Selasa, 06 Oktober 2020

SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH PDAM TIRTA BUMI SENTOSA DI IPA PEJAGOAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2019

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Tugas Akhir, Mei 2020

Abstrak
Dias Eko Hidayat (diasekohidayat1115@gmail.com)
SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH PDAM TIRTA BUMI SENTOSA DI IPA PEJAGOAN
KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2019
XIX + 77 halaman, gambar, tabel, lampiran
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen merupakan Perusahaan Milik Pemerintah Kabupaten Kebumen yang bergerak dalam bidang pelayanan air minum kepada masyarakat disuatu wilayah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sistem pengolahan air bersih di IPA Pejagoan PDAM Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen Tahun 2019. Metode yang digunakan adalah observasional, menggunakan analisis deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah IPA Pejagoan PDAM Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen yang berkaitan dengan proses pengelolaan air bersih, wawancara dan dokumen. Analisis data yang digunakan berisi hasil penelitian yang dibandingkan dengan standar persyaratan menurut Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Hasil penelitian menunjukkan sumber air baku berasal dari sungai Luk Ulo yang kemudian diolah dengan sistem pengolahan lengkap yakni intake, prasedimentasi, koagulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi, reservoir. Unit operasi pengolahan air yang sudah memenuhi kriteria penilaian. Kualitas air menunjukkan air berbau kaporit, tidak berasa, sedangkan total coliform dan E. Coli yaitu 0 MPN/100 ml. Kuantitas air yang dihasilkan dengan kapasitas produksi 180 liter/detik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Air baku yang diolah dengan sistem pengolahan lengkap. kualitas air parameter bakteriologis dan kimia sudah memenuhi syarat dan parameter fisika memenuhi syarat. Kuantitas air sudah mencukupi kebutuhan. Saran bagi PDAM meningkatkan kinerja pengolahan air minum supaya tetap menjaga kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan yang sudah ditetapkan di IPA Pejagoan PDAM Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen.

Daftar bacaan : 17 (1990-2019)
Kata kunci      : Pengelolaan Air Bersih, PDAM
Klasifikasi      : - 

STUDI ANGKA KUMAN ALAT MEDIS GUNTING HECTING UP STERIL DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2020

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Tugas Akhir, Mei 2020

Abstrak
Dian Lena Asriyanti (dianlena2@gmail.com)
STUDI ANGKA KUMAN ALAT MEDIS GUNTING HECTING UP STERIL DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2020
xvi + 83 halaman : tabel, gambar, lampiran

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi (RSDM) Surakarta merupakan Rumah Sakit Kelas A dan merupakan Rumah Sakit Pendidikan bagi calon dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS I) dan tenaga kesehatan lainnya. Rumah sakit melakukan berbagai upaya dalam pencegahan infeksi nosokomial salah satunya adalah dengan melakukan sterilisasi alat medis. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan angka kuman pada alat medis tahun 2017 yang dilakukan oleh pihak Instalasi Sanitasi RSUD Dr.Moewaradi Surakarta menunjukkan bahwa Gunting Hecting Up memiliki daya simpan 35 hari setelah disterilisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah angka kuman alat medis Gunting Hecting Up steril pada penyimpanan 0 hari, 5 hari,10 hari, 20 hari dan 40 hari. Jenis penelitian deskriptifyang dimaksudkan untuk memperoleh gambaran angka kuman pada alat medis Gunting Hecting Up sebelum dilakukan sterilisasi, setelah dilakukan penyimpanan selama 0 hari, 5 hari, 10 hari, 20 hari dan 40 hari. Hasil penelitian dibandingkan dengan peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 07 tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan di Rumah Sakit. Peraturan tersebut menerangkan bahwa semua peralatan medik atau peralatan perawatan pasien yang dimasukan kedalam jaringan tubuh, sistem vaskuler atau melalui saluran darah harus selalu dalam keadaan steril sebelum digunakan. Hasil pemeriksaan dan perhitungan pada angka kuman alat medis Gunting Hecting Up, diketahui bahwa pada penyimpanan 5 hari hingga 40 hari alat medis tersebut sudah tidak steril.Rata-rata hasil pengukuran suhu ruang penyimpanan di Instalasi CSSD RSUD Dr .Moewardi adalah 26 °C. Rata-rata hasil pengukuran ruang penyimpanan 65 %. Kesimpulan penelitian ini adalah jumlah angka kuman alat medis Gunting Hecting Up pada masa penyimpanan 5 hari hingga 40 hari tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes No.07 tahun 2019. Peneliti menyarankan agar pihak rumah sakit menganalisis dan menetapkan kembali masa penyimpanan yang tepat untuk alat medis Gunting Hecting Up.

Kepustakaan :  17 (2007-2019)
Kata kunci    :  Rumah Sakit, Kuman, Sterilisasi
Klasifikasi    :  -

Senin, 05 Oktober 2020

STUDI BAKTERI Escherichia coli PADA ES TEH MANIS DI KANTIN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI BATURRADEN TAHUN 2020

 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Prodi Sanitasi Program D III
Tugas Akhir, Mei 2020

ABSTRAK
Citra Mila Anggraeni (citramia06@gmail.com)
STUDI BAKTERI Escherichia coli PADA ES TEH MANIS DI KANTIN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI BATURRADEN TAHUN 2020
Xv + 105 halaman : gambar, tabel, lampiran

Kejadian penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman cukup besar, hal ini dilihat dari banyaknya kejadian keracunan makanan bahkan di beberapa daerah hingga terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Saat ini banyak ditemukan berbagai berbagai jenis penjual makanan dan minuman di tempat-tempat umum dalam kondisi terbuka. Salah satu tempat umum yaitu kantin sekolah. Hygiene dan sanitasi dalam menyediakan minuman merupakan indicator terhadap keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman yang disajikan.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran hygiene sanitasi kantin dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman es teh manis yang dijual di kantin Sekolah Menengah Atas Negeri Baturraden. Variabel yang diperiksa meliputi hygiene sanitasi kantin dan penjamah serta keberadaan bakteri Escherichia coli pada es teh manis. Jenis penelitian ini yaitu observasional. Sampel penelitian adalah 3 kios di kantin SMA Negeri Baturraden dengan 3 sampel es teh manis, 3 sampel es batu dan 1 sampel air minum dalam kemasan galon.
Hasil penelitian menunjukkan personal hygiene penjamah makanan memenuhi syarat (100%), pemilihan bahan baku memenuhi syarat (100%), penyimpanan bahan baku memenuhi syarat (100%), pengolahan minuman tidak memenuhi syarat (94,4), peralatan pengolahan minuman tidak memenuhi syarat (80%), penyimpanan minuman memenuhi syarat (100%), pengangkutan minuman memenuhi syarat (100%), dan penyajian minuman memenuhi syarat (100%). Keseluruhan sampel 3 es teh manis, 3 es batu tidak memenuhi syarat dengan MPN tertinggi 38/100ml dari persyaratan yaitu 0/100ml. Dan sampel untuk Air Minum Dalam Kemasan galon memenuhi syarat dengan hasil 0/100ml.
Kesimpulan dari penelitian di kantin SMA Negeri Baturraden Hygiene sanitasi makanan dan minuman serta personal hygiene belum memenuhi syarat, pemeriksaan sampel es teh dan es batu tidak memenuhi syarat dan sampel Air Minum Dalam Kemasan memenuhi syarat. Disarankan bagi pihak sekolah perlu dilakukan pelatihan dan pemeriksaan rutin kepada pihak kantin agar mengelola minuman yang sesuai standard kesehatan yang diharapkan, serta perlu diakannya perbaikan bangunan dikantin yaitu di langit-langit kantin.

Kepustakaan     : 19 (1995-2020)
Kata kunci         : Kantin Sekolah, Es Teh Manis, Bakteri Escherichia coli
Klasifikasi         : -

Studi Kadar Merkuri (Hg) Pada Air Sungai Pancurendang Dan Pada Penampungan Limbah Pengolahan Emas Tradisional Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Tugas Akhir, Mei 2020

ABSTRAK
Bagas Nur Fauzi(bagasnurfauzi98@gmail.com)
Studi Kadar Merkuri (Hg) Pada Air Sungai Pancurendang Dan Pada Penampungan Limbah Pengolahan Emas Tradisional Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas
XIV +54 halaman : tabel, gambar, lampiran

Salah satu penyebab pencemaran linkungan oleh Hg adalah pembuangan tailing pengolahan emas yang diolah secara amalgamasi, dimana Hg mengalami perlakuan tertentu berupa putaran, tumbukan, atau gesekan, sehingga sebagian Hg akan membentuk amalgam dengan logam-logam ( Au,Ag,Pt0) dan sebagaian hilang dalam proses. Mengetahui Kadar Merkuri (Hg) pada air sungai Pancurendang dan pada penampungan limbah pengolahan emas tradisional.
Jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan personal, Wawancara, dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan responden dengan menggunakan kuesioner Pengambilan sampel pada air sungai Pancurendang Sepanjang Penambangan Emas. Analisis data membandingkan tabel hasil dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Hasil penelitian pada masing–masing titik pengambilan sampel Hasil tersebut menunjukkan bahwa air permukaan di daerah penelitian belum tercemar merkuri karena nilainya dibawah baku mutu semua. Namun mengingat aktivitas penambangan yang cukup intensif jika tidak dikendalikan dan diantisipasi sejak awal maka kemungkinan terjadinya pencemaran merkuri terhadap air permukaan cukup terbuka.
. Hasil kuesioner wawancara pemakaian untuk 10 lubang penambang 14,4 Kg. Jumlah gelundung yang dimiliki 1O penambang adalah 56 buah. Pemakaian untuk setiap glundung yaitu 1Kg. Untuk jumlah pemakaian merkuri 1 buah gelundung adalah 50-150 gram. Rata-rata pemakaian merkuri (Hg) 1 hari sebanyak 1 Kg..
Kesimpulan penelitian Proses penambangang emas menggunakan merkuri (Hg) sebagai pengikat biji emas. Kadar merkuri (Hg) pada sampel air sungai Pancurendang pada Outlet yaitu 0,00046 mg/l, Area penambangan <0,00006 mg/l, air sungai dekat parit <0,00006 mg/l, inlet dekat sawah <0,00006 mg/l, bak penampungan 0,00039 mg/l, dan inlet sungai <0,00006 mg/l tidak melebihi standar baku mutu merkuri (Hg) pada air. Saran dari peneliti Pemerintah Desa Pancurendang mengawasi pengunaan merkuri dalam pengolahan biji emas dan pembuangan limbah, masyarakat sekitar sungai Pancurendang agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan domestik, bagi penambang emas agar Tidak mengunakan bahan merkuri (Hg) secara berlebihan dan Membuat tempat penampugan dengan sistem Fitoremidiasi

Daftar Bacaan : 12 (1985 – 2018 )
Kata Kunci     :  Kualitas Kimia, Air Sungai, Air , Klasifikasi
Klasifikasi      :  -

STUDI PENAMPUNGAN AIR HUJAN SEBAGAI SARANA PENYEDIAAN AIR BERSIH DIKECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2020

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Tugas akhir, Juli 2020

Abstrak
Arip Aji Purnama (aripajisibaweihi@gmail.com)
STUDI PENAMPUNGAN AIR HUJAN SEBAGAI SARANA PENYEDIAAN AIR BERSIH DIKECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2020
xiv+52 halaman: tabel, gambar, dan lampiran
Kecamatan Pulosari terletak di ketinggian 795 sampai 1341 mdpl.Letaknya yang terlalu tinggi dan kemiringan yang terlalu curam menyebabkan proyek penyediaan air bersih sepert PAMSIMAS tidak dapat terealisasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, warga Kecamatan Pulosari memanfaatkan air hujan sebagai penyediaan air bersih dengan membuat penampungan air hujan di rumah masing-masing. Air hujan dimanfaatkan untuk mandi, memasak, air minum dan mencuci tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penggunaan penampungan air hujan sebagai sarana penyediaan air bersih. Metode penelitian deskriptif dengan metode crosssectional. Subyek penelitian ini adalah Penampungan Air Hujan Sebagai Penyediaan air bersih di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan Penduduk di Kecamatan Pulosari menggunakan penampungan air hujan berbahan ferrosemen yang dilapisi plastik HDPE dengan tebal 300 mikron tetapi juga ada beberapa responden yang hanya menggunakan plastik berbahan HDPE dengan tebal 300 mikron. Kuantitas air bersih di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang yaitu 65,44 liter/ orang/ hari sampai 245,44 liter/ orang/ hari. Kualitas air bersih yang ada di PAH di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang yaitu tidak berbau, tidak berasa dan beberapa sampel sedikit manis, suhu air 21 oC - 23 oC, TDS 7 mg/ l - 88 mg/ l, dan pH 6,3 - 8,2. Kontinuitas air bersih di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang tersedia selama 24 jam. Akesibilats air bersih rata-rata masyarakat Kecamatan pulosari menggunakan kran atau pompa air untuk memudahkan pengambilan air yang berada di bak penampungan air hujan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas air bersih memenuhi syarat, kuantitas air bersih memenuhi kebutuhan. Air tersedia kontinu apabila musim hujan. Tingkat aksesibilitas sudah optimal. Disarankan sebaiknya dipasang saringan pada talang air, sehingga kotoran yang terbawa oleh air hujan akan tersaring terlebih dahulu sebelum masuk ke PAH, diperlukan Penelitian lebih lanjut mengenai kualitas air bersih berupa kadar mineral dan penyebab rasa sedikit manis pada bak penampungan air hujan di Kecamatan Pulosari Kabupaten pemalang, sebaiknya PAH tertutup sehingga tidak mudah kemasukan kotoran, vector maupun binatang pengganggu, sebaiknya tidak menggunakan tangkapan air hujan yang berbahan asbes agar TDS pada air yang ditangkap tidak tinggi.

Daftar bacaan : 16 (1984-2018)
Kata kunci      : Penampungan air hujan, Penyediaan air bersih
Kasifikasi       : - 

ANGKA KUMAN PADA PIRING DAN KAIN LAP YANG DIGUNAKAN WARUNG MAKAN DI DESA KARANGMANGU KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2020

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma III
Tugas Akhir, Mei 2020

Abstrak
Anis Mudikaah Mafaazani (anismudikaah23@gmail.com)
ANGKA KUMAN PADA PIRING DAN KAIN LAP YANG DIGUNAKAN WARUNG MAKAN DI DESA KARANGMANGU KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2020 

xvii + 77 Halaman : gambar, tabel, lampiran
Higiene sanitasi merupakan bagian penting dalam proses pengolahan makanan yang harus diperhatikan dengan baik. Pencemaran makanan sering ditemukan pada penyelenggaraan makanan yang belum memahami cara pengelolaan dengan tepat. Tujuan penelitian ini menghitung angka kuman pada piring dan kain lap, mendeskripsikan kondisi fisik serta mengetahui teknik pencucian pada piring dan kain lap, tempat penyimpanan piring di warung makan Desa Karangmangu Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan mendeskripsikan proses pencucian, pengeringan dan mengetahui jumlah angka kuman 8 piring dan 4 kain lap yang di ambil pada 4 warung makan dalam pengelolaannya menggunakan kain lap setelah proses pencucian piring. Metode pengumpulan data dengan cara pemeriksaan, observasi dan wawancara. Pengambilan data pemeriksaan dengan uji swab lalu diamati di laboratorium, observasi dengan checklist dan wawancara dengan kuisoner.
Hasil pemeriksaan bahwa angka kuman pada piring yang terakhir di keringkan menggunakan kain lap pada 4 warung makan terdapat 6 piring dan 1 kain lap yang tidak memenuhi syarat karena jumlah pemeriksaan angka kuman lebih dari 100 koloni / cm2.
Hasil penelitian pada angka kuman piring dan kain lap dapat disimpulkan bahwa kain lap yang selalu di ganti dapat mencegah kontaminasi kuman di permukaan piring sedangkan kain lap yang jarang diganti memungkinkan angka kuman pada piring tersebut melebihi batas yang sudah di tetapkan. Selain itu faktor yang memperkuat angka kuman pada piring melebihi batas adalah pada saat pencucian piring, hal ini harus diperhatikan agar tidak terjadi kontaminasi makanan yang di akibatkan karena kuman pada piring. Setiap pemilik warung makan disarankan untuk merendam air panas sebelum di beri sabun.

Daftar Bacaan : 17
Kata Kunci      : Angka Kuman, Piring dan Kain Lap
Klasifikasi       : -

STUDI KADAR DEBU TOTAL KAWASAN PERMUKIMAN KELURAHAN KARANGTALUN KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2020

 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga
Tugas Akhir, Mei 2020

Abstrak
Alsadsa Gity Pramila (alsadsamila81@gmail.com)
STUDI KADAR DEBU TOTAL KAWASAN PERMUKIMAN KELURAHAN KARANGTALUN KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2020
XVI + 63 halaman: gambar, tabel, lampiran

Perkembangan industri yang pesat dewasa ini karena penerapan kemajuan teknologi oleh manusia guna mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu oleh kegiatan industri dan teknologi. Keseimbangan lingkungan terganggu maka kualitas lingkungan yang mendukung kelangsungan hidup manusia akan terganggu, kegiatan industri berdampak negatif seperti pencemaran udara. Pencemaran udara salah satunya berupa pencemaran oleh debu. Tujuan penelitian Mengetahui kadar debu total pada pemukiman di Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional, dengan mengukur kadar debu total, suhu, kelembapan, arah angin dan kecepatan angin di permukiman kelurahan karangtalun.
Hasil pengukuran rata-rata kadar debu total pada titik 1 sebesar 2795,7 μg/m³, suhu rata-rata sebesar 32°C, kelembapan rata-rata sebesar 71%, arah angin mengarah ke timur, tenggara, barat laut, kecepatan angin rata-rata sebesar 0,36 m/s. Hasil pengukuran rata-rata kadar debu total pada titik 2 sebesar 2498,5 μg/m³, suhu udara rata-rata 32°C, kelembapan udara rata-rata 74%, arah angin mengarah ke tenggara, utara, utara, kecepatan angin rata-rata sebesar 0,22 m/s. Hasil pengukuran rata-rata kadar debu total pada titik 3 sebesar 2861,4 μg/m³, suhu udara rata-rata sebesar 35°C, kelembapan udara rata-rata sebesar 67%, arah angin mengarah ke timur, barat daya, barat laut, kecepatan angin rata-rata sebesar 0,49 m/s.
Kesimpulan bahwa kadar debu pada titik 1,2,3 tidak memenuhi syarat. Suhu melebihi baku mutu. Kelembapan pada titik 1,2 melebihi baku mutu sedangkan pada titik 3 sesuai baku mutu. Kecepatan angin dikategorikan angin lemah. Sebaiknya pemerintah melakukan pengukuran secara rutin kualitas udara ambien terutama parameter kadar debu total.

Daftar bacaan :  20 (1982-2018)
Kata kunci      :  Kadar Debu Total, Permukiman
Klasifikasi      :  -