Selasa, 02 Februari 2016

STUDI PENGELOLAAN SAMPAH

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008 


Abstrak 
Dessy Arrie Hertanto 
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI RW 6 KELURAHAN DONAN KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP TAHUN 2008 
Xvi + 60 halaman : gambar, tabel, diagram, lampiran  

Indonesia merupakan negara yang sedang giat melakukan pembangunan segala bidang. Dalam pembangunan dibutuhkan teknologi yang memiliki dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak negatif adalah orientasi masyarakat terhadap kebutuhan yang berakibat bertambahnya sikap konsumtif yang juga meningkatkan jumlah sisa pemakaian yang tidak dimanfaatkan lagi dan menjadi sampah. Masyarakat RW merupakan salah satu subyek yang potensial sebagai penghasil sampah. Beragam jenis sampah yang dihasilkan di RW 6 Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap yang terdiri dari sampah basah, sampah kering, sampah abu, sampah bangkai binatang dan sampah jalanan. Masyarakatnya yang heterogen tetapi mengutamakan kepentingannya sendiri – sendiri sehingga penulis masih melihat adanya sampah – sampah yang berserakan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di RW 6 belum optimal sehingga masih diperlukan peningkatan upaya pengelolaan sampah di RW tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan sampah di RW 6 Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap tahun 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Pada penilitian ini dilakukan pengambilan sampel sebanyak 10 % dari populasi rumah warga RW 6 Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di RW 6 mempunyai jumlah penduduk 1.205 jiwa yang menghasilkan sampah sebanyak 3,88 m/ hari. Saat ini penanganan sampah di RW tersebut belum dilaksanakan secara optimal, dalam hal  perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dari tahap penimbulan sampah sampai tahap akhir, sehingga masih diperlukan peningkatan upaya pengelolaan sampah di RW tersebut.  Saran yang diberikan adalah perlu dilakukan pembenahan pengelolaan sampah dari pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang meliputi dari proses tahap penimbulan sampah sampai tahap akhir.   

Daftar bacaan : 13 (1980 – 2008) 
Kata kunci      : Pengelolaan Sampah 
Klasifikasi      :
Full Text

STUDI EMISI KARBON MONOKSIDA (CO) PADA SEPEDA MOTOR 4 TAK PRODUKSI 2003-2007

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Depkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2008 

Abstrak 
Dede Mei Yuliani 
STUDI EMISI KARBON MONOKSIDA (CO) PADA SEPEDA MOTOR 4 TAK PRODUKSI 2003-2007 DI DINAS PERRHUBUNGAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2008. 
xv + 32 halaman : tabel, gambar, lampiran. 

Karbon Monoksida (CO) adalah suatu gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak mempunyai rasa yang terdapat dalam bentuk gas pada suhu diatas -192C. Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya, unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia serta secara umum menurunkan kualitas lingkungan. Salah satu komponen pencemar udara adalah Karbon Monoksida (CO) yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor. Dalam penelitian ini kendaraan bermotor yang dimaksud adalah sepeda motor 4 tak. 
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui tentang emisi Karbon Monoksida (CO) yang dikeluarkan dari knalpot sepeda motor 4 tak produksi tahun 2003-2007, dan untuk mengetahui apakah emisi yang dikeluarkan telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) maka hasilnya disesuaikan dengan SK Gubernur Jawa Tengah No.5 Tahun 2004 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor yaitu 3,6%. 
Berdasarkan hasil penelitian, emisi dari knalpot sepeda motor 4 tak produksi 2003-2007 kondisi masih baik, hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran emisi sepeda motor tahun 2003 sebesar 1,6063%, tahun 2004 sebesar 1,025%, tahun 2005 sebesar 3,2953%, tahun 2006 sebesar 0,951% dan tahun 2007 sebesar 2,253%. 
Kadar CO sepeda motor 4 tak produksi 2003-2007 masih dibawah NAB Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor sesuai SK Gubernur Jawa Tengah No. 5 Tahun 2004 yaitu 3,6%. Peneliti menyarankan perawatan berkala sepeda motor 4 tak agar gas CO tidak melebihi NAB yang ditetapkan, sehingga pencemaran udara dapat dikurangi.  

