Selasa, 24 November 2015

STUDI EFISIENSI BERBAGAI DOSIS KAPUR TOHOR DALAM MENURUNKAN FOSFAT (PO 4) PADA LIMBAH CAIR

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011 

Abstrak
Vera Marthani Christina
STUDI EFISIENSI BERBAGAI DOSIS KAPUR TOHOR DALAM MENURUNKAN FOSFAT (PO 4) PADA LIMBAH CAIR DI RS EMANUEL KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011
xvi + 68 halaman, tabel, gambar, lampiran 

Rumah sakit dalam kegiatannya banyak menggunakan bahan-bahan yang berpotensi mencemari lingkungan. Limbah rumah sakit yang mengandung fosfat akan menyebabkan masalah lingkungan hidup yaitu eutrofikasi. Oleh karena itu maka setiap rumah sakit diharuskan mengolah limbah cair sampai memenuhi persyaratan standar yang berlaku. Salah satu metode untuk menurunkan kandungan fosfat adalah dengan pengendapan menggunakan kapur tohor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi dosis kapur tohor dosis 30 ml/l, 60 ml/l, 90 ml/l, 120 ml/l dan 150 ml/l terhadap penurunan kadar fosfat pada limbah cair RS Emanuel.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan Control Group Pre Test and Post Test Design. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar fosfat di laboratorium. Data disajikan dalam bentuk narasi terstruktur dan tabel. Analisis data menggunakan uji statistik ANOVA untuk menguji perbedaan mean dari beberapa kelompok (perbedaan efisiensi dosis kapur tohor 30 ml/l, 60 ml/l, 90 ml/l, 120 ml/l, dan 150 ml/l).
Hasil penelitian yang diperoleh adalah kadar fosfat limbah cair Rumah Sakit Emanuel Klampok setelah dilakukan perlakuan dengan dosis 30 ml/l ratarata sebesar 10,05 mg/l, pada dosis 60 ml/l rata-rata sebesar 6,11 mg/l, pada dosis 90 ml/l rata-rata sebesar 8,53 mg/l, pada dosis 120 ml/l rata-rata sebesar 6,20 mg/l, dan pada dosis 150 ml/l rata-rata sebesar 3,23 mg/l. Berdasarkan uji statistik, nilai signifikan (2-tailed) 0,008 lebih kecil dari (<) nilai α (0,05), sehingga ada perbedaan efisiensi berbagai dosis kapur tohor dalam menurunkan fosfat (PO 4) pada limbah cair RS Emanuel Klampok. Kesimpulan penelitian adalah ada perbedaan efisiensi yang signifikan terhadap pemberian kapur tohor dengan penurunan kadar fosfat pada limbah cair Rumah Sakit Emanuel Klampok, penurunan efektif terjadi pada pemberian kapur tohor dengan dosis 150 ml/l dimana dicapai penurunan konsentrasi fosfat sebesar 73,33 % dari konsentrasi awal. Pihak rumah sakit dapat menerapkan hasil penelitian ini untuk mengurangi kadar fosfat limbah cair. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan dosis kapur tohor yang lebih tinggi dan kadar fosfat yang berbeda.
Daftar Bacaan : 1975-2010 (20) 
Kata Kunci      : fosfat, kapur tohor, limbah cair 
Klasifikasi        : -

Full text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar