASI DAN KANDUNGAN BAKTERI COLIFORM PADA SUMUR GALI DI KELURAHAN TEGALKAMULYAN KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2021
XV + 85 halaman : gambar, tabel, lampiran


Sumur gali merupakan fasilitas air bersih yang banyak digunakan masyarakat, karena
terkategori mudah dan murah pembuatannya. Selain digunakan sebagai sarana sanitasi, sumur gali
dapat dikonsumsi melalui pengolahan terlebih dahulu. Akses sarana sanitasi sumur gali di Kelurahan
Tegalkamulyan masih banyak yang tidak layak karena permukiman yang padat cenderung kumuh
terutama pada pesisir pantai, berdekatan dengan sungai Kaliyasa yang menjadi pembuangan limbah
dari industri setempat, serta tingginya kasus BABS dan akses jamban yang tidak layak. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui kondisi sanitasi sumur gali dan total Coliform pada air sumur gali
dengan menilai kondisi sanitasi,pemeriksaan suhu dan Ph, dan pemeriksaan total Coliform pada air
sumur gali di Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap Tahun 2021.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif, data hasil penelitian disajikan
dengan mendeskripsikan data dalam bentuk tabel dan narasi. Sampel yang diambil dalam penelitian
adalah sumur gali dengan kondisi sanitasi kategori resiko pencemaran tinggi dan amat tinggi yang
akan dipilih satu sumur setiap RW untuk di periksa total Coliform, apabila terdapat >1 sumur dengan
tingkat resiko pencemaran yang sama akan dilakukan simple random sampling.
Hasil penelitian menunjukan kondisi sanitasi sumur gali di Kelurahan Tegalkamulyan dari 37
sumur gali yang diperiksa yang memenuhi syarat yaitu pada resiko pencemaran rendah 8 sumur
(22%), dan tidak memenuhi syarat yaitu tingkat pencemaran sedang 16 sumur (43%), tinggi 11 sumur
(30%), amat tinggi 2 sumur (5%), Kualitas fisik dan kimia air sumur gali yaitu untuk suhu air rata-rata
30˚C dan suhu udara 31˚C, dan Ph air sumur gali 6,5 - 8,5, total Coliform pada air sumur gali
menunjukan hasil 189-200 CFU/100 ml yaitu 1 sumur 189 CFU/100 ml dan 8 sumur >200 CFU/100
ml.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi sanitasi sumur gali dari 37 sumur yang diperiksa yang
memenuhi syarat yaitu pada resiko pencemaran rendah 8 sumur (22%), dan tidak memenuhi syarat
yaitu tingkat pencemaran sedang 16 sumur (43%), tinggi 11 sumur (30%), amat tinggi 2 sumur (5%),
suhu air sumur gali rata-rata 30˚C dan suhu udara 31˚C, Ph air sumur gali 6,5 - 8,5, untuk total
Coliform air sumur gali yang diperiksa menunjukan hasil 189-200 CFU/100 ml yaitu 1 sumur 189
CFU/100 ml dan 8 sumur >200 CFU/100 ml. Saran pada penelitian ini adalah perlu dilakukan kepada
masyarakat untuk memperbaiki kondisi fisik dan sanitasi sumur gali serta menggunakan chlorine
diffuser pada sumur gali, dan pihak puskesmas Cilacap Selatan II untuk melakukan pemeriksaan
penyehatan air setiap 6 bulan dan pelatihan pembuatan chlorine diffuser kepada masyarakat.


Daftar Bacaan : 53 (1958-2020)
Kata Kunci : Coliform, Sanitasi ,Sumur gali
Klasifikasi : -

fulltext