Daftar bacaan : 11 (1991-2008) 
Kata kunci      : Karbon Monoksida (CO), sepeda motor 4 tak 
Klasifikasi      : - 

STUDI TENTANG PENCAHAYAAN RUANG PRODUKSI YAINA DONAT

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan  
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008  

  
ABSTRAK   
Cukup Sugianto 
STUDI TENTANG PENCAHAYAAN RUANG PRODUKSI YAINA DONAT DI KELURAHAN MUNJUL KECAMATAN MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2008 
xiii + 30 halaman : gambar, tabel, lampiran  

Yaina Donat yang beralamat di Kelurahan Munjul RT 01/RW 01  Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka. Industri rumah tangga  yang dikelola oleh swasta, dalam setiap harinya melibatkan 10 karyawan di bagi dalam dua ruangan yaitu Ruang produksi A dan ruang produksi B. Masing-masing Ruang produksi tersebut sudah dilakukan pengukuran intensitas cahaya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka pada tahun 2005 dengan hasil pengukuran untuk ruang produksi A intensitas cahaya adalah 9,2 lux dan untuk ruang produksi B intensitas cahaya  adalah 40,6 lux. Menurut Peraturan  Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964 pasal 14 ayat 5 yang menyebutkan bahwa intensitas cahaya ruang produksi minimal 100 lux, sehingga Ruang produksi belum memenuhi syarat kesehatan lingkungan tempat kerja.  
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian diskriptif. Pengumpulan data diperoleh di loakasi penelitian dengan cara observasi, wawancara, dan pengukuran yang kemudian dilakukan pengolahan data. Hasil pengukuran intensitas pencahayaan di ruang produksi Yaina Donat untuk pencahayaan alami 54,27 lux dan gangguan yang dialami oleh pekerja adalah mata menjadi cepat lelah, mengalami sakit kepala dan penurunan konsentrasi. 
Peneliti menyimpulkan bahwa intensitas pencahayaan alami pada ruang produksi Yaina Donat belum memenuhi standar yang berlaku. Saran yang bisa dilakukan dengan cara memperbaiki posisi tempat kerja yang membutuhkan pencahayaan lebih, mengecat ulang bagian dinding-dinding ruang produksi dan menerapkan jam istirahat yang sesuai dengan kebutuhan pekerja.  
  
Daftar bacaan  : 11 (1964 - 2008) 
Kata kunci       : Pencahayaan dan ruang produksi 
Klasifikasi       :  

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KADAR HbCO DALAM DARAH MAHASISWA JKL PURWOKERTO

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Depkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi D-III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008  


Abstrak  
Arvi Astriani Kanthi Purbandari 
PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KADAR HbCO DALAM DARAH MAHASISWA JKL PURWOKERTO TAHUN 2008
x + 31 Halaman + Tabel, Grafik, Lampiran.   

Udara adalah atmosfer yang ada disekeliling bumi yang fungsinya sangat penting untuk kehidupan yang ada dimuka bumi ini. Manusia tidak dapat mempertahankan hidupnya tanpa udara lebih dari tiga menit. Sedikitnya manusia mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan manusia karena akan menghasilkan CO. Gas CO apabila terhirup kedalam paru-paru membentuk HbCO yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan merokok terhadap kadar HbCO dalam darah mahasiswa JKL Purwokerto tahun 2008.  Metode penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode survai dengan pendekatan “ Cross sectional “. Data primer dan data sekunder didapatkan dengan cara wawancara dan pemeriksaan laboratorium.  
Hasil penelitian diperoleh bahwa mahasiswa JKL Purwokerto terdapat 2 kategori perokok yaitu perokok ringan menunjukkan kadar HbCO rata-rata 6.75 gr/dl dan perokok sedang menunjukkan kadar HbCO rata-rata 7.55 gr/dl.  Peneliti menyimpulkan bahwa merokok dapat meningkatkan kadar HbCO sehingga disarankan agar perokok dapat mengurangi atau berhenti dari kebiasaan merokok serta meningkatkan asupan gizi dan pola makan.   

Data bacaan : 10 ( 2000- 2007) 
Kata kunci   : rokok, bahaya merokok, pengaruh rokok terhadap kadar HbCO. 
Klasifikasi   :   

STUDI TENTANG SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH KOTA PEMALANG

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan  
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008  
  
ABSTRAK   
Amri Pitayoni 
STUDI TENTANG SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH KOTA PEMALANG TAHUN 2008 
xiv + 68 halaman : gambar, tabel, lampiran  

Wilayah Kota Pemalang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Pemalang yang meliputi daerah Pelutan, Kebondalem,Bojongbata dan Mulyoharjo. Wilayah kota ini menghasilkan 170,5 m3 sampah perharinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan sampah yang ada. Dengan mengetahui sistem pengelolaan sampah yang ada pada setiap tahap pengelolaan sampah maka dapat diketahui apakah sistem pengelolaan sampah yang ada tersebut sudah berjalan sesuai dengan Perda yang ada (Perda Kabupaten Pemalang No 10 Tahun 1999) dan sesuai dengan syarat- syarat kesehatan.  
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian diskriptif. Pengumpulan data diperoleh di lapangan dan dokumen dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang dengan cara observasi, wawancara, dan pengukuran. 
Hasil penelitian didapatkan data bahwa sistem pengelolaan sampah di wilayah Kota Pemalang sudah sesuai dengan Perda yang ada, namun Perda tersebut sudah berumur 9 tahun sehingga tidak sesuai lagi dengan situasi yang ada sekarang, akibatnya, terjadi ketimpangan pembiayaan pengelolaan sampah, selain itu masih banyak petugas kebersihan yang belum menggunakan APD sesuai ketentuan yang ada, serta banyaknya sarana dan prasarana dalam pengelolaan sampah yang tidak berjalan sesuai dengan fungsinya sehingga menyebabkan pengelolaan sampah di wilayah Kota Pemalang belum optimal. 
Peneliti menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah di wilayah Kota Pemalang masih kurang baik dalam segi pembiayaan maupun sarana dan prasarana yang digunakan serta petugas yang belum menggunakan APD, dan menyarankan untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampahnya dengan melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang digunakan, penyediaan APD dan opimalisasi penarikan retribusi oleh petugas kepada masyarakat yang dilayani. 

Daftar bacaan : 14 (1981 - 2007) 
Kata kunci      : SAMPAH 
Klasifikasi      :  
Full text

Senin, 01 Februari 2016

PENGARUH BERBAGAI DOSIS EM 4 PADA KOTORAN SAPI TERHADAP KESUKAAN HINGGAP Musca domestica DI DESA KALIWANGI KECAMATAN PURWOJATI

 Departemen Kesehatan Republik Indonesia  
Politeknik Kesehatan Semarang  
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2006 


Abstrak 
Riena Widhy Astuty
PENGARUH BERBAGAI DOSIS EM 4 PADA KOTORAN SAPI TERHADAP KESUKAAN HINGGAP Musca domestica DI DESA KALIWANGI KECAMATAN PURWOJATI TAHUN 2006 
XIII+30:  Tabel + Halaman + Lampiran 

Salah satu upaya pembangunan kesehatan adalah pengendalian vektor lalat. Lalat merupakan vektor yang dapat menyebabkan penyakit,maka perlu upaya pengendalian dengan manipulasi lingkungan hidup, salah satunya  dengan pemberian EM 4 (Effective Microorganism 4) tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis EM 4 yang berpengaruh terhadap kesukaan hinggap lalat Musca domestica. 
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen. Pengumpulan data dengan observasi dan pengukuran. Pengolahan data menggunakan editing dan tabulating. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Analisis data yang digunakan adalah one way anova. 
Hasil penelitian lalat yang hinggap pada Dosis EM 4 5ml =10 ekor, dosis EM 4 10 ml  =7 ekor, dosis EM4 15 ml=6 ekor, dosis EM 4 20ml=5 ekor, dosis EM 4 25 ml= 3 ekor dalam rata-rata 5 kali replikasi. Perhitungan statistik dengan menggunakan one way anova didapatkan nilai p value 0,000<α 0,05 maka Ho ditolak sehingga ada perbedaan terhadap jumlah lalat yang hinggap pada kotoran sapi dengan berbagai dosis EM 4. 
Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh kesukaan hinggap lalat Musca domestica terhadap pemberian berbagai dosis EM 4 dan ada perbedaan  pemberian berbagai dosis EM 4 terhadap kesukaan hinggap lalat Musca domestica pada kotoran sapi. Saran penulis agar masyarakat menggunakan EM 4 dengan dosis 25 ml untuk mengurangi pencemaran udara dan lingkungan sekitar, bagi peneliti perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas antara pemberian EM 4 dengan kotoran ternak sapi dan kambing . 

Daftar bacaan  :  XII (1986-2001) 
Kata kunci       : EM, kotoran sapi, kesukaan hinggap lalat 
Klasifikasi       :
full text


Studi Komparasi Protozoa dalam IPAL di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto dan Pt. indesso aroma

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto   
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2006 

Abstrak 
Dwi Erniati 
Studi Komparasi Protozoa dalam IPAL di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto dan Pt. indesso aroma baturraden tahun 2006 
xii + 72 : tabel + halaman + lampiran  

IPAL pada rumah sakit dan industri merupakan sarana penting untuk mencegah terjadinya pencemaran. Pengolahan lumpur aktif merupakan upaya efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas effluent. Salah satu indikator pada lumpur aktif adalah jenis protozoa dalam bak aerasi. 
Metode yang digunakan adalah observasional. Pengumpulan data dengan cara pemeriksaan, pengukuran, pengamatan dan pengambilan data sekunder. Pengolahan data menggunakan editing, coding dan tabulating. Data dalam penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Analisis data yang digunakan adalah Uji U-Mann Whitney. 
Hasil penelitian adalah protozoa yang ditemukan pada IPAL RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto ditemukan Opercularia coarctata, Vorticella convallaria, Euplotes affinis dan Amoeba, Rotifera dan Algae dengan demikian IPAL RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto masuk kategori pembebanan normal (Normal Loaded Plants). Protozoa yang ditemukan pada IPAL PT. Indesso Aroma Baturraden adalah Vorticella spp, Rotifera dengan demikian IPAL PT. Indesso Aroma Baturraden masuk kategori pembebanan ringan (Under Loaded Plants). Hasil Uji U Mann-Whitney pada penelitian ini, nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,003 dengan demikian Ho ditolak yang menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kandungan protozoa di IPAL RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan PT. Indesso Aroma Baturraden. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa IPAL RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo berada dalam pembebanan kerja normal (Normal Loaded Plants), sedangkan IPAL PT. Indesso Aroma Baturraden berada dalam pembebanan kerja ringan (Under Loaded Plants). Saran yang dapat penulis berikan antara lain memantau suhu, pH, kandungan nutrisi, toksisitas dan sinar matahari minimal satu minggu, mengetahui umur lumpur agar tidak terjadi “ Bulking Sludge”. Melakukan evaluasi terhadap kemampuan pengendapan lumpur dan efisiensi pengolahan secara rutin minimal setiap 1 bulan sekali serta memantau keadaan dan kerja blower secara berkala minimal setiap 6 bulan sekali serta mengatur lama kerja aerator. 

Daftar bacaan : 28 (1931-2006) 
Kata kunci      : IPAL, protozoa, pembebanan kerja IPAL. 
Klasifikasi      :
Full text