Senin, 24 Maret 2014

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
                                                                                                                    Karya Tulis Ilmiah Juli 2010
  
Abstrak  
Ari Setyo Widhani (namakuaribukansinchan_ankh@yahoo.com)
Studi Pengelolaan Sampah Di Perkantoran Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2010 
XIV + 50  halaman: gambar, tabel, lampiran 

Seperti kita ketahui bahwa pengetahuan tentang pengelolaan sampah kantor bagi masyarakat umum masih jarang. Adanya sampah yang tidak dikelola dapat mengganggu kegiatan dan kebersihan yang ada di kantor. Oleh karena hal tersebut diatas maka harus ada pengolahan sampah.
Tujuan penelitian untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berhasil guna dan berdaya guna  Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan sampah di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen dan mengetahui faktor yang mendukung pengelolaan sampah yang ada serta mengetahui faktor yang menghambat pengelolaan sampah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan menggambarkan seluruh proses pengelolaan sampah yang ada. 
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen mempunyai proses pengelolaan sampah yang sederhana. Sampah yang dihasilkan dikumpulkan di TPS kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir. Faktor penghambat pengelolaan sampah adalah jumlah sarana dan prasarana yang masih kurang dan jumlah tenaga kerja yang masih kurang sedangkan faktor pendukungnya  adalah pendanaan yang cukup dari kantor, letak geografis.
Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen mempunyai proses pengelolaan sampah yang sederhana.. Sebaiknya menambah tenaga pengelola kebersihan kantor dan menambah sarana dan prasarana pengelola kebersihan dan melakukan pelatihan tentang pengelolaan sampah dan tingkat pendidikan tenaga pengelola sampah di sesuaikan dengan peraturan yang ada yaitu minimal DIII untuk tenaga kebersihan kantor pemerintahan.

Daftar bacaan : 22 (2001-2009)
Kata kunci      : Pengelolaan Sampah, Kantor
Klasifikasi      : PTPSP

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA DI PABRIK

 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010 

Abstrak
Ari Purnomosidi (sidi_ari@yahoo.com)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA DI PABRIK GONDORUKEM DAN TERPENTIN WINDUAJI KABUPATEN BREBES TAHUN 2010
xv + 60 halaman, tabel, gambar, lampiran 

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan dalam dunia kerja bertujuan untuk melindungi pekerja dari bahaya kecelakaan maupun kesakitan yang ada di tempat kerja. Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja daan pulang kerumah melalui jalan biasa atau wajar dilalui. Faktor risiko terjadinya kecelakaan kerja disebabkan cara kerja, peralatan kerja yang digunakan, beban kerja yang diberikan kepada setiap pekerja, perilaku pekerja, jenis kelamin, pendidikan, waktu kerja, umur, dan pengunaan alat pelindung diri.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan cara kerja, peralatan, beban dan perilaku kerja dengan kecelakaan kerja
Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, check list dan observasi. Analisis data dalam bentuk analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi square.
Hasil penelitian yang diperoleh tidak ada hubungan antara cara kerja dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan antara peralatan kerja dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan antara beban kerja dengan kecelakaan kerja, dan ada hubungan antara perilaku kerja dengan kecelakaan kerja
Kesimpulan dari penelitian adalah cara kerja, peralatan, dan beban kerja  tidak ada hubungan dengan kecelakaan kerja dan hanya perilaku kerja yang tedapat hubungan dengan kecelakaan kerja. Bagi perusahaan disarankan untuk membuat peraturan yang tegas bagi pekerja yang tidak mengunakaan  alat pelindung diri saat bekerja dengan membuat peraturan yang tegas maka perilaku pekerja akan sesuai dengan prosedur keja dan tidak akan terjadi kecelakaan kerja . Bagi pekerja memakai alat pelindung diri saat bekerja dan melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja untuk melindungi pekerja dari kecelakaan kerja.

Daftar bacaan : 14 (1970 -2010)
Kata Kunci     : Kecelakaan kerja, cara kerja, peralatan kerja, beban kerja, perilaku kerja
Klasifikasi      : -

STUDI SANITASI BARAK KOMPI SENAPAN B BATALYON INFANTERI 405 SURYAKUSUMA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan  
Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah,  Juli 2010 

ABSTRAK
An – nisa Uswatun Hasanah (niesyasweet@yahoo.co.id)
STUDI SANITASI BARAK KOMPI SENAPAN B BATALYON INFANTERI 405 SURYAKUSUMA KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS 2010
XVI + 66 halaman: gambar, tabel, lampiran 

Pengertian batalyon adalah kesatuan tentara yang merupakan bagian dari resimen (8001000 orang), kompi adalah bagian dari batalyon. Suatu tempat pendidikan resmi, Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 405 Wangon dilengkapi dengan berbagai fasilitas, salah satu diantaranya adalah barak. Barak yaitu tempat tinggal atau tempat untuk istirahat personil TNIAD yang belum menikah. Keadaan sanitasi barak yang kurang memenuhi persyaratan kesehatan, dapat terjadinya atau mempermudah penularan penyakit dan menyebabkan kecelakaan.
Tujuan penelitian meninjau keadaan sanitasi barak sehingga diketahui barak Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 405 masuk dalam katagori baik atau tidak.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif yaitu metode pemecahan masalah dengan menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan atau berdasarkan fakta yang ada. Data yang diperoleh dari pengamatan dan wawancara, hasilnya diolah dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, kemudian di analisis dengan membadingkannya dengan persyaratan yang ada.
Hasil penelitian Sanitasi barak kondisi dari ruang, lantai terbuat dari tegel, ventilasi 4,42% , dinding terbuat dari susunan batu bata, atap menggunakan genting, langit-langit menggunakan ternit, jendela dan pintu terbuat dari kayu dalam kondisi baik dan bersih. Sanitasi udara hasil pegukuran suhu 29,37oC, kelembaban 84,97%, pencayahaan 67,87 lux. Sarana air bersih menggunakan PDAM dan air minum menggunakan air isi ulang galon. Penyediaan makanan ada yang bertugas khusus memasak, makanan jadi ditempatkan tremos plastik. Pengendalian vektor dengan sering membersihkan ruang dan lingkungan sekitar barak, pengelolaan sampah ditampung tempat sampah ukuran diameter 15 cm tinggi 25 cm dibuang tiap hari ke TPS, dari TPS dibuang TPA satu kali seminggu, pembuangan limbah dialirkan ke sungai dengan jarak > 100 m melalui selokan ukuran lebar 15 cm dan panjang > 50 m. 
Kesimpulan setelah dilakukan penilaian sanitasi barak Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 405 Wangon kategori baik, dengan persentase 76%. Saran bagi Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 405 Wangon diharapkan tetap melakukan perbaikan khususnya perbaikan untuk pencahayaan barak pada malam hari dengan penambahan lampu atau dengan mengganti lampu neon ± 40 watt.

Daftar bacaan : 22 (1985 - 2009)
Kata Kunci     : Sanitasi barak perumahan dan permukiman, kesehatan lingkungan, kesehatan.
Klasifikasi      : 

TINJAUAN PENGELOLAAN SAMPAH PASAR KOTA BANJARNEGARA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto  
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010

ABSTRAK
Amin Yakup (erhaz_damien@ymail.com)
TINJAUAN PENGELOLAAN SAMPAH PASAR KOTA BANJARNEGARA KECAMATAN BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010
Xiii+66 Halaman, Tabel, Gambar, Lampiran 

Pasar merupakan sebagai tempat untuk melakukan aktifitas transaksi antara penjual dan pembeli. Pasar selalu menghasilkan sampah dalam jumlah banyak. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan gangguan-gangguan kenyamanan, bahaya banjir, pencemaran lingkungan hingga menimbulkan gangguan-gangguan kesehatan atau sebagai penularan penyakit seperti kolera, disentri. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan tentang penimbulan sampah, pewadahan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, pengolahan sampah dan pembuangan akhir sampah.
Metode penelitian deskriptif yaitu dengan mendiskripsikan tentang pengelolaan sampah di Pasar Kota Banjarnegara, meliputi penimbulan sampah, pewadahan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, pengolahan sampah dan pembuangan akhir sampah.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan sampah di Pasar Kota Banjarnegara jumlah penimbulan sampah rata-rata perhari yaitu 7,85 m, dengan perincian yaitu jumlah sampah organik 4,62 m3 dan jumlah sampah anorganik 3,23 m3. Selain itu peran serta pedagang dalam menghasilkan sampah dan perawatan tempat sampah yang masih rendah serta kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang bersih yang masih rendah pula. Hal ini yang menjadi kendala bagi petugas kebersihan dalam pengelolaan sampah di Pasar Kota Banjarnegara
Kesimpulan penelitian ini adalah sistem pengelolaan sampah di Pasar Kota Banjarnegara. kurang baik, yaitu ada beberapa permasalahan seperti perlu adanya pengawasan dari pengelola pasar yaitu dengan peningkatan penyuluhan kesehatan lingkungan kepada pedagang yang cukup, sebagai penunjang kegiatan pengelolaan sampah Pasar Kota Banjarnegara, bagi para petugas kebersihan harus memakai APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap agar dalam bekerja tidak terjadi kecelakaan kerja.  

Daftar bacaan    : 12 (1978-2008)
Kata kunci         : sampah, pasar, pengelolaan
Klasifikasi         : 

TINJAUAN PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PROSES KONSTRUKSI BANGUNAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia   
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang  
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan  
                                                                                                                  Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010 
 
Abstrak
Adi Sucipto  (adi_molek1988 @yahoo.co.id)
TINJAUAN PENERAPAN  KESEHATAN  DAN KESELAMATAN KERJA PADA PROSES KONSTRUKSI BANGUNAN DI PT. GLOBAL STANDAR  NEO TECH  TAHUN 2010 
xvii + 59 halaman: gambar, tabel, lampiran

Industri konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja. Penyebab utama kecelakaan kerja pada proyek konstruksi berhubungan dengan karakteristik proyek konstruksi yang bersifat unik, lokasi kerja yang berbeda-beda, terbuka dan dipengaruhi cuaca, waktu pelaksanaan yang terbatas, dinamis dan menuntut ketahanan fisik yang tinggi, serta banyak menggunakan tenaga kerja yang tidak terlatih. Ditambah dengan manajemen keselamatan kerja yang sangat lemah. PT. Global Standar Neo Tech adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, boiler, duping, dan instalasi perpipaan. 
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan tujuan untuk menggambarkan penerapan keselamatan dan  kesehatan  kerja di PT. Global Standar Neo Tech .
Hasil penelitian ini meliputi lingkungan kerja yaitu suhu rata-rata sebesar 28,5 C, kelembaban sebesar 71,5 %, dan kebisingan sebesar 68,5 dB. Kecelakaan kerja yang terjadi sebanyak 3 kasus berupa tertimpa material dan terjatuh. Sedangkan  gangguan kesehatan yang dialami pekerja berupa sakit kepala  sejumlah 12 orang, sulit konsentrasi sejumlah 6 orang, dan ISPA sejumlah 9 orang. Sebagai tindakan pengendalian K3 dilakukan pendekatan terhadap manajemen, peraturan, tenaga kerja, dan lingkungan. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di PT. Global Standar Neo Tech sudah baik. Lingkungan kerja berupa lingkungan fisik (suhu, kelembaban, dan kebisingan) tidak memiliki risiko yang besar. Selain itu upaya kesehatan kerja berupa pembangunan klinik, dan jaminan sosial tenaga kerja. Namun ada beberapa tindakan yang perlu diperbaiki seperti pengawasan terhadap pekerja lebih ditingkatkan untuk mengurangi kecelakaan kerja. 

Daftar bacaan : 23 (1969 – 2010)
Kata kunci      : Manajemen, Kecelakaan kerja, Konstruksi bangunan 
Klasifikasi      : - 

STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PERUSAHAAN KOPI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politekenik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2010 

Abstrak 
Nila Sumarwati (feila_ndut@ymail.com)
STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PERUSAHAAN KOPI SINJU DJEMPOL KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2010
xv + 49 : tabel + halaman + lampiran 

Proses produksi selain menghasilkan barang produksi yang bermanfaat, juga dapat menimbulkan bahaya kecelakaan akibat kerja yang akan menyebabkan proses produksi menjadi terhambat. Kejadian kecelakaan kerja yang terjadi di Perusahaan  Kopi Sinju Djempol adalah tangan tertusuk benda tajam pada saat mensortir kopi, tangan tersengat penggorengan pada saat menyangrai dan tergores pada saat  pengemasan kopi bubuk, sehingga perlu adanya penanganan bagi tenaga kerja. Salah satu upayanya adalah dengan menggunakan alat pelindung diri. 
Metode penelitian diskriptif dengan tujuan menggambarkan jenis alat pelindung diri, jumlah alat pelindung diri, kondisi alat pelindung diri dan pengawasan  penggunaan alat pelindung diri pekerja bagian produksi di Perusahaan Kopi Sinju Djempol. 
Hasil penelitian menunjukkan alat pelindng diri yang disediakan adalah masker delapan buah, sarung tangan delapan buah dan topi empat buah. Jumlahnya alat pelindung belum mencukupi. Kondisi alat pelindung diri yang disediakan masker enam buah baik dan duabuah rusak, sarung tangan lima buah baik dan tigabuah rusak, dan empatbuah topi dalam kondisi baik Lima orang menggunakan alat pelindung diri dan lima orang tidak. Tidak ada  pengwasan  penggunaan alat pelindung diri.
Kesimpulan perusahaan menyediakan alat pelindung diri, jumlah alat pelindung diri belum mencukupi, sebagian alat pelindung diri yang disediakan dalam keadaan rusak, pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri dengan alasan tidak nyaman dan merasa tidak perlu menggunakan alat pelindung diri. Disarankan kepada pekerja yang belum menggunakan alat pelindung diri. Perusahaan menambah jumlah alat pelindung diri masker dan sarung tangan tiga buah serta menambah alat pelindung diri seragam dan sepatu boot, dan perusahaan perlu melakukan pengawasan mengenai penggunaan alat pelindung  dan bila perlu memberlakukan sanksi. 

Daftar bacaan  : 10 (1994 – 2009)
Kata Kunci      : Alat pelindung diri
Klasifikasi       :  -

STUDI KEPADATAN LALAT DI PASAR RANDUDONGKAL KECAMATAN RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2010

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2010

Abstrak
Arie Nizar Sidqi(nizar_dongkal@yahoo.co.id) 
STUDI KEPADATAN LALAT DI PASAR RANDUDONGKAL KECAMATAN RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2010 
XIV + 44 halaman: gambar, tabel, lampiran 

Kepadatan lalat merupakan suatu indikator kurang baiknya cara pengelolaan sampah atau rendahnya tingkat kondisi sanitasi. Keberadaan lalat dikarenakan adanya faktor yang mendukung kelangsungan hidup bagi lalat. Faktor tersebut antara lain keberadaan sumber makanan bagi lalat, keadaan suhu dan kelembaban yang mendukung perkembangbiakan lalat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepadatan lalat, mengetahui faktor  faktor yang mendukung tingkat kepadatan lalat dan upaya pengendaliannya.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data untuk penelitian ini dengan cara pengukuran kepadatan lalat dengan menggunakan fly grill, pengukuran temperatur udara dengan termometer, kelembaban udara menggunakan hygrometer dan pencahayaan menggunakan lux meter. Untuk analisis data, penulis menggunakan analisis tabel dan membandingkan antara hasil pengukuran kepadatan lalat dengan interpretasi data hasil pengukuran kepadatan lalat.
Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pengukuran kepadatan lalat di Pasar Randudongkal sebesar 7 ekor per block grill, hal ini menunjukan bahwa kepadatan lalat di Pasar Randudongkal termasuk dalam kategori tinggi/padat karena termasuk dalam range 6-20 ekor. Kepadatan lalat di lokasi penjualan daging 7 ekor per blok grill, di lokasi penjualan ikan 8 ekor per blok griil, di lokasi penjualan sayuran 5 ekor per blok grill, di lokasi penjualan buah 4 ekor per blok grill, di lokasi penjualan makanan jadi 2 ekor per blok grill dan di TPS 15 ekor per blok grill.
Kesimpulan penelitian adalah bahwa kepadatan lalat di Pasar Randudongkal sebesar 7 ekor per block grill. Kepadatan lalat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban dan upaya pengendalian lalat yang dilakukan. Penanganan pengelolaan sampah di Pasar Randudongkal sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya tingkat kepadatan lalat. Saran dalam penelitian ini yaitu membuatkan tutup pada TPS, sehingga sampah tidak berserakan disekitar TPS, dan diusahakan sampah dari TPS terangkut habis ke TPA sehingga tidak memberikan kesempatan lalat untuk berkembang biak. 

Daftar bacaan  : 17 (1978-2010)
Kata Kunci      : Kepadatan lalat
Klasifikasi       :