Jumat, 04 Oktober 2019

STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI PUSKESMAS PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2019

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
ABSTRAK
Petrina Zulaika (petrinazulaika@gmail.com)
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI PUSKESMAS PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2019
XVI+69 Halaman, Tabel, Gambar, Lampiran

Sampah yang dihasilkan di puskesmas jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi suatu permasalahan yang kompleks, sehingga harus ditangani dengan baik mulai dari sumber penimbulan sampah, supaya tidak berdampak terhadap kesehatan manusia yang berkunjung ke Puskesmas. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengelolaan sampah medis dan non medis di Puskesmas Petanahan.
Metode penelitian, deskriptif yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas dan nyata tentang sistem pengelolaan sampah medis dan non medis di Puskesmas Petanahan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Hasil penilitian pada tahap penimbulan, rata-rata timbulan sampah medis per hari adalah 15,7 liter dan rata-rata timbulan sampah non medis per hari adalah 111,3 liter. Pada tahap penimbulan masih ditemukanya sampah yang tercecer, dan masih ditemukanya sampah non medis yang tercampur di tempat sampah medis. Pewadahan sampah di Puskesmas Petanahan sudah dipisahkan antara sampah medis dengan non medis, dan kapasitas pewadahan mencukupi. Pengumpulan dan pengangkutan sampah dilakukan setiap hari menggunakan kantong plastik hitam. Tidak ada tahap pengolahan dan pemanfaatan sampah. Tahap pembuangan pembuangan akhir dilakukan oleh pihak ketiga. Kesimpulan adalah pengelolaan sampah di Puskesmas Petanahan dinilai cukup untuk pengelolaan sampah medis dan non medis yaitu sebesar 58,62% dan 56,5%. Peneliti menyarankan untuk melakukan pengadaan kantong plastik berwarna kuning untuk tempat sampah medis, melakukan pemisahan sampah non medis sesuai dengan jenisnya, petugas menggunakan APD secara lengkap saat bekerja, dan melakukan pemantauan secara rutin terhadap proses pelaksanaan pengelolaan sampah.

Daftar bacaan   :  22 (1981-2017)
Kata kunci        :  sampah medis dan non medis, puskesmas
Klasifikasi        :   -
Fulltext

STUDI KUALITAS MIKROBIOLOGI Escherichia coli PADA ES BALOK KONSUMSI DI PABRIK PEKAES KOTA PEKALONGAN TAHUN 2019

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Eko Nugroho ( nugrohoeko15@gmail.com )
STUDI KUALITAS MIKROBIOLOGI Escherichia coli PADA ES BALOK KONSUMSI DI PABRIK PEKAES KOTA PEKALONGAN TAHUN 2019
XVI + 75 halaman: gambar, tabel, lampiran

Proses pembuatan es balok konsumsi harus memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492 tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas air es balok secara fisik meliputi bau, rasa, warna dan kekeruhan, kimia meliputi sisa chlor dan pH, serta mikrobiologi meliputi kualitas mikrobiologi Escherichia coli serta menggambarkan kondisi hygiene dan sanitasi di Pabrik Pekaes Kota Pekalongan.
Jenis penelitian adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kualitas mikrobiologi Escherichia coli pada es balok konsumsi selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel.
Hasil Penelitian dengan pengukuran secara duplo menunjukan kualitas fisik pada air baku, air proses dan dan es balok konsumsi secara fisik yaitu tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna dan kekeruhan tidak lebih dari 5 NTU, kualitas rata-rata pH dan sisa chlor pada air baku, air proses es balok konsumsi yaitu 7 dan 0,2 mg/ l, hasil ratarata kualitas bakteri Escherichia coli pada air baku dan air proses sebesar 0/ 100 ml dan sampel es balok sebesar 3,5/ 100 ml sampel, hasil penilaian kondisi hygiene sebesar 53% dengan kategori tidak memenuhi syarat dan kondisi sanitasi sebesar 64% dengan kategori memenuhi syarat. Kesimpulan, pemeriksaan kualitas fisik dan kimia telah memenuhi syarat, namun pada pemeriksaan mikrobiologi belum memenuhi syarat pada sampel es balok. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492 tahun 2010 tentang Persyaratan kualitas air yaitu 0/ 100 ml sampel. Oleh karena itu disarankan untuk Pabrik Pekaes Kota Pekalongan lebih memperhatikan hygiene dan sanitasi supaya es balok yang dikonsumsi masyarakat sesuai persyaratan kesehatan, dan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan diharapkan untuk meningkatkan penyuluhan dan pembinaan terkait perbaikan kualitas es balok.

Daftar bacaan : 32 (1995-2018)
Kata Kunci     : Escherichia coli, Es Balok
Klasifikasi      : -
Fulltext

EFISIENSI PEMAKAIAN ALAT “DITA WATER TREATMENT” TERHADAP PENGURANGAN PARAMETER AIR LIMBAH TAHU DI DESA MADUKORO KECAMATAN KERTEK KABUPATEN WONOSOBOTAHUN 2019

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Dita Anggraeni ( dita.anggraeni17@gmail.com)
EFISIENSI PEMAKAIAN ALAT “DITA WATER TREATMENT” TERHADAP PENGURANGAN PARAMETER AIR LIMBAH TAHU DI DESA MADUKORO KECAMATAN KERTEK KABUPATEN WONOSOBOTAHUN 2019
XVI + 65 halaman

Industri yang berkembang pesat di Indonesia merupakan salah satu penyebab adanya limbah, baik limbah cair maupun limbah padat, salah satunya adalah industri tahu. Industri tahu ini merupakan industri kecil berskala rumah tangga yang menghasilkan tahu dan dalam proses pembuatannya menghasilkan air limbah tahu yang cukup banyak. Cara terbaik untuk meminimalisir kemungkinan terjadipencemaran akibat air limbah tahu maka perlu dilakuakan alternatif pengolahan dengan alat Dita Water Treatment untuk menurunkan kadar BOD, COD, TSS, bau, warna, suhu, dan menaikkan pH di Desa Madukoro, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Tujuan penelitian mengetahui efisiensi alat Dita Water Treatment terhadap pengaruh penurunan parameter air limbah tahu di Desa Madukoro, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian adalah pre experimen dengan menggunakan rancangan pre test and post test control design, data data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, pengukuran parameter lapangan, dan pengukuran parameter di laboraturium. Populasi yang diambil adalah semua sampel air limbah sebanyak 20 liter.
Hasil penelitian, Kadar tawas yang diberikan ada dua macam sebagai perlakuan yaitu sebanyak 30 g/l dan 45 g/l dengan hasil efisiensi masing masing berbeda. Kadar tawas 30 g/l menghasilkan efisiensi pada BOD 58,33 %, COD sebesar 58,09%, dan efisiensi TSS sebesar 94,38%, sedangkan pada kadar tawas 45 g/ l menghasilkan efisiensi pada BOD seesar 49,99 %, efisiensi COD sebesar 58,89%, dan efisiensi TSS sebesar 96,67 %. Hasil efisiensi yang paling bagus adalah pada TSS.
Penulis menyarankan agar adanya penelitian lanjut dengan pemakaian arang aktif untuk ketebalan 20 cm, 30 cm, dan 40 cm, serta penambahan waktu tinggal air limbah tahu setelah diberi tawas selama 45 menit, dan 60 menit.

Daftar bacaan : 19 ( 1984 – 2015 )
Kata kunci      : Efisiensi Alat Dita Water Treatment, Pengurangan parameter air limbah tahu
Kalsifikasi      : -
Fulltext

DESKRIPSI PELAKSANAAN PENGENDALIAN TIKUS DI RSUD Dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA TAHUN 2019

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Dwi Kurnianing Nandani (dwinandani94@gmail.com)
DESKRIPSI PELAKSANAAN PENGENDALIAN TIKUS DI RSUD Dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA TAHUN 2019
XIV + 83 halaman: gambar, tabel, lampiran

Keberadaan tikus di rumah sakit sudah tentu sangat mengganggu. Banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui tikus, baik melalui urinnya, gigitannya atau bahkan lewat gigitan kutu yang menempel di tubuhnya. Rumah sakit umum daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga merupakan salah satu tempat yang melakukan pengendalian tikus. Rumah sakit merupakan tempat terjadinya infeksi nosokomial, tikus merupakan binatang pembawa penyakit dan dapat menularkan penyakit. Selain itu dapat menggambarkan kondisi lingkungan rumah sakit yang terawatt atau tidak terawat. Tujuan penelitian  untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengendalian tikus di Rumah sakit umum daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Jenis penelitian deskripstif yaitu menggambarkan pelaksanaan pengendalian tikus di Rumah sakit umum daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Hasil penelitian menunjukan tata cara pelaksanaan pengendalian tikus terdiri dari langkah awal, tata cara pengendalian, dan ealuasi pengendalian tikus yang telah dilakukan. Hasil success trap setelah dilakukan pengendalian tikus yaitu pada pest glue trap 62.5% dan live trap 0%. Hal ini menunjukan bahwa tujuan trapping pada pest glue trap tercapai. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 50 Tahun 2017, menunjukan bahwa rumah sakit belum memenuhi Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk Binatang Tikus dengan nilai baku mutu success trap <1 .="" p="">
Kesimpulannya yaitu pengendalian tikus di rumah sakit lebih efektif dan efisien menggunakan metode pest glue trap. Saran bagi rumah sakit adalah terus meningkatkan upaya perbaikan sanitasi.

Daftar bacaan : 22 (1985-2017)
Kata kunci      : Pengendalian Tikus, Rumah Sakit
Klasifikasi      :

DESKRIPSI PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI RSUD LIMPUNG TAHUN 2019


 Afriet Fatkhul Jabal (afrietsaysme@gmail.com)
DESKRIPSI PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI RSUD LIMPUNG TAHUN 2019
(XVII+64 halaman: tabel, gambar, dan lampiran)

             Rumah sakit merupakan salah satu instansi kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan secara paripurna salah satu kegiatannya adalah penghasil limbah berupa sampah. Salah satu sampah berbahaya dari rumah sakit adalah sampah medis. Sampah medis adalah sarana medis habis pakai dan terbuang yang telah digunakan sebagai alat bantu dalam upaya diagnosis dan pengobatan melalui prosedur dan tindakan medis atau perawatan penderita. Masalah sampah medis dapat dianggap sebagai mata rantai penyebaran penyakit menular. Sampah medis dapat menjadi tempat berkembang biaknya organisme dan serangga serta tikus, dan benda tajam yang terkandung dalam sampah medis sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan cidera fisik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan sampah medis di RSUD Limpung tahun 2019. enis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan ceklis dan kuisioner, yaitu untuk mendeskripsikan pengelolaan sampah medis dari penimbulan, pewadahan, pengangkutan, pengumpulan, dan pembuangan akhir sampah medis menggunakan ceklis dan kuisioner yang akan disimpulkan dengan jumlah presentase keseluruhan. asil penelitian dengan observasi menggunakan ceklis dan kuisioner mendapatkan presentase sebesar 65.5% dengan standar kriteria 56-75% yang artinya hasilnya terbilang cukup baik. Kesimpulan, bahwa pengelolaan sampah medis terbilang cukup baik secara keseluruhan. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah dengan memeperbaiki kekurangan faktor yang belum terpenuhi dengan segera dan melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sampah medis dengan benar agar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang disebabkan dari pengelolaan sampah medis yang kurang benar.
  
Daftar bacaan
: 15 (1992-2019)
Kata Kunci
: Sampah Medis RSUD Limpung
Klasifikasi
: -


Kamis, 03 Oktober 2019

STUDI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH PADA GERBONG KERETA API STASIUN PURWOKERTO TAHUN 2019

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Ena Trisiyani Dewi (enadewi12@gmail.com)
STUDI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH PADA GERBONG KERETA API STASIUN PURWOKERTO TAHUN 2019
XVII + 108 halaman : gambar, tabel, lampiran

Air bersih pada gerbong kereta api digunakan untuk kamar mandi pada setiap gerbong. Air bersih pada kereta api berperan penting bagi penumpangnya, apabila air bersih yang digunakan kualitasnya tidak sesuai dengan peraturan , maka dapat berdampak bagi pengguna air bersih tersebut
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data dengan oengamatan, wawancara, dan pemeriksaan. Data ini disajikan dengan menggunakan editing, coding, tabulating dan saving.
Hasil penelitian pada kereta api ekonomi yaitu kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi telah memenuhi standar Permenkes 32 Tahun 2019, dengan hasil tidak berbau, tidak berasa, pemeriksaan warna 10,7 TCU, kekeruhan <5 166="" 2019="" 212="" 23cfu="" 24="" 258mg="" 29="" 32="" 353mg="" 41cfu="" 5="" 8="" air="" api="" baik.="" baik="" berasa="" berbau="" berkarat.="" berkarat="" bersih="" coliform="" dan="" dapat="" dengan="" ekonomi="" eksekutif="" fisik="" hanya="" hasil="" keadaan="" kebutuhan="" kedua="" kekeruhan="" kemudian="" kereta="" kimia="" kondisi="" kualitas="" kuantitas="" kurang="" l="" meliputi="" memenuhi="" mikrobiologi="" ml.="" ntu="" orang="" p="" pada="" penelitian="" permenkes="" perpipaan="" ph="" reservoir="" sanitasi="" sarana="" sebanyak="" sedangkan="" seharusnya="" standar="" sudah="" suhu="" syarat.="" syarat="" tahun="" tcu="" tds="" telah="" terdapat="" tidak="" toilet="" total="" untuk="" urine.="" warna="" yaitu="" yang="">
Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas air bersih sudah memenuhi syarat dengan kondisi baik. Keadaan sanitasi dari reservoir gerbong kereta tidak memenuhi syarat dan keadaan sanitasi toilet tidak memenuhi syarat untuk kereta api ekonomi. Kuantitas air bersih pada kereta api ekonomi tidak memenuhi syarat, sedangkan kereta api eksekutif telah memenuhi syarat. Saran peneliti pada PT. KAI yaitu melakukan pemeliharaan terhadap reservoir dengan melakukan pengurasan dan pembilasan secara rutin. Serta memelihara jaringan-jaringan perpipaan air bersih.

Daftar bacaan : 21 (1983-2017)
Kata kunci      : total coliform, air bersih, kereta api
Klasifikasi      : -

Rabu, 02 Oktober 2019

STUDI PENYEDIAAN AIR BERSIH DI RUMAH SAKIT UMUM ALLAM MEDICA UMIAYU KECEMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN 2019.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Viki Awanda Pratiwi (vikiawanda6@gmail.com)
STUDI PENYEDIAAN AIR BERSIH DI RUMAH SAKIT UMUM ALLAM MEDICA UMIAYU KECEMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN 2019.
XVI + 101 halaman, gambar, tabel, lampiran

Rumah sakit mempunyai fungsi utama menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan penderita penyakit, selain fungsi tersebut rumah sakit juga melakukan upaya pencegahan penyakit. Sistem penyediaan air bersih di rumah sakit merupakan bagian dari sanitasi rumah sakit yang mempunyai peranan penting dalam upaya pencegahan penyakit atau kejadian infeksi di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyediaan air bersih di RSU Allam Medica Bumiayu.
Metode penelitian observasional, menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan crossectional. Subyek penelitian ini adalah air bersih yang digunakan di RSU Allam Medica Bumiayu. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan narasi.
Hasil penelitian menunjukkan sumber air bersih di RSU Allam Medica Bumiayu diperoleh dari tiga sumber air tanah. Air dari sumber ditampung pada reservoir kemudian dialirkan ke ruangan-ruangan dengan pengolahan fisika dan kimia terlebih dahulu. Kuantitas air bersih yang dihasilkan perhari sebanyak 64 m3. Kualitas air bersih menunjukkan bahwa air bersih tidak berbau, tidak berasa, warna rata-rata 29,5, kekeruhan rata-rata 3,15 NTU, pH rata-rata 7,8, kadar besi rata-rata 0,27 mg/liter, sisa klor rata-rata 0,14 mg/liter sedangkan total koliform terendah 3 CFU per 100 ml sampel dan tertinggi 9 CFU per 100 ml sampel. Pengecekan sarana air bersih dilakukan sebulan sekali dan pemeriksaan kualitas air bersihdilakukan 6 bulan sekali.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kuantitas air bersih sudah mencukupi kebutuhan, namun kebutuhan air bersih untuk rawat jalan masih belum mencukupi. Parameter bau, rasa, warna, kekeruhan pH, besi dan total koliform sudah memenuhi syarat, sedangkan parameter sisa klor dan kegiatan pemeriksaan kualitas air bersih di rumah sakit belum memenuhi syarat. Saran bagi rumah sakit agar melakukan pengolahan kimiawi berupa klorinasi secara rutin dengan konsentrasi yang mencukupi sesuai persyaratan dan kegiatan pemeriksaan kualitas air bersih sebaiknya mengacu pada peraturan.

Daftar Bacaan :  25 (1990-2018)
Kata Kunci      :  Penyediaan Air Bersih, Rumah Sakit
Klasifikasi       :  -
Fulltext