Minggu, 31 Agustus 2014

EFISIENSI LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN BAWAH PERMUKAAN SUBSURFACE FLOW WETLANDS TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI BOD DAN TSS PADA INDUSTRI TAHU

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014

ABSTRAK
Agung Pradana Prastya Wibowo (agungpradana1992@yahoo.com)
EFISIENSI LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN BAWAH PERMUKAAN SUBSURFACE FLOW WETLANDS  TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI BOD DAN TSS  PADA INDUSTRI TAHU DI DESA GLONTOR, KECAMATAN KARANGGAYAM, KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2014
XV + 87 halaman : gambar, tabel, lampiran

Indonesia merupakan negara berkembang yang sebagian besar produksi limbahnya berasal dari aktivitas masyarakat dalam bentuk limbah cair industri. Air limbah adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Desa Glontor Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen terdapat 12 pabrik tahu. Rata-rata limbah cair yang dihasilkan setelah proses pembuatan tahu sebesar 320 liter/ hari dengan konsentrasi BOD sebesar 8.894,7 mg/liter dan TSS sebesar 302 mg/liter. Sistim yang digunakan untuk menurunkan beban BOD dan TSS pada limbah tahu adalah lahan basah buatan aliran bawah permukaan Subsurface Flow Wetlands. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efisiensi lahan basah buatan aliran bawah permukaan (Subsurface Flow Wetlands) terhadap penurunan konsentrasi BOD5
Jenis penelitian Pre experiment dengan metode pre and post test design yang bermaksud untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan antara pemakaian lahan basah buatan alira bawah (Subsurface Flow Wetlands) terhadap penurunan konsentrasi BOD
Hasil penelitian sebagai berikut debit influent 0,22 liter/menit dan debit effluent 0,016 liter/menit, parameter suhu influent 480 555  dan TSS.  dan TSS. C dan suhu effluent 26C, parameter pH influent 4,3 dan pH effluent 7, parameter BOD influent 8.859,40 mg/liter dan BOD55 effluent 891,16 mg/liter dengan efisiensi penurunan sebesar 89,87%, sementara itu untuk parameter TSS influent 2.520 mg/liter dan TSS effluent 1.359 mg/liter dengan efiensi penurunan sebesar 44,8%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistim lahan basah buatan aliran bawah permukaan (Subsurface Flow Wetlands) dapat menurunkan konsentrasi BOD namun dalam menurunkan konsentrasi TSS tidak menghasilkan nilai penurunan yang signifikan. Saran dalam penelitian ini adalah sistim lahan basah buatan aliran bawah permukaan (Subsurface Flow Wetlands) diharapkan untuk dirancang ulang supaya hasil penurunan konsentrasi BOD5 dan TSS lebih efisien dan dan memenuhi baku mutu air limbah.

Daftar bacaan : 32 (1985-2013)
Kata kunci      : Subsurface Flow Wetlands

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar