Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2018
Abstrak
Nur Laily Rahmadiani (nurlailyrd@gmail.com)
UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 PURWOKERTO TIMUR TAHUN 2018
LXXIV + 40 halaman: gambar, tabel, lampiran
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan jumlah penderitanya cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty, pemberantasan penyakit ini selain memberikan pengobatan pada penderita dapat dilakukan dengan cara pengendalian pada vektornya.
Tujuan penelitian: untuk mengetahui upaya pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas 1 Purwokerto Timur pada tahun 2016.
Tujuan penelitian: untuk mengetahui upaya pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas 1 Purwokerto Timur pada tahun 2016.
Metode penelitian: deskriptif yaitu pengumpulan data dilakukan dengan cara penelusuran data dilapangan dan di Puskesmas serta wawancara. Data disajikan dalam bentuk narasi tersturktur, gambar, tabel dan grafik. Analisis hasil menggunakan analisis berupa gambar, tabel dan grafik.
Hasil penelitian: bahwa alur dari kasus DBD berawal dari kegiatan surveilans epidemiologi yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian dan analisis data, penyebarluasan dan umpan balik, laporan, rekomendasi dan alternatif tindak lanjut. Kemudian penyelidikan epidemiologi yang dilakukan sebanyak 6 kali pada 2 penderita DD dan 4 penderita DBD (+) serta ± 20 rumah sekitar penderita. Dari hasil penyelidikan epidemiologi dapat dilihat hasil perhitungan HI yang akan menjadi langka tindak lanjut upaya pengendalian yang akan dilakukan. Bila hasil HI ≥ 5% maka dilakukan pengendalian berupa PSN, Larvasida, Penyuluhan dan Fogging seluas radius 200 meter dari penderita atau ± 300 rumah. Sedangkan bila perhitungan HI < 5% maka upaya pengendalian yang dilakukan hanya PSN, Larvasida, dan Penyuluhan seluas radius 200 meter dari penderita atau ± 300 rumah saja tanpa dilakukan Fogging. Kasus DBD yang ditemukkan di Puskesmas 1 Purwokerto Timur dari tahun 2015-2017 sebanyak 174 penderita dengan usia terbanyak pada golongan umur 15-28 tahun, paling sering muncul pada bulan Maret 2016. Kelurahan Mersi menjadi tempat tertinggi yang terkenal penyakit DBD.
Kesimpulan: program pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas 1 Purwokerto Timur dikatakan berhasil karena dapat menurunkan angka kasus DBD selama 3 tahun dari tahun 2015-2017. Tahun 2015 jumlah kasus DBD sebanyak 81 penderita, tahun 2016 turun menjadi 75 penderita dan pada tahun 2017 mengalami penurunan drastis yang hanya ditemukan 18 penderita. Sarannya adalah pemberdayaan tenaga sanitasi yang ada di Puskesmas lebih aktif dalam program pengendalian dan pencegahan DBD serta surveilans epidemiologi.
Daftar Bacaan : 19 (2003 – 2016)
Kata Kunci : Upaya Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD).
Klasifikasi : -