Minggu, 31 Agustus 2014

DENSITAS DAN IDENTIFIKASI JENIS NYAMUK DI PERUMAHAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Kemenkes 
Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2014

Abstrak
Muhammad Adam Maulana  ( cora_graizers@yahoo.com )
DESKRIPSI DENSITAS DAN IDENTIFIKASI JENIS NYAMUK DI PERUMAHAN KAMPUS 7 POLTEKKES KEMENKES SEMARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014

Nyamuk masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Nyamuk menjadi vektor pembawa penyakit DBD, malaria, chikungunya, filariasis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepadatan dan jenis nyamuk yang ada pada Perumahan Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang Kabupaten Banyumas.
Jenis penelitian termasuk penelitian deskriptif dengan menguraikan hasil survey yang disajikan dalam bentuk tabel. Jumlah responden yang di survey ada 20 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan pengukuran.
Hasil penelitian ditemukan nyamuk Aedes sp. sejumlah 316 ekor dengan spesies 316 ekor Aedes Albopictus dengan indeks MHD tertinggi MHD = 3. Nyamuk Culex sp. sejumlah 29 ekor dengan spesies 29 ekor Culex quenquefasciatus dengan indeks MBR tertinggi MBR = 1. Nyamuk Anopheles sp. sejumlah 0 ekor dengan indeks MBR = 0. Hasil pengukuran suhu didapatkan hasil suhu Indoor antara 240C-260C, hasil suhu Outdoor antara 23C. Hasil pengukuran kelembaban didapatkan hasil kelembaban Indoor antara 68%-80%, hasil kelembaban Outdoor antara 70%-90%. Hasil pengukuran pencahayaan didapatkan hasil intensitas cahaya Indoor antara 19 lux – 60 lux, hasil intensitas cahaya Outdoor antara 58 lux – 245 lux. Hasil survey larva nyamuk pada 20 rumah didapatkan hasil indeks HI  ( House Index )  = 50%, CI  ( Container Index )  = 17%, BI  ( Breteau Index )  = 80%, ABJ = 50%. Hasil kepadatan larva Anopheles sp. dan Culex sp. ditemukan hasil 0 untuk Anopheles sp. dan 1 untuk Culex sp.
Kesimpulan bahwa kepadatan nyamuk Aedes sp. berdasarkan indeks MHD termasuk dalam penularan stabil, sedangkan untuk nyamuk Culex sp. berdasarkan indeks MBR termasuk dalam penularan menengah. Untuk nyamuk Anopheles sp. tidak terjadi penularan karena tidak ditemukan nyamuk. Nerdasarkan hasil survey larva indeks HI, CI, BI, dan ABJ pada Perumahan Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang dikategorikan penyebaran vektor tinggi untuk penularan penyakit. Saran untuk pengurus Perumahan agar lebih ditingkatkan dalam pemberantasan sarang nyamuk, bukan hanya fokus pada nyamuk dewasa saja.

Daftar bacaan : 9  ( 1985-2013 )
Kata kunci      : Spesies Nyamuk
Klasifikasi      :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